ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK

ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK
Episode 25


__ADS_3

" Sayang, lusa kita berangkat bulan madu ya, aku sudah siapin semuanya.. tinggal siapin baju - baju doang" ujar Fino.


" lho kok lusa, bukannya habis resepsi ya mas" tanya Mela.


" nggak jadi, mas pengennya lusa. Terus mas udah nyuruh Arga buat kosongin jadwalku selama satu minggu" ujar Fino.


" hah satu minggu" ujar Mela kaget.


" remuk dong badan ku kalau seminggu, apa aku pura - pura sakit aja ya....


Enggak bisa, ucapan adalah doa.. terus gimana dong" batin Mela ngeri.


"mas... emm kenapa lama banget, nggak bisa gitu sehari dua hari aja" Mela mencoba berfikir supaya Fino mau menuruti Mela.


" kamu nggak mau ya liburan sama aku?" tanya Fino.


" bukan begitu... satu minggu itu kan lama mas" ujar Mela memelas.


" biar cepet punya dedek sayang" jawab Fino sambil mengelus kepala Mela.


" ya sudah deh Mela pasrah" Mela pun menyerah.


" nah gitu dong, aku akan buat kamu segera hamil haha" ujar Fino sambil tertawa.


Sementara Mela hanya bergidik ngeri mendengar ucapan Fino.


 


Mela telah selesai mengemasi barang - barang yang akan dibawanya nanti. Saatnya untuk tidur karena besok pagi mereka harus berangkat ke pulau B.


Selesai bersiap saatnya Mela dan Fino berpamitan kepada Mama Tika dan Papa Wawan.


" hati - hati ya nak, pulang dari pulau B harus bawa kabar gembira ya buat kami" ujar Mama Tika.


" iya ma Insya Allah, doakan kami supaya cepet dapat kabar gembira itu" jawab Fino.


" aamiin"


Setelah berpamitan Fino dan Mela pun berangkat menuju pulau B.


Mereka sengaja menaiki taksi karena harus menaiki pesawat untuk sampai di pulau B.


Perjalanan menuju bandara menempuh waktu 30 menit saja. Selanjutnya perjalanan udara selama 1 jam. Sesampainya di hotel Mela langsung tiduran karena capek di perjalanan tadi.


" sayang mandi dulu gih, biar capeknya hilang" ujar Fino.


" iya mas bentar Mela capek banget nih" Salah satu alasan Mela untuk menghindari Fino nanti malam.


" ya sudah mas mandi dulu ya" pamit Fino.


" iya mas"


Fino pun segera masuk ke kamar mandi. Mela melonjak kaget karena ingat sesuatu.


" ya ampun sekarang kan sudah pertengahan bulan, harusnya besok aku datang bulan dong, berarti gagal nih bikin dedeknya kalau aku haid haha" gumam Mela girang.


Setelah Fino selesai mandi, kini giliran Mela.


Mereka hanya bermalas - malasan hari ini. Mungkin besok pagi Fino akan mengajak Mela ke pantai.


" mas Mela laper" ujar Mela .


" sama mas juga, makan di luar yuk" ajak Fino.

__ADS_1


Fino menyewa sebuah motor untuk mereka berkendara selama di pulau B.


" mas Mela pengen makan opor sayur" ujar Mela.


" oke, kita cari sekarang" ajak Fino.


Mereka pun berkeliling kota untuk mencari penjual opor sayur.


" buruan mas, Mela laper banget nih" omel Mela karena dari tadi mereka berkeliling tapi belum juga ketemu sama penjual opor sayurnya.


" iya sayang sabar ya" ujar Fino menenangkan Mela.


" tumben Mela nggak sabaran gini sih" batin Fino.


Akhirnya ketemu juga penjual opor sayurnya. Fino langsung memesan dua porsi untuk mereka.


" silahkan mas mbak" ujar penjual.


" terima kasih buk" jawab Mela.


Sebelum makan mereka berdoa terlebih dahulu.


Mela mulai memakan satu suapan.


" enak... tapi aku kok rasanya enek ya liat daging ayamnya" batin Mela.


" mas ini ayamnya buat kamu aja Mela nggak suka" ujar Mela sambil menaruh ayamnya ke piring Fino.


" kamu ini ada - ada aja sih" Fino menggeleng - gelengkan kepalanya.


Fino sudah kenyang sekarang.


" mas... Mela pengen nambah ya" mohon Mela.


" serius kamu, mas aja kenyang banget" ujar Fino.


" tumben dia minta nambah, porsinya aja banyak tadi, aku aja kekenyangan dia malah minta nambah" batin Fino.


" lapar banget ya Mel?" tanya Fino.


" iya mas, rasanya pengen makan terus" jawab Mela.


" bagus kalau begitu, biar semangat nanti malam" goda Fino.


Mela hanya senyum menanggapi godaan Fino itu.


" haha iya nanti malam, besok pagi adalah tanggal merah, kamu tidak bisa berkutik mas hahaha" batin Mela senang.


Waktu datang bulan Mela memang selalu teratur setiap bulannya. Jadi dia bisa memprediksinya nanti.


Setelah selesai makan mereka pun kembali lagi ke hotel.


Karena kekenyangan Mela pun tertidur.


----------


Malam hari di sebuah kamar hotel bintang 5. Mela dan Fino telah selesai menuntaskan hasrat mereka.


" mas Mela laper nih" ujar Mela.


" laper, bukannya tadi waktu makan malam kamu udah nambah ya makannya" ujar Fino.


" i.. iya sih, tapi beneran, nih dengerin perut Mela udah bunyi terus nih" rengek Mela.

__ADS_1


" ya sudah mas pesenin dulu ya" ujar Fino sambil beranjak mengambil telefon, untuk memesan makanan.


" eh mas, Mela pengen makan bakso di luar" ujar Mela.


" ini kan udah malem sayang, emang masih ada gitu tukang baksonya" tanya Fino.


" emmm, nggak jadi deh kalau begitu.. Mela tidur aja" Mela pun ngambek karena Fino tidak menurutinya.


" tumben - tumbennya dia merepotkan banget sih dari tadi siang, nggak biasanya, pakai acara ngambek segala lagi.. duh udah jam 10, masih ada nggak ya tukang baksonya" batin Fino.


" ayo sayang, pakai bajunya kita cari tukang baksonya ya" bujuk Fino.


" nah gitu dong" jawab Mela girang.


" jangan ngambek ya" ujar Fino sambil mencubit hidung Mela pelan.


" iya mas" .


Mereka pun berkeliling kota mencari tukang bakso yang masih buka.


Untung saja Fino segera menemukannya.


" pak pesen baksonya satu porsi ya" ujar Fino kepada penjual bakso.


" iya mas, minumnya apa?" tanya penjual bakso.


" teh hangat sama kopi hitam ya" jawab Fino.


" oke, tunggu sebentar ya.


Setelah beberapa saat pesanan mereka pun jadi.


" ini mas, mbak,... mbaknya lagi ngidam ya malam - malam begini cari bakso?" tanya penjual.


" enggak kok pak, saya cuma laper kok" jawab Mela malu - malu.


" saya kira mbaknya lagi hamil.. ya sudah silahkan dinikmati baksonya " pamit penjual.


" iya, makasih pak" .


" hamil... jangan - jangan Mela beneran hamil. Tapi kan pernikahan kita baru berjalan hampir satu bulan. Kalau itu benar bersyukur banget aku" batin Fino senang.


Mela hanya menyeruput kuah dan memakan mienya saja. Baksonya masih utuh semua.


" mas aku udah selesai" ujar Mela.


Fino melongo karena ia melihat baksonya masih utuh semua.


" itu baksonya enggak kamu makan apa Mel?" tanya Fino.


" enggak mas, Mela cuma pengen kuah sama mienya doang, kamu mau?" Mela bertanya balik.


" enggak ah, mas masih kenyang" jawab Fino.


" pulang yuk, Mela ngantuk sekarang" ajak Mela.


" mas bayar dulu ya"


Mela menunggu Fino di depan kedai bakso tersebut. Setelah Fino membayar mereka bergegas pulang ke hotel sekarang.


Sepanjang perjalanan mereka hanya sibuk dengan pikiran masing - masing.


" kenapa tingkah Mela aneh banget ya, tadi siang minta opor sayur, tapi ayamnya enggak di makan, makannya juga nambah porsinya.. Sekarang minta bakso tapi baksonya masih utuh, cuma makan mie sama kuahnya doang, baru kali ini Mela bertingkah seperti itu sejak kita kenal dulu. Atau cuma kebetulan aja ya.. " batin Fino.

__ADS_1


Mereka telah sampai di kamar hotel. Mela dan Fino segera tidur karena hari semakin malam.


Bersambung...........


__ADS_2