
Di rumah Mela.
" makan bakso enak kali ya... seger" batin Mela. Ia segera mencari keberadaan mamanya. " ma... Mela pengen makan bakso deh, kayaknya seger" ujar Mela.
" pengen makan bakso di mana?" tanya mama. " di kantin kampus ma, langganan Mela dulu" jawab Mela.
Mama sedang sibuk sekarang, tetapi ia tidak tega jika menolak Mela. Ia berfikir sejenak. " Sayang kenapa kamu nggak ajak Tata aja kesana, kalau sama mama.. maaf ya nggak bisa sekarang, mama lagi sibuk nih" ujar mama. Mama sedang membuat bingkisan untuk teman arisannya.
" iya mama benar, coba deh Mela telfon Tata dulu" ujarnya lalu pergi ke kamar untuk menelfon Tata.
Sesampainya di kamar Mela tidak langsung menelfon, ia takut akan mengganggu Tata nantinya. Tidak seperti waktu kuliah dulu, kehidupan mereka sudah berubah sekarang. Mempunyai kesibukan masing - masing tentunya.
π " Ta temenin gue beli bakso di kampus yuk"
π " kapan?"
π " sekarang"
π " oke, gue otw kesitu"
π " siippp"
Setelah menelfon, Mela segera ganti baju dan minta izin sama Fino.
π " mas, Mela pengen makan bakso di kampus, terus kesananya sama Tata boleh ya"
π " iya hati - hati ya dijalan".
Setelah siap Mela segera menunggu Tata di depan rumah.
Tin - Tin bunyi klakson mobil Tata.
" ayo Mel, gue juga laper nih" ajak Tata.
" oke, kita berangkat"
Mela duduk di sebelah Tata, tak lupa ia memakai seat beltnya. Tata mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Untungnya jalanan tidak terlalu ramai. Setelah beberapa saat mereka pun sampai di kampus mereka dulu.
" kangen ya sama suasana kuliah dulu" ujar Mela. " iya Mel, nggak nyangka elo udah nikah sekarang ya" ujar Tata.
" hahaha" mereka tertawa karena obrolan mereka.
Setelah sampai di kantin, Mela dan Tata segera memesan baksonya. Mereka datang di waktu yang tepat, semua mahasiswa sedang belajar sekarang, jadi kantin pun sepi pembeli.
" buk.. Mela pesen bakso kuah ya tapi nggak usah pakai bawang goreng, minumnya air meneral aja nanti" ujar Mela.
" siap neng Mela, kalau neng Tata?" tanya bu kantin.
" Tata bakso komplit ya buk, minumnya jus jeruk" jawab Tata.
Setelah memesan mereka segera duduk di kursi dekat jendela.
Bakso pesanan mereka telah siap, dan di antar oleh bu nani, penjual bakso itu.
" silahkan neng Mela sama neng Tata" ujar Bu Nani.
" makasih ya bu" . Ibu kantin itu sudah akrab dengan Mela dan Tata dari dulu saat mereka masih kuliah, karena mereka berdua selalu langganan disana.
__ADS_1
" bukannya kalian sudah tidak kuliah lagi ya?" tanya Bu Nani.
" iya buk.. Mela kesini karena pengen makan bakso di sini" jawab Mela.
" dia ngidam bu.." sahut Tata.
" wahh sudah nikah ya neng Mela ini, kalau neng Tata gimana?" tanya Bu Nani lagi. " Tata belum bu.. doain aja ya" jawab Tata. " pasti neng " sahut Bu Nani.
Setelah Bu Nani pergi, mereka segera menyantap bakso masing - masing.
" emm enaknya" gumam Mela.
" haha dasar bumil, udah nggak sabar lihat perutnya membuncit, pasti lucu deh.. cewek tomboy... hamil....πππ" ujar Tata dalam hati.
" hei" Mela menepuk pundak Tata, hingga Tata tersedak karena kaget.
" uhuk uhuk uhuk" Tata terbatuk - batuk, lalu meminum jus jeruknya.
" kaget tau Mel" ujar Tata.
" hehe maaf, habisnya elo sih, bukannya makan malah ketawa sendiri" kata Mela.
" hahaha gue kan lagi membayangkan kalau perut elo udah buncit hahaha pasti lucu" batin Tata.
" nggak papa kok, gue cuma ingat sesuatu tadi" ujar Tata sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Tata terpaksa berbohong karena takut Mela akan marah jika dia jujur.
" ohh kirain kenapa, makan gih keburu dingin... enak tau" ujar Mela.
" iya gue makan nih" sahut Tata sambil memakan satu butir bakso.
Β ---------------
Setibanya di rumah Mela langsung masuk ke kamar untuk bersih - bersih badan.
Ting. Hp Mela berbunyi.
Fino mengirim pesan suara kepada Mela.
π " sayang pengen nitip apa, sebelum mas pulang" bunyi pesan dari Fino.
" emm apa ya, lagi nggak pengen apa - apa sih" gumam Mela.
π " Mela nggak pengen apa - apa mas"
Setelah membalas pesan Fino itu, Mela segera mandi karena badannya sangat lengeket.
-----------------
Fino telah sampai di rumah. Ia segera masuk ke dalam.
" assalamualaikum ma" salam Fino.
" waalaikumsalam, Mela juga baru saja pulang nak, baru mandi mungkin" ujar mama.
" emm, kalau begitu Fino ke kamar dulu ya ma" pamit Fino.
" iya nak"
__ADS_1
Fino berjalan dengan cepat menuju kamarnya. Ia membuka pintu pelan sekali.
Karena di kamar tidak ada Mela, Fino pun segera mencarinya di kamar mandi.
" benar dia lagi mandi" gumam Fino pelan. Lagi - lagi Fino membuka pintu kamar mandi sangat pelan. Mela lupa tidak mengunci pintu, hingga Fino bisa masuk dengan mudahnya. Setalah Fino berhasil masuk, ia langsung bersembunyi di balik gorden. Rupanya Mela sedang berendam sekarang.
" ini salah kamu ya nggak kunci pintunya tadi" batin Fino.
Mela masih sibuk menggosok badannya.
" sepertinya ada orang lain selain aku deh" batin Mela. Ia mengedarkan pandangannya ke kanan dan ke kiri tanpa sepengetahuan Fino.
Saat Mela melihat kaca, tanpa di sengaja ia melihat bayangan tubuh Fino di sana.
" ya ampun, pulang kerja langsung main petak umpet ya mas hahaa" bati Mela.
" keluar mas dari persembunyian, aku sudah menangkap basah kamu yang sedang ngintipin aku ya" ujar Mela lantang, hingga mengagetkan Fino.
" kok dia bisa tau sih" batin Fino heran.
" hehehe kok kamu bisa tau sih kalau aku di sini" tanya Fino.
" ituuu" Mela menunjuk cermin di samping Fino.
" ahh bodonya aku, jadi ketahuan deh" ujar Fino, lalu mendekati Mela. Ia duduk di samping bathup.
" hahahaha" Mela tertawa terpingkal - pingkal setelah Fino menyadari kesalahannya.
" sini mas bantuin gosok punggungnya" Fino menawarkan diri untuk membantu Mela mandi.
" nggak usah mas, kamu pasti capek kan baru pulang kerja" tolak Mela.
" liat istriku lagi mandi rasa capeknya langsung hilang seketikaπ" ujar Fino sambil nyengir kuda.
" ah aku tau, kamu pasti ada maksud lainnya kan?" tanya Mela.
" tenang aja, mas cuma pengen bantuin kamu mandi kok, nggak minta lebih, suerrr dehβ" ujar Fino sambil mengacungkan dua jarinya.
" tapi kalau nanti malam boleh ya" pinta Fino.
" haha iya deh, boleh... tapi cuma bantuin gosok badan aku aja ya nggak lebih." Mela pun menyetujuinya.
" iya tenang aja"
Fino menggosok tubuh Mela pelan dan tlaten. Mereka juga saling bercanda.
Rasa lelah dan capek Fino seketika hilang karena Mela. Fino pun ikut berendam juga sekarang. Mereka berdua juga manusia normal, author tidak tau apa yang sedang mereka lakukan. Author jadi malu karena mereka sedang mandi bukan πππβββ.
Bersambung.......
Tunggu next episodenya ya...
Jangan lupa like komen dan votenya ya kalau sudah baca.
Maaf kalau ceritanya nggak nyambung sama sekali.
Mohon dukungannya ya man temanππππ
__ADS_1