
Satu bulan berlalu begitu cepat. Usia kandungan Mela memasuki bulan ke 7. Beberapa hari lagi akan diadakan syukuran 7 bulanan di kediaman Papa Wawan.
" bagaimana ma persiapanya sudah lengkap kan?" tanya Mela.
" sudah, tinggal mengundang anak - anak yatim saja " jawab mama.
Mereka akan mengadakan pengajian dan ngaji bersama di rumah. Dengan mengundang anak yatim dari panti asuhan.
Mereka sedang menonton tv sambil ngobrol di ruang keluarga.
Fino masih di luar negeri, dia akan pulang sebelum acara pengajian. Meskipun berat hati meninggalkan Mela, tetapi Fino tetap melakukan pekerjaan dengan baik.
" udah nggak sabar pengen cepat pulang, 3 hari di sini kayak sebulan aja.. lama banget" gumam Fino.
Fino ingin cepat menyelesaikan pekerjaanya itu. Hingga dini hari pun tetap ia lakukan. Yang seharusnya satu minggu di sana, jadi bisa di singkat waktunya dengan cara lembur setiap hari.
" capek banget badanku, coba aja ada Mela di sini, pasti ada yang mijitin aku" lirih Fino.
" Mela lagi apa ya.."
Fino membuka hpnya. Ada 1 pesan dari Mela, itu membuat Fino senang. Seketika rasa capeknya hilang.
✉ Mela " mas jangan lupa makan ya, aku baru saja makan siang"
Begitulah pesan dari Mela. Di negara Mela sekarang masih siang. Sementara di negara Fino berada, sedang tengah malam.
✉ Fino " iya, makan yang banyak kamu... mas kangen.. tapi mas ngantuk sekarang, udah mau pagi di sini"..
Balasan pesan dari Fino. Lalu Fino membuka pesan lain dari nomor asing.
✉ 08**** " sayang aku kangen, udah nggak sabar pengen ketemu sama kamu"
" siapa sih, dasar orang gila" Fino langsung menghapus pesan tersebut.
" kenapa akhir - akhir ini ada aja nomor asing yang mengirim pesan seperti itu" kesal Fino.
" biarlah yang penting aku tidak ngapa - ngapain kan" ia juga memblokir nomor itu .
...----------------------...
" ma udah siap belum?" tanya Mela.
" ayo sayang" jawab mama saat menghampiri Mela.
Mela akan cek kandungan ke rumah sakit bersama mamanya. Mereka menaiki taksi online yang tadi di pesan oleh Mela.
" pak kita ke rumah sakit M ya" kata Mela
" iya non" jawab pak supir.
Mela sudah membuat janji sebelumnya dengan sang dokter. Ia mendapat nomor antrian ke 15, dan itu sekitar 30 menit lagi.
Tak butuh waktu lama untuk sampai di rumah sakit tersebut. Karena memang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah.
Setelah sampai Mela membayar ongkos taksi tersebut. Barulah setelah itu ia dan sang mama menuju klinik ibu dan anak.
__ADS_1
" baru sampai nomor 7 ternyata" gumam Mela.
Tidak jauh dari tempat Mela duduk, ada sepasang mata yang sedang memperhatikanya.
" bukankah itu istrinya Fino ya" batin perempuan itu. Ia lalu membuka galeri di ponselnya untuk memastikan lewat foto yang di simpanya.
" benar memang dia, kebetulan sekali" batin Kesya lagi. Ya Kesya juga sedang berada di tempat yang sama dengan Mela.
Ia ngin konsultasi tentang kehamilanya.
Kesya mencoba mendekati Mela. Entah apa yang ia pikirkan sekarang.
" maaf mbaknya dapat nomor antrian berapa ya?" tanya Kesya. Ia pura - pura baik kepada Mela.
" saya nomor 15 mbak, mabaknya periksa hamil juga ya?" tanya Mela.
" iya, baru satu bulan usia janinku" jawab Kesya.
" kalau mbak udah berapa bulan, udah besar banget ya" kata Kesya.
" udah masuk 7 bulan mabak"
Kesya mencoba akrab dengan Mela. Sementara Mela hanya menganggap Kesya itu wanita biasa seperti dia.
" ibu Kesya" panggil perawat.
" saya duluan ya" pamit Kesya.
" iya silahkan"
" Tunggu aku Fino aku akan segera masuk ke dalam hidupmu haha" batin Kesya dengan senyum smirknya.
Kesya telah selesai dengan pemeriksaanya. Ia pun keluar dari ruangan dokter saat Mela sedang pergi ke toilet.
" hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengganggu rumah tanggamu perempuan sok suci" lirih Kesya. Ia berlalu pergi meninggalkan rumah sakit.
Mela baru saja kembali dari toilet. Dan sekarang adalah giliranya diperiksa.
Mela dibantu oleh perawat untuk berbaring di ranjang. Dokter mulai mengoleskan krim di perut Mela sebelum USG.
" janinya sehat ya Bu, perkembanganya juga bagus" ujar dokter.
" iya dok".
Setelah USG, Mela dan mama duduk berhadapan dengan dokter.
" apa ada keluhan Bu Mela?" tanya dokter.
" alkhamdulillah nggak ada dokter" jawab Mela.
Perkembangan janin Mela sangat bagus. Dan kondisi ibunya juga sehat. Tinggal menunggu 2 bulan lagi untuk menyambut kelahiran anak pertamanya itu.
" jangan lupa vitaminya dihabiskan ya, makan makanan yang bergizi dan jangan setres" ujar dokter.
" baik dok terima kasih, kami permisi dulu"
__ADS_1
Mela dan mama berpamitan lalu meninggalkan ruang pemeriksaan.
Sebelum pulang ke rumah Mela mengajak mamanya untuk makan terlebih dahulu.
" ma beli soto di depan yuk, kayaknya enak " ajak Mela.
" boleh, mama juga udah laper"
Mereka berjalan kaki lalu menyebrangi jalan untuk sampai di kedai soto itu.
" bu... nasi sotonya dua ya sama minumnya teh manis hangat dua" kata Mela.
" iya non tunggu sebentar ya" kata penjual.
Mela dan mama duduk di bangku dekat jendela. Mereka menikmati suasana keramaian jalan siang ini.
Setelah beberapa saat makanan pun datang.
" silahkan.."
" terima kasih "
Mela menuangkan sedikit kecap manis dan sambal kedalam mangkuk sotonya. Tak lupa ia tambahkan perasan jeruk nipis supaya tambah segar. Ia juga mengambil kerupuk dari dalam toples. Saatnya makan siang.
" enak sayang" kata mama.
" iya ma, Mela selalu beli soto di sini setelah periksa" ujar Mela.
" oh begitu ya".
Makanan telah habis, setelah membayar Mela dan mama pergi dari sana untuk pulang ke rumah.
...--------------------...
Malam hari di kamar Mela.
" Mas Fino tumben nggak bisa di hubungi" lirih Mela.
" apa belum bangun ya jam segini" gumam Mela.
Ketika di luar negeri, setiap jam 8 malam Fino selalu menelfon Mela. Karena malam di sini dan pagi hari di sana.
Mela menjadi gelisah karena dari tadi Fino tidak ada kabar sama sekali.
" semoga Mas Fino baik - baik saja" Mela berdoa dalam hati untuk keselamatan suaminya.
Karena tidak bisa tidur Mela menelfon Tata sekarang. Tetapi sama saja, Tata sedang berada di panggilan lain.
" ah Tata palingan juga lagi telfonan sama Arga, nggak tau apa kalau aku lagi galau" ujar Mela kecewa. Ia meletakan hpnya di atas nakas.
" nonton tv aja kalau begitu, siapa tau bisa ngantuk setelah nonton tv" Mela pun menyalakan tv, lalu tiduran di atas sofa empuknya. Tak lupa ia membawa bantal dan selimut.
Akhirnya tidak butuh waktu lama Mela pun tidur dengan pulas di atas sofa. Sekarang gantian tv yang menonton dirinya tertidur.
Bersambung.........
__ADS_1
Dukung Author ya dengan cara like komen dan kasih votenya oke !!.....🙏🙏😊😊😊