ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK

ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK
Episode 42


__ADS_3

Usia kandungan Mela telah memasuki bulan ke 4. Sebagai tradisi mereka mengadakan syukuran 4 bulanan untuk Mela.


Sebuah pengajian dan ngaji bersama diadakan di rumah keluarga Mela. Mereka mengundang keluarga besar saja untuk mengikuti pengajian.


Fino melantukan Surah Maryam dan Surah Yusuf. Mela merasa sejuk hatinya ketika sedang menyimak sang suami melantunkan ayat Al Quran tersebut.


" dengarkan baik - baik sayang, papa kamu lagi ngaji sekarang.. Suaranya merdu kan" ujar Mela dalam hati. Tak henti - hentinya ia mengelus perutnya yang mulai buncit itu.


Setelah Fino menyelesaikan ngajinya, ia segera menemui sang istri sekarang.


" sayang" panggil Fino lalu mengecup kening Mela sekilas.


Banyak yang melihat keromantisan Fino terhadap Mela. Terlihat Fino sangat menyayangi Mela. Sangat perhatian kepada istrinya yang sedang hamil.


" tuh si Fino, sayang banget ya sama istrinya... nggak nyangka sekarang udah mau jadi papa aja" ujar salah satu keluarga Fino.


" beruntungnya Mela dapat suami kayak Kak Fino, aku mau satu dong"


Para tamu banyak yang membicarakan Mela dan Fino, tapi itu hal yang positif tentunya.


Setelah acara selesai, semua orang pun membubarkan diri sekarang.


" Mela Fino, istirahatlah kalian pasti capek . Biar bibi yang membereskan ini" ujar mama.


" iya ma"


Karena sudah malam Fino dan Mela tidak menolak perintah mama untuk istirahat, mereka benar - benar capek setelah mengikuti acara 4 bulanan tersebut dari tadi pagi.


" mas tidur yuk, ngantuk nih" ajak Mela.


" iya sayang, mas ganti baju dulu ya" Fino segera mengganti bajunya dengan piyama.


Sementara Mela menunggu suaminya itu di atas tempat tidur.


" duh " gumam Mela kaget.


Sepertinya janinya mulai bergerak dalam perutnya itu.


" kamu udah gerak - gerak ya sayang" ujar Mela senang.


" mama kaget, tapi senang udah bisa merasakan kehadiran kamu" Mela mengelus perutnya, tak hentinya ia bersyukur.


" kenapa sayang, kamu sakit perut?" tanya Fino panik.


" nggak papa mas, anak kita tadi nendang - nendang" jawab Mela.


" benarkah?? " tanya Fino memastikan.


Fino tiduran di paha Mela menghadap ke perut.


" sayang katanya kamu nendang - nendang ya di perut mama, papa pengen lihat dong" ujar Fino penasaran. Lalu ia mengecup perut Mela dan memeluknya.


Fino masih setia menunggu sang jabang bayi bergerak di perut mamanya. Namun sayangnya sampai Fino mengantuk pun tidak bergerak juga.


" dia masih malu mas, beneran aku nggak bohong tadi memang nendang - nendang kok" ujar Mela.


" iya aku percaya, nggak papa besok pasti aku bisa lihat" ujar Fino.

__ADS_1


Fino mengajak Mela tidur sekarang karena sudah mengantuk.


Drt..drt..drt..


Baru saja mereka terlelap, Mela dikagetkan oleh hp Fino yang berdering. Mela membangunkan Fino supaya mengangkat telfon tersebut.


" mas ada telfon itu....." ujar Mela sambil menepuk pipi Fino pelan.


" siapa sih malam - malam begini telfon" gumam Fino sambil mengucek matanya.


" hah mau apa Kesya telfon aku malam begini, kalau aku angkat pasti Mela cemburu" batin Fino. Fino tidak jadi mengangkat telfonnya. Ia malah mematikan hpnya lalu mengajak Mela tidur lagi.


" siapa mas, kok nggak di angkat telfonnya?" tanya Mela.


" nggak tau sayang, nomer asing, aku nggak tau" jawab Fino


" kalau nggak di angkat kan nggak tau mas, kalau penting gimana coba" ujar Mela.


" benar sih kata Mela, tapi aku malas menanggapi Kesya" batin Fino.


" nggak papa, nomer nggak jelas juga... tidur lagi sayang" ajak Fino.


Untung saja Mela tidak berprasangka buruk lagi. Kalau Mela salah paham bisa marah lagi Mela.


--------------


Sementara itu di tempat lain, seorang gadis sedang mengumpat karena telfonnya diabaikan oleh Fino.


" nggak aktif lagi hpnya, kamu nggak kangen apa sama aku Fino " ujar gadis itu.


" tunggu aku Fino, aku akan datang ke negaramu sekarang juga" gumam Kesya.


Setiap kali Kesya mengungkapkan perasaanya kepada Fino, Fino selalu menolak karena Fino belum ingin memiliki kekasih. Dan sekarang karena Kesya sudah tidak bisa menahan keinginannya untuk memiliki Fino. Dia nekat datang ke negara Fino untuk menemuinya. Kesya tidak tau jika Fino sudah menikah sekarang.


Kesya hanya tau nomer hp dan kantor Fino dari temannya.


Terlihat Kesya sedang menenteng tas dan menyeret koper menuju bandara. Dia benar - benar nekat ingin menemui Fino.


-------------------------


Pagi hari di kamar Mela.


Fino berniat tidak ingin ke kantor hari ini. Ia ingin mengajak Mela ke tempat spa kusus ibu hamil.


Mela baru saja kembali dari dapur, ia masuk ke dalam kamar untuk memanggil Fino dan mengajak sarapan.


Ceklek.


" lho mas kok belum ganti baju sih?" tanya Mela heran.


" mas pengen libur, kita jalan - jalan yuk" ajak Fino.


" kemana mas?" tanya Mela.


" kemana aja terserah kamu" jawab Fino.


Sebetulnya Fino ingin mengajak Mela ke tempat spa, tetapi setelah mereka jalan - jalan nanti.

__ADS_1


" ayo mas sarapan dulu" ajak Mela.


" ayo" Fino berjalan berdampingan dengan Mela.


Ia memeluk Mela dari samping, dan Mela tidak menolak itu.


Saat sampai di meja makan, Mama Tika dan Papa Fajar belum duduk di sana.


" tumben papa sama mama belum duduk di sini?" tanya Fino.


" iya, tadi aja Mela masak sendiri, dibantu sama bi Siti" jawab Mela.


Setelah menunggu beberapa saat mama dan papa pun datang ke meja makan.


" pagi " sapa mama


" pagi ma pa"


Mereka berdua pun sudah duduk bergabung dengan Mela dan Fino.


" kamu nggak ke kantor Fino? " tanya papa.


" nggak pa, Fino pengen ajak Mela jalan - jalan nanti" jawab Fino.


" bagus kalau begitu, sering - sering lah kamu ajak Mela refreshing Fino, supaya ibu hamil tidak setres" ujar mama sambil menatap tajam papa.


" iya ma"


" maksud mama apa melotot sama papa?" tanya papa.


" ih papa ini nggak peka" jawab mama sewot.


Mela dan Fino hanya tertawa mendengar omelan mamanya.


" pa.. mama itu juga pengen diajak jalan sama papa" ujar Mela.


" beneran ma?" tanya papa.


" iya pah... mama kan juga bosen dirumah terus" jawab mama.


" gimana kalau kita pergi bareng aja mama sama papa juga ikut" ajak Mela.


Fino mengangguk menyetujuinya.


" ayolah pa... kita double date gitu" sahut Mela.


" baiklah.. papa ikut kalian"


Mama dan Mela bersorak senang. Jarang sekali bisa ada waktu untuk jalan - jalan bareng sekeluarga.


" kalau bukan Mela yang memohon aku mungkin akan menolak, hari ini kan ada rapat" batin papa.


" sudahlah aku ikut aja, jarang juga aku bisa pergi dengan anak dan istriku" batin papa lagi.


Mereka pun melanjutkan sarapan mereka dengan tenang sebelum pergi jalan - jalan nanti.


Bersambung...........

__ADS_1


Menurut author episode ini mulai seru, kalau menurut kalian bagaimana riders???


Tinggalkan jejak kalian dikolom komentar ya, sama likenya jangan lupa😊🙏🙏


__ADS_2