
Adzan subuh berkumandang membangunkan Fino dari tidurnya. Fino merasa senang mengingat kejadian semalam. Ia mengecup sekilas kening istrinya itu.
Fino pun bergegas mandi terlebih dahulu. 15 menit berlalu Fino telah menyelesaikan mandinya. Lalu ia berniat membangunkan Mela yang masih terlelap . Sepertinya Mela kelelahan sampai alarm di ponsel Fino berdering lagi Mela tidak bangun juga.
" sayang bangun udah subuh nih" ujar Fino membangunkan Mela.
Mela menggeliat lalu menaikkan selimut sampai ke dadanya.
" udah subuh ya mas, perasaan Mela baru aja tidur deh" ujar Mela.
" iya sayang, kamu mandi dulu gih terus sholat subuh, nanti habis sarapan boleh kok tidur lagi" ujar Fino.
" iya mas, bentar ya tungguin Mela "
" iya sayang "
Mela segera turun dari ranjang. Ia merasakan sakit di selangkangannya, lalu duduk lagi di ranjang.
" mas sakit" ujar Mela sambil meringis menahan sakit.
" mas gendong ya ke kamar mandinya " ujar Fino.
Mela pun mengangguk. Lalu Fino menggendong Mela samapi kamar mandi.
" udah mas sampai sini aja, Mela malu" ujar Mela.
" beneran nih, bisa nggak mandinya" tanya Fino.
" bisa kok, tungguin Mela bentar ya" ujar Mela.
" iya, mas tungguin di sini"
Mela pun segera mandi takut subuh keburu habis.
Fino membantu menyiapkan baju ganti untuk Mela. Setelah Mela mandi mereka pun segera melaksanakan solat subuh berjamaah. Sehabis sholat Mela segera memasak untuk sarapan.
" wangi banget, masak apa sayang " tanya Fino sambil memeluk Mela dari belakang.
" kamu mas ngagetin aja, Mela masak semur daging" jawab Mela.
" pasti enak, bikin tambah laper aja " ujar Fino.
" tunggu bentar ya, mas kesana dulu deh kalau kayak gini terus Mela nggak selesai - selesai nanti masaknya" rengek Mela.
" habisnya kamu wangi banget, pengen nempel terus rasanya" goda Fino.
" gombal aja, udah sana dulu mas" ujar Mela.
" iya iya" Fino pun menunggu istrinya di meja makan. Tak lupa ia juga mengotak - atik laptopnya.
Karena sibuk sendiri Fino tidak menyadari kalau Mela sudah selesai menghidangkan sarapan di depannya.
Mela pun duduk di depan Fino.
" ayo mas sarapan dulu" ujar Mela.
Lalu mengambilkan nasi untuk Fino.
" udah siap ya" tanya Fino.
" iya, kamu sibuk aja sih dari tadi" ujar Mela.
__ADS_1
"maaf ya" ujar Fino sambil menutup laptopnya.
Mereka pun segera menyantap sarapannya sebelum dingin.
Setelah sarapan Mela segera membereskan meja makan itu. Sementara Fino duduk di balkon sambil menelfon Arga.
📞 " Ga gue libur dulu ya, nanti laporannya elo kirim lewat email aja, oke"
📞 " elo kenapa emang, tumben libur"
📞 " nggak papa, gue capek pengen istirahat"
📞 " tapi kan nanti siang ada meeting bos"
📞" iya gue tau, tolong ya elo yang handel semuanya makasih"
Fino langsung menutup telfonnya.
" pasti ngomel mulu si Arga hahaaha" gumam Fino.
*******
Mela telah selesai menyapu lantai. Sekarang ia ingin rebahan karena capek.
Lalu menghampiri Fino yang sedang duduk di ruang tamu sambil nonton tv.
" kamu nggak kerja mas?" tanya Mela.
" nggak sayang, mas pengen di rumah aja seharian, capek" jawab Fino.
" oh, begitu ya"
Mela pun duduk di sebelah Fino sambil memeluk Fino dari samping.
" emm, besok aja deh kalau udah resepsi baru kita liburan" jawab Mela.
" baiklah, terserah kamu aja" ujar Fino.
Seharian mereka hanya bermalas - malasan. Untung saja besok hari minggu jadi mereka bisa menghabiskan waktu berduaan.
Setelah sholat dan makan Mela tetap di kamar untuk istirahat. Tetapi rencananya gagal karena Fino meminta haknya lagi sekarang.
Fino telah puas dengan aksinya itu, ia pun merebahkan tubuhnya di samping Mela yang sudah tertidur. Fino membelai rambut Mela yang menutupi wajahnya.
" makasih sayang kamu telah menjaga kehormatanmu untukku" ujar Fino lalu mengecup kening Mela. Ia pun ikut tidur karena capek.
******
Malam minggu malam yang panjang. Malam yang asyik buat pacaran hahaha.
Seperti saat pacaran dulu, Mela dan Fino menghabiskan malam minggunya untuk berduaan. Bedanya kalau sekarang mereka sudah menjadi pasangan halal.
Fino mengajak Mela makan malam di luar. Di sebuah restoran yang tidak jauh dari apartemen.
Setelah sampai Fino mengajak Mela masuk ke dalam restoran tersebut.
Fino memanggil waiters untuk memesan makanan.
" sayang kamu mau pesan apa?" tanya Fino.
" apa ya.. ayam bakar aja deh sama cah kangkung, minumnya jus jambu" pesanan Mela.
__ADS_1
" dua porsi nasi putih, terus ayam bakar 2 cah kangkung 1, minumnya jus jambu 1 sama jus mangga satu ya mbak" ujar Fino kepada waiters tadi.
" baik, tunggu sebentar ya" pamit waiters.
" sayang besok kita jalan yuk, kemana gitu" ujar Fino.
" boleh, kemana?" tanya Mela.
" terserah, kamu pengen kemana?"
" gimana kalau ke pantai"
" oke, kalau ke pantai perjalanan sekitar 3 jam kalau nggak macet" ujar Fino.
" jauh ya, berangkatnya habis subuh aja mas, pasti nggak kena macet" ujar Mela.
" Insya Allah ya, harus bangun pagi - pagi kalau gitu" ujar Fino.
" iya mas"
Pesanan pun datang, mereka segera menikmati makan malam mereka.
Setelah kenyang mereka segera pulang ke apartemen.
" mau langsung pulang apa kemana dulu?" tanya Fino.
" langsung pulang aja deh mas, kekenyangan jadi ngantuk nih" ujar Mela.
" baiklah tuan putri"
Mela senyum senang.
" ternyata lebih enak ya jalan sama suami, kemana - mana bisa berdua" batin Mela.
Fino mengenggam tangan Mela dengan erat, sesekali ia mencium tangan Mela itu.
Lalu sampailah mereka di parkiran apartemen. Mereka segera berjalan menuju lift untuk sampai di apartemen Fino.
Mela dan Fino menggosok gigi terlebih dahulu sebelum tidur. Lalu mengganti pakaian dengan baju tidur.
" sayang kok nggak pakai baju yang kayak semalem sih" tanya Fino karena Mela sekarang menggunakan daster.
" enggak ah, nanti malah nggak jadi tidur kalau pakai yang itu" jawab Mela.
" hehe iya deh, kamu tau aja" ujar Fino cengengesan.
" maaf ya mas, bukannya Mela menolak, tapi tadi kan udah, Mela pengen tidur sekarang biar besok bisa bangun pagi😅" ujar Mela .
" iya deh, kamu menang sekarang.. tapi peluk boleh kan?" tanya Fino.
" iya boleh"
Fino pun memeluk Mela dengan erat sebelum tidur.
" sayang kamu pengen punya anak berapa?" tanya Mela.
" berapa ya, mungkin tiga atau empat gimana, biar rame gitu" jawab Fino.
" banyak dong, semoga Allah segera kasih kita rejeki ya mas" ujar Mela.
" iya aamiin, harus lebih giat lagi dong bikinnya" ujar Fino sambil menarik tubuh Mela ke pelukannya.
__ADS_1
Yang terjadi terjadilah. Tetapi Fino hanya sebentar melakukannya, takut Mela kelelahan besok. Setelah puas mereka pun segera tidur supaya tidak kesiangan bangunnya. Fino tidur sambil memeluk Mela dari belakang.
Bersambung.....