
Mela sedang mengantri untuk membayar.
Suasana di mini market itu sedikit ramai, sehingga harus berdesak - desakan.
Tanpa mereka ketahui ada satu pria yang mencurigakan disana. Pria itu seperti sedang mengamati di sekitar kasir.
Tiba - tiba pria itu mengambil dompet salah satu pembeli di depan Mela. Mela yang melihat itu langsung mengambil tindakan. Mela menjegal kaki pria itu sampai terjatuh. Lalu Mela mengunci tangan jambret itu sampai tidak bisa bergerak. Mela menyuruh pihak mini market untuk menghubungi polisi.
Karena penasaran banyak pengunjung yang berramai - ramai melihat kejadian itu. Fino yang melihat keramaian segera berlari kesana.
" Ya Allah Mela " gumam Fino yang melihat Mela.
" sayang ada apa ini, kenapa dengan dia?" tanya Fino.
" nggak papa tenang saja" jawab Mela.
Tiba - tiba jambret itu berusaha melarikan diri, Mela langsung menarik tangannya lalu membanting jambret itu sampai terjatuh di lantai. Jambret itu meringis kesakitan karena melawan Mela.
Akhirnya polisi tiba di lokasi kejadian. Mela dimintai keterangan oleh polisi itu. Setelah beberapa saat Mela dan Fino kembali ke tempat wisata itu, lalu melanjutkan acara liburan mereka.
" sayang kamu nggak papa kan, ada yang terluka?" tanya Fino.
" nggak ada, Mela nggak kenapa - napa kok" jawab Mela.
" syukurlah kalau begitu" ujar Fino.
Fino terus menggenggam tangan Mela. Mereka menaiki semua wahana yang ada.
Tak lupa mereka menyempatkan diri untuk berfoto bersama.
Tak terasa hari sudah sore.
" sayang mau pulang sekarang?" tanya Fino.
" ayo, capek rasanya seharian disini, tapi seneng deh bisa liburan hari ini" jawab Mela.
Sebelum pulang Fino dan Mela menyempatkan diri untuk sholat terlebih dahulu.
" sayang aku ke toilet bentar ya" ujar Mela.
" iya aku tungguin disini" jawab Fino.
Mela pergi ke toilet sendirian.
" Ya Allah ternyata aku haid hari ini" gumam Mela.
Mela segera mencari pembalut di tasnya.
" untung saja tadi bawa" gumam Mela.
Lebih dari 15 menit Mela belum kembali. Fino mulai khawatir mengingat kejadian tadi. Ia segera menyusul Mela ke toilet perempuan. Fino mencari keberadaan Mela, ia mengetuk setiap pintu toilet itu.
" Mela kamu di dalam?" tanya Fino.
" seperti suara Kak Fino " batin Mela.
Mela membuka sedikit pintu toilet itu lalu melihat orang yang mengetuk pintu tadi.
" Kak Fino, ada apa kak, tunggu sebentar ya" ujar Mela.
" iya, aku tunggu di sini" jawab Fino.
Sebetulnya Mela sedang membersihkan celananya yang terkena noda darah tadi. Setelah selesai Mela pun keluar dari toilet itu.
" maaf ya kak jadi menunggu" ujar Mela saat menghampiri Fino.
" kamu kenapa lama sekali, sakit perut ya?" tanya Fino.
__ADS_1
" enggak kak, ehh gimana ya" ujar Mela.
" kenapa?" tanya Fino lagi.
" kalau jujur malu, tpi kalau nggak jujur nanti dia khawatir lagi" batin Mela.
" Mela nggak jadi sholat kak, Mela datang bulan" ujar Mela.
" lalu kenapa tadi lama sekali di toilet?" tanya Fino.
" iya tadi Mela ngebersihin noda darah di celana kak, jadi lama" jawab Mela.
" ohh aku kira kamu sakit perut, aku jadi khawatir takut seperti kejadian tadi pagi" ujar Fino.
" hehe maaf ya udah bikin kamu khawatir kak" ujar Mela.
" bukan kamu tapi aku seharusnya yang minta maaf, karena tidak bisa jagain kamu Mel " ujar Fino.
Mela tersenyum, karena begitu khawatirnya Fino saat Mela dalam masalah.
" ya udah sana kamu sholat dulu kak, Mela tungguin di mobil ya" ujar Mela.
" iya, ini kunci mobilnya" ujar Fino.
Fino masuk ke dalam masjid untuk melaksanakan sholat. Sementara Mela menunggu Fino di dalam mobil.
Mela membuka galeri ponselnya, ia melihat fotonya tadi bersama Fino.
" serasi " gumam Mela.
Memang Mela dan Fino terlihat sangat serasi. Mela yang cantik dan Fino ganteng, pantas saja ketika Mela bertamu di rumah Fino dulu, Mama Sinta langsung menyukai Mela dan berniat untuk menjodohkannya dengan Fino.
Setelah selesai sholat Fino bergegas menuju mobilnya.
" sayang kita makan dulu ya" ujar Fino.
" boleh deh, udah laper lagi ya" tanya Mela.
" ih gomabal" ujar Mela sambil tersenyum.
Fino mengajak Mela untuk makan terlebih dahulu sebelum pulang.
" sayang kamu pengen makan di mana?" tanya Fino.
" itu kak, di pinggir jalan itu saya, pengen makan pecel lele kayaknya enak deh" ujar Mela.
" serius mau kesana?" tanya Fino
" iya Mela serius" jawab Mela.
" nggak nyangka Mela mau makan di sana" batin Fino.
Setelah sampai Fino dan Mela segera memesan makanan dan minuman yang mereka inginkan.
" silahkan mas mbak" ujar pemilik warung sambil meberikan makanan dan minuman yang mereka pesan tadi.
" makasih buk" .
Mereka pun segera menyantap pecel lele tersebut.
" ternyata enak ya makan di sini" ujar Fino.
" iya, Mela sering makan di tempat kayak gini, apalagi pakai tangan begini, lebih nikmat" ujar Mela.
" dia memang gadis sederhana, nggak suka neko - neko ternyata, pasti aku perjuangin kamu Mel, sampai kapan pun" batin Fino.
" mau nambah Mel nasinya?" tanya Fino.
__ADS_1
" enggak kak, Mela udah kenyang" jawab Mela.
Makanan mereka telah habis, saatnya melanjutkan perjalanan pulang.
Sesampainya di rumah Mela Fino langsung pamit pulang.
" nggak masuk dulu kak?" tanya Mela
" besok pagi aja ya aku jemput kamu, kalau sekarang nggak enak dilihat tetangga, udah mau maghrib jugat" jawab Fino.
" iya deh, hati - hati ya kak di jalan" ujar Mela.
" siap sayang " jawab Fino.
Mela memperlihatkan senyum manisnya sebelum turun dari mobil.
" Mela turun ya, assalamualaikum " pamit Mela.
" iya waalaikumsalam " jawab Fino.
Mela masih berdiri di depan pintu sampai Fino pergi.
Lalu ia segera masuk ke dalam rumah.
" assalamualaikum bi.." ujar Mela.
" waalaikumsalam non" jawab Bi Siti.
" papa sama mama belum pulang ya bi?" tanya Mela.
" belum non" jawab Bi Siti.
" oh.. Mela ke kamar dulu ya"
" iya non".
" capek juga ya main seharian, tapi seneng" gumam Mela.
Mela segera mandi karena badannya terasa lengket sekarang.
🍀🍀🍀🍀🍀
" kamu habis dari mana sih sayang, sampai sore gini" tanya mama.
" Fino jalan - jalan ma sama m
Mela, refreshing.." jawab Fino.
" yang udah punya pacar, jadi lupa nih sama mamanya" goda mama.
" enggak dong ma, Fino nggak akan lupa sama mamanya" jawab Fino.
" makasih ya ma, pilihan mama memang terbaik" ujar Fino sambil memeluk mamanya.
" kenapa sayang?" tanya mama.
" Mela itu istimewa ma" ujar Fino.
" bener kan kata mama" ujar mama.
" iya"
" kamu perjuangin nak, jadikan dia istrimu, mama merestui kalian" ujar mama
" makasih ya ma"
" iya sayang.
__ADS_1
Fino bersyukur, karena memiliki mereka, orang yang selalu menyayanginya.
Bersambung....