ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK

ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK
Episode 41


__ADS_3

Salah paham sudah berganti dengan canda tawa lagi. Memang sejak hamil Mela menjadi lebih perasa hatinya.


Setibanya di kantor, Fino langsung di cegat oleh Arga. Arga buru - buru menyeret Fino ke dalam ruangan bosnya itu.


" lo itu kenapa sih Ga pake narik - narik gue segala, gue bisa jalan sendiri" geram Fino. Setelah merapikan pakaiannya Fino menyuruh Arga untuk duduk di sofa.


" gue udah tau siapa dalang di balik masalah yang sedang kita selidiki" ujar Arga. Fino sangat penasaran siapa pelakunya. Ia menyimak setiap apa yang diucapkan oleh Arga.


" Dia adalah Pak Handoyo" kata Arga.


" ah yang bener, dia kan udah lama mengabdi di perusahaan ini" ujar Fino.


Pak Handoyo adalah manager keuangan di kantor pusat. Memang sudah lama ia bekerja di sini.


" iya, setelah gue selidiki ternyata dia mentransfer uangnya ke rumah sakit harapan" terang Arga.


" rumah sakit harapan? tapi untuk apa uang sebanyak itu, apa dia sakit?" tanya Fino.


" gue juga belum tau untuk siapa" jawab Arga.


Mereka mencari informasi lebih detail lagi dari rumah sakit tersebut. Kata pihak rumah sakit Pak Handoyo mentransfer uang tersebut untuk biaya istrinya yang sedang sakit parah. Istri Pak Handoyo harus melakukan cuci darah sebulan sekali, karena itu ia membutuhkan uang yang sangat banyak.


" kasihan juga Pak Handoyo, tapi kenapa dia berani sekali menggunakan cara seperti itu untuk mendapatkan uang" ujar Fino, ia merasa merah sekaligus iba.


" sepertinya kita harus memanggilnya sekarang juga" ujar Arga.


" elo benar, kita harus segera meluruskan masalah ini" ujar Fino.


Arga memanggil Pak Handoyo ke ruangan Fino.


" maaf Pak Fino ada yang bisa saya bantu" tanya Pak Handoyo setelah memasuki ruangan Fino.


" silahkan duduk pak " suruh Fino.


Pak Handoyo mulai gugup sekarang, ia takut jika Fino sudah mengetahui semua kelakuannya yang tercela itu.


" emm Pak Handoyo, saya ingin anda berkata jujur sekarang " ujar Fino to the point.


" ju.. jujur soal a apa ya Pak? " tanya Pak Handoyo gugup.


" soal penggelapan uang dari proyek pembangunan sekolah di desa plosok" ujar Fino.


Duarrrr

__ADS_1


Bagai di sambar petir di siang hari. Pak Handoyo sangat takut karena Fino sudah mengetahuinya. Ia berlutut di depan Fino dan Arga. Pak Handoyo menangis, ia tidak tau harus berkata apa.


" ma maafkan sa saya Pak Fino, sa saya melakukan ini karena terpaksa....


Istri saya sedang sakit, ia harus melakukan cuci darah sebulan sekali, dan itu memerlukan biaya yang banyak...


Saya bingung harus mencari uang di mana, maafkan saya " ujar Pak Handoyo sambil terisak.


Rupanya istrinya itu sudah lama mengalami gagal ginjal, namun Pak Handoyo baru beberapa bulan ini mengetahui jika istrinya sudah sakit parah. Setiap bulan ia memberikan semua gajinya kepada istrinya selalu tidak cukup untuk biaya sehari - hari mereka. Karena uang itu digunakan untuk berobat secara diam - diam.


Pak Handoyo sangat marah karena sang istri menyimpan rasa sakitnya sendirian.


Ia kecewa karena tidak bisa menemani istrinya saat berobat. Dia tidak tau harus meminjam uang dari siapa lagi. Dia khilaf karena mengambil jalan pintas seperti itu.


" sekali lagi saya minta maaf, tolong jangan pecat atau penjarakan saya, saya masih butuh pekerjaan ini, nanti kalau istri saya sudah sembuh, saya berjanji akan mengembalikan semua kerugian dari perusahaan ini Pak Fino " pinta Pak Handoyo.


" saya sangat menyayangi istri saya, saya takut kehilangan dia" ujar Pak Handoyo tulus dari dalam hatinya.


Fino kasihan setelah mendengar cerita Pak Handoyo tersebut. Ia hanya melihat kejujuran dari sorot mata Pak Handoyo.


" baiklah saya maafkan anda, tapi saya sangat tidak suka dengan cara kotormu untuk mendapatkan uang, mungkin istri anda akan memilih mati dari pada harus berobat menggunakan uang yang haram seperti itu" ujar Fino.


" terima kasih sudah memaafkan saya, saya sangat menyesal atas perbuatan saya itu " Pak Handoyo masih saja berlutut dan menangis.


" seharusnya dari awal anda bilang sama saya, soal biaya Insya Allah saya bisa membantu, dari pada seperti ini, merugikan semua orang bukan" ujar Fino sedikit meninggikan suaranya.


" wah pasti hukumannya berat nih, salah sendiri merepotkan huh" batin Arga.


Sementara Pak Handoyo hanya menunduk menyesali perbuatanya.


" Arga tolong transfer uang untuk biaya pengobatan istri Pak Handoyo secukupnya, dan untuk uang yang sudah anda gelapkan itu saya sudah iklaskan. Untuk selanjutnya jangan ulangi lagi, kalau sampai itu terjadi bapak akan menanggung sendiri akibatnya" ujar Fino.


" haaahhh iklaskan... aku kira akan di laporkan ke polisi ini orang, memang baik banget si Fino ini, salut gue sama dia" ujar Arga dalam hati.


" baik Pak Fino terima kasih atas kemurahan hati anda, sekali lagi terima kasih" ujar Pak Handoyo.


Fino menganggukan kepalanya.


" kembalilah ke ruangan anda. Bereskan semua barang - barang anda, sebagai hukumannya saya akan menurunkan jabatan anda menjadi karyawan biasa" perintah Fino kepada Pak Handoyo.


" baik Pak Fino, saya permisi dulu" pamit Pak Handoyo.


" hemm"

__ADS_1


" terima kasih Tuhan, Pak Fino memang baik, aku menyesal telah melakukan perbuatan tercela ini" ujar Pak Handoyo dalam hati, ia telah menyesali perbuatannya.


Setelah Pak Handoyo pergi, kini hanya ada Fino dan Arga di ruangan tersebut.


" jangan sampai ada yang tau tentang perbuatan Pak Handoyo, kita rahasiakan saja, kasihan juga dia" ujar Fino kepada Arga.


"oke".


Mereka kembali lagi bekerja. Untung saja masalah cepat teratasi, kalau tidak mungkin pembangunan sekolah di plosok akan terbengkalai.


Setelah menyelesaikan pekerjaanya Fino segera pulang, padahal sekarang baru jam makan siang.


" Ga gue pulang dulu ya" pamit Fino.


" tumben pulang jam segini?" tanya Fino.


" gue ada urusan di rumah" jawab Fino.


" ah pasti urusan sama bini elo kan?" tanya Arga lagi.


" iya lah, sama siapa lagi" jawab Fino lalu pergi meninggalkan Arga.


Sesampainya di rumah, Fino langsung mencari Mela di kamar.


Mela sedang tidur di atas sofa dengan tv masih menyala.


Fino mengecup bibir Mela, hingga Mela kaget dibuatnya.


" lho mas, kok ada di rumah sih bukannya masih siang ya?" tanya Mela.


" iya, mas kangen sama kamu" jawab Fino sekenanya.


" kangen....??" ujar Mela heran.


" hehe mas capek, badannya pegel semua.. pengen tiduran di rumah kayaknya enak" ujar Fino sambil membaringkan tubuhnya di kasur.


" sini aku pijitin mas" Mela ikut naik ke atas kasur. Ia membantu Fino membuka sepatu dan kemejanya. Setelah itu mulai memijat tubuh Fino dengan telaten.


Fino menikmati pijitan Mela hingga tertidur karena keenakan dipijit oleh istri tercinta.


Bersambung......


**Maaf ya author tidak bisa up setiap hari,

__ADS_1


Tapi kalau ada yang suka sama ceritanya jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya like komen sama votenya biar rajin upnya😊**


__ADS_2