ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK

ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK
Episode 40


__ADS_3

Fino dan Arga telah sampai di kantor. Rupanya sekarang sudah jam 9 malam.


" duh hp ku mati lagi" gumam Fino.


Setelah mengambil tas kerjanya, Fino segera pulang ke rumah. Takut Mela khawatir karena Fino tidak bisa mengabarinya.


" Ga gue duluan ya, takut istri gue nyariin" pamit Fino.


" iya, gue juga mau pulang sekarang, capek" jawab Arga.


Mereka pulang beriringan. Setelah sampai rumah Fino pun segera masuk ke dalam mencari keberadaan Mela.


" Assalamualaikum ma pa" salam Fino.


Ternyata mama sama papa belum tidur.


" waalaikumsalam Fino, kamu lembur ya?" tanya mama


" iya ma, ada sedikit masalah di kantor"


" Oh ya Mela di mana ya?" tanya Fino karena ia tidak melihat Mela di sini.


" Mela baru aja masuk kamar " jawab mama.


Fino pun pamit, lalu pergi ke kamar.


Ia berjalan dengan cepat, sudah tidak sabar ingin melihat senyuman istrinya itu.


Ceklek..


Fino membuka pintu lalu masuk ke dalam.


Mela yang akan tidur tiba - tiba bangun karena mendengar suara pintu yang terbuka. Ia pun menyalakan lampu kamar supaya terang.


" kamu kok baru pulang sih mas?" tanya Mela.


" kok Mas Fino pakai kaos sih, apa pulang ke apartemen dulu ya" batin Mela.


" iya sayang, maafin mas ya dari tadi mas sibuk terus " jawab Fino.


" lalu kenapa pesan aku nggak kamu baca?" Mela mulai mengintrogasi Fino.


" maaf tadi nggak ada signal terus sekarang hp aku mati" Fino menjawab jujur, namun ia tidak memberi tau jika tadi ia dan Arga pergi ke plosok untuk menijau pembangunan di sana.


" oh begitu ya, buruan mandi gih udah malam ini" ujar Mela, ia sedikit kesal karena merasa kalau Fino cuek kepada dirinya.


Fino pun menurut saja. Ia segera mandi karena badannya pliket sekali.


Sementara Mela segera tidur karena mengantuk.


Fino sudah selesai dengan ritual mandinya. Setelah ganti baju ia pun naik ke atas ranjang.


" sayang" panggil Fino. Yang di panggil sudah berada di alam mimpi.


Fino merasa kecewa karena ia tidak diperhatikan oleh Mela.


" aduh perutku sakit banget lagi, dari tadi pagi belum makan nasi sama sekali, aku harus minum obat magh" batin Fino.

__ADS_1


Karena Mela sudah tidur Fino pun ke dapur sendirian.


Ia mencari obat magh di kotak P3K.


Setelah ketemu ia segera meminumnya lalu makan roti tawar dengan selai kacang.


" lumayan lah buat ganjal perut" gumam Fino.


Setelah kenyang, Fino pun kembali lagi ke kamar. Ia ikut berbaring di samping Mela.


...----------------------...


Ketika subuh menjelang, Fino bangun sendiri ia melihat sekeliling namun tidak menemukan Mela. Ia. pikir Mela sedang mandi sekarang, Fino pun tidur lagi.


Sementara Mela, kini sedang membantu mamanya memasak di dapur. Mela masih merasa kesal dengan Fino. Maklum saja wanita hamil itu kebanyakan jadi sensitif hatinya. Mudah marah, menangis bahkan senang.


Tanpa disengaja Mela sedang memotong tempe sesuka hatinya. Tidak beraturan bentuknya. Padahal tempe itu akan di goreng oleh mamanya.


" lo sayang, kamu kenapa sih?? itu tempenya kenapa jadi begitu?" ujar mama heran.


Mela tersadar dari lamunannya.


" Astaghfirullah, maaf ma Mela pasti melamun dari tadi" ujar Mela panik.


" kok bisa sih, kalau ada masalah kamu selesaikan baik - baik ya, cerita sama suami kamu atau sama mama, jangan di pendam sendiri oke" tegas mama.


Mela langsung memeluk mamanya sambil menangis. Mama jadi bingung, ia pikir ada yang salah dengan ucapannya.


" kamu kenapa sayang, jangan nangis dong" ujar mama menenangkan Mela.


" Aku nggak papa ma, mungkin cuma kecapekan saja" ujar Mela.


" ya sudah kamu istirahat aja ya di kamar nggak usah bantuin mama dulu" ujar mama.


" iya ma, Mela ke kamar dulu ya" pamit Mela.


Mama menghembuskan nafasnya. " hufftt mungkin lain waktu dia bisa cerita sama mamanya" gumam mama. Lalu Mama Tika melanjutkan masaknya lagi.


Sementara Mela berjalan dengan malas menuju kamar. Pelan - pelan ia melewati tangga satu persatu.


Sesampainya di depan pintu kamar, ia merasa enggan untuk membukanya.


Hingga beberapa saat tekatnya telah bulat, ia pun membuka pintu kamar dengan pelan. Setelah masuk ia tidak melihat Fino.


" mungkin lagi mandi" batin Mela yakin karena ia mendengar gemricik air dari dalam kamar mandi.


Ia merasa malas melihat Fino. Kesal, iya kesal yang Mela rasakan terhadap Fino.


Padahal Mela belum tau apa sebenarnya yang dialami Fino kemarin.


Mela memilih tiduran di ranjang. Tubuhnya ditutupi selimut dari kaki sampai dagunya.


Fino telah selesai mandi. Saat ia keluar dari kamar mandi ia kaget karena melihat Mela sedang tidur sekarang.


Fino buru - buru menghampiri Mela.


" kamu kenapa sayang, kamu sakit??" ujar Fino panik, ia memeriksa suhu tubuh Mela. Mulai dari dahi, pipi hingga badannya. Namun tidak ada yang panas, semuanya normal.

__ADS_1


Karena Mela tidak menjawab Fino jadi tambah bingung sekarang.


" sayang jawab dong... kamu kenapa? jangan bikin aku panik" ujar Fino.


Mela mulai geram. " aku nggak papa, cuma capek" jawab Mela sewot.


" apa salah ku sih, kenapa dia jadi marah begini" ujar Fino dalam hati.


Mela membalikkan posisi tidurnya jadi membelakangi Fino.


Fino pun duduk di samping ranjang.


" sayang maafin aku ya jika aku ada salah sama kamu" ujar Fino tulus.


Mela masih saja diam.


" sayang...." panggil Fino lagi.


" plissss, jangan marah sama aku.... aku minta maaf kalau ada salah sama kamu..." ujar Fino lalu memeluk Mela dari belakang.


Lama kelamaan Mela pun luluh juga. Ia membalikkan badanya menghadap Fino sekarang.


" kamu tau mas apa salah kamu?" tanya Mela.


Fino menggelengkan kepalanya.


" kemarin waktu aku kirim pesan kenapa kamu nggak membalasnya?"


" terus kamu pulang malam juga tidak memberi kabar sama aku"


" yang terakhir kenapa kamu udah nggak pakai jas waktu pulang semalam, udah ganti kaos" cerocos Mela mengeluarkan semua unek - uneknya.


" terus apa lagi?" tanya Fino.


" nggak ada itu doang " jawab Mela dengan nada ketus.


" baiklah aku jelasin ya...


Sebelumya aku minta maaf dulu, sudah bikin kamu marah begini". ujar Fino sambil menggenggam kedua tangan Mela.


" jadi kemarin aku lembur terus itu karena ada sedikit masalah di kantor, aku sedang berusaha menyelidikinya bersama Arga.


Terus waktu sampai kantor sampai siang aku belum membuka hp, aku dan Arga pergi ke desa plosok di sana tidak ada signal terus hp aku low bath, bla...bla...bla..." panjang lebar Fino menjelaskan semuanya kepada Mela.


Akhirnya Mela pun percaya juga karena Mela hanya melihat kejujuran dari mata Fino.


" iya deh, Mela percaya.... maafin Mela juga ya mas udah berpikiran yang enggak - enggak" ujar Mela lalu memeluk Fino.


Setelah beberapa saat Mela tersadar jika Fino hanya menggunakan handuk saja di pinggangnya.


" mas kamu mesum ya" ujar Mela.


" siapa yang mesum, bukannya kamu sengaja ya mlorotin handuk ku" ujar Fino.


Mela segera membantu memakai pakaian kerja Fino, jika tidak, kita tidak akan tau apa yang akan terjadi.


Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2