
" oke.. harus mulai dari mana ini" lirih Fino. Ia harus lembur malam ini karena tadi siang Fino sudah pulang ke rumah lebih awal.
Sampai jam 11 malam Fino masih berkutat dengan pekerjaanya. Fino adalah sosok teladan bagi karyawannya. Meskipun di kantor ia tidak menyelesaikan pekerjaan, tetapi ia membawanya pulang ke rumah. Jadi untuk esok sudah tidak ada pekerjaan kemarin yang menumpuk.
" hoamm" Fino mulai menguap. Matanya sudah tidak bisa diajak kerja sama. Hingga akhirnya ia tidur di meja kerjanya sekarang.
Sementara Mela juga sudah tidur seperti orang pingsan saja karena tidak tau jika suaminya belum kembali ke kamarnya.
Subuh telah datang, Mela mulai tersadar dari tidurnya. Ia meraba kasur di sampingnya.
" Mas Fino kok nggak ada sih, apa udah bangun ya" gumam Mela.
Mela turun dari ranjang menuju kamar mandi.
" lho kok nggak ada juga di sini, lalu dimana Mas Fino, tumben... biasanya juga aku yang bangun duluan" ujar Mela.
Mela ingat jika semalam Fino lembur.
" apa masih di ruang kerjanya ya" Mela mencari Fino di ruang kerja.
Ceklek.
Benar saja saat Mela membuka pintu, Fino masih tertidur di meja.
Mela belum berniat membangunkan Fino, ia memeriksa hp Fino terlebih dahulu.
" astagah... ternyata nomor yang kemarin masih mengirim pesan" Ujar Mela sambil menutup mulutnya yang menganga karena kaget.
Ia membuka pesan tersebut.
" siapa sebenarnya perempuan ini, kenapa dia memanggil Mas Fino sayang, aku harus menghapus pesan ini" gumam Mela.
Pesan telah di hapus, Mela tidak sengaja menjatuhkan buku di samping Fino.
Fino bangun, sementara Mela kaget lalu meletakan hp Fino asal.
" sayang" kata Fino.
" iya mas, kamu udah bangun" tanya Mela.
" iya, mas ketiduran di sini ya semalam" ujar Fino.
" heemmm"
" sholat dulu mas, udah subuh" ujar Mela.
Fino menuntun Mela menuju kamar untuk sholat subuh berjamaah.
...----------------...
Sarapan telah siap, Mela memanggil Fino di kamar untuk sarapan pagi.
Drtt drrtt.
" ada telfon" gumam Fino.
Fino ragu untuk mengangkat telfon tersebut.
Berulang kali hpnya berdering, akhirnya Fino mengangkat telfon tersebut.
📞 " pagi Fino sayang"
📞 " siapa kamu"
📞 " aku ini kekasihmu, aku kangen sama kamu sayang"
📞 " kangen....".
Saat Fino berkata kangen, saat itu pula Mela membuka pintu.
__ADS_1
Fino langsung mematikan telfonya karena takut Mela akan salah paham karena itu.
" siapa mas?" selidik Mela.
" eh i- itu tadi ada orang yang telfon, salah sambung" Fino berkata jujur, ia hanya takut Mela akan marah sekarang.
" salah sambung.." aura kemarahan mulai muncul diwajah Mela.
" sudah lah sayang, aku juga nggak tau kok, cuma salah sambung" Fino menuntun Mela keluar dari kamar.
" pasti benar kan Mas Fino selingkuh, buktinya aja pas telfon dia bilang kangen segala" batin Mela.
" baiklah aku akan mengikuti alurnya dulu, kalau memang dia selingkuh, aku tidak akan memaafkannya" kesal Mela dalam hati.
Sarapan telah dimulai. Mela jadi tidak selera untuk makan. Ia hanya memakanya sedikit dan memainkan sisa nasi di piringnya menggunakan sendok.
" kamu kenapa sayang, kok kelihatanya lesu banget sih?" tanya mama.
" nggak papa kok ma, Mela cuma malas aja hari ini" jawab Mela.
" habisin dong nasinya, nanti sakit perutnya kalau makan sedikit" ujar Fino.
" enggak mas" jawab Mela singkat.
" apa Mela dengar ya yang tadi telfon itu" batin Fino.
" kenapa ada nomor asing lagi, pasti ulah Kesya nih, awas saja akan aku beri pelajaran kalau sampai mengusik hidupku lagi" batin Fino lagi.
...-------------------...
Fino telah sampai di kantor. Ia juga jadi lesu karena sikap Mela tadi pagi.
Arga masuk ke dalam ruangan Fino.
" elo kenapa bos, nggak semangat hari ini" tanya Arga.
" nggak papa" jawab Fino.
" lain kali aja kalau gue butuh, gue pasti panggil elo" ujar Fino.
" iya deh, gue paham" setelah meletakan berkas yang di bawanya, Arga pamit keluar.
" haahhhhh, jadi malas banget sih rasanya" ujar Fino.
Ting...
Ada pesan masuk di hp Fino.
✉ " kamu lagi apa sayang?"
Begitulah pesan di hp Fino barusan.
Fino merasa geram, ia langsung saja menelfon nomor tersebut.
" kenapa nggak di angkat sih" geram Fino.
Fino terus saja menelfon nomor tadi. Tapi tidak juga di angkat.
Setelah panggilan ke 5 akhirnya telfon tersebut di angkat juga.
📞 " hallo, siapa kamu sebenarnya?"
📞 " aku sayang sama kamu Fino"
Perempuan itu langsung mematikan telfonya.
" apa sebenarnya yang dia mau, kalau benar dia Kesya aku tidak akan memaafkan jika sampai ada apa - apa dengan rumah tanggaku" ujar Fino geram.
Fino memblokir lagi nomor Kesya itu, ia takut Mela akan salah paham nantinya.
__ADS_1
Di ruangan Arga.
" Mas Arga bisa minta tolong nggak, komputernya tiba- tiba eror nih" ujar Tata.
" oh itu sih gampang" Arga langsung mengotak atik komputer Tata.
" sudah"
" wah hebat kamu, aku sampai kesusahan tadi, makasih ya" ujar Tata.
" sama - sama, bilang aja sama aku kalau kamu perlu apa - apa oke" kata Arga.
" iya mas"
Arga sangat perhatian dengan Tata. Itu adalah salah satu strategi untuk mengambil hati Tata.
" dia baik juga, coba aja dulu Adi nggak selingkuh.. Aku rindu saat masih punya pacar dulu" batin Tata.
" Tata..." panggil Arga sambil melambaikan tanganya di depan wajah Tata.
" eh iya, maaf kenapa ya?" tanya Tata.
" makan siang yuk" ajak Arga.
" ayo, aku juga sudah lapar" kata Tata.
Arga mengajak Tata makan siang di restoran favoritnya .
Tempatnya tidak terlalu jauh dari kantor. Tak butuh waktu lama untuk sampai di sana.
" kamu mau pesan apa?" tanya Arga.
" apa ya..?" lirih Tata.
" apa aja deh"
" baiklah"
Arga menulis beberapa makanan kesukaanya. Ia menulis untuk dua porsi.
Sambil menunggu makananya datang, Arga mencoba mengajak Tata mengobrol.
" kamu udah lama ya berteman sama Mela?" tanya Arga.
" lumayan, sejak SMP sampai sekarang" jawab Tata.
" oh udah lama ya"
" heemmm"
" mau tanya apa lagi ya, jadi bingung pengen ngomongin apa" batin Arga.
" kamu udah punya pacar?" tanya Arga spontan. Arga juga kaget karena ia tiba - tiba bertanya seperti itu.
Saat pertama Tata bekerja bersama Arga mereka hanya mengobrol tentang pekerjaan. Dan barulah sekarang Arga punya kesempatan untuk ngobrol bebas dengan Tata.
" eh aku baru beberapa bulan ini jomblo" jawab Tata lirih.
" oh sama dong" Arga lalu menutup mulutnya lagi.
Arga pikir apa yang barusan ia katakan itu bisa menyinggung Tata. Karena otak dan mulutnya tidak bisa diajak kompromi, sedangkan hatinya merasa senang setelah tau status Tata.
" Ah aku nggak percaya kalau Mas Arga itu jomblo" sahut Tata.
" beneran deh, sekarang aku cuma pengen cari wanita yang mau diajak serius" ujar Arga.
" oh begitu ya"..
__ADS_1
Bersambung......
Dukung Author ya dengan cara like komen dan kasih votenya oke !!.....🙏🙏😊😊😊