
" Ga elo jemput karyawan ini ya di cabang, dia yang gue pilih " ujar Fino sambil memberikan berkas kepada Arga.
" Sekarang!!!!"
" kenapa harus gue yang jemput sih?" tanya Arga sedikit protes.
Karena biasanya jika ada karyawan yang di mutasi Arga hanya bilang saja sama bawahannya. Dan orang tersebut yang datang sendiri ke pusat.
" mau nggak nih, kalau elo nolak berarti elo menyia - nyiakan kesempatan yang kue kasih nih" ujar Fino.
" maksudnya??" tanya Arga tidak mengerti.
" buruan deh elo ke sana"
" iya deh "
" dari pada membantah, percumah juga palingan gue yang kalah" batin Arga kesal.
Fino pergi begitu saja dari hadapan Arga. Dia berlalu sambil menahan tawanya karena melihat wajah Arga yang nampak kesal dibuatnya.
Arga pun dengan langkah yang berat segera menjalankan perintah bosnya itu. Dia menyayangkan waktunya yang terbuang hanya untuk menjemput satu karyawan tersebut. Sementara pekerjaanya masih menggunung di meja kerjanya.
" dia ngerjain gue pasti, awas aja suatu saat nanti gue juga akan mengerjainya balik" gumam Arga.
Setelah sampai parkiran, Arga pun melajukan mobilnya menuju kantor cabang. Arga membelah jalanan dengan kecepatan sedang.
" apa istimewanya itu orang sih, kenapa juga harus gue yang jemput.. dia kan bisa datang sendiri" gerutu Arga.
" nggak papa deh, itung - itung sambil cuci mata, siapa tau ada cewek cantik di sana" lirih Arga.
Mobil Arga telah sampai di parkiran kantor. Ia segera menuju lift agar sampai di ruangan karyawan tersebut.
Arga menekan angka 2 pada tombol lift.
Ting.
Setelah pintu terbuka ia segera berjalan ke arah ruangan yang akan di tujunya.
Ceklek.
Terlihat banyak karyawan di ruangan tersebut sedang bergulat dengan pekerjaan masing - masing.
Setelah sampai, Arga membuka kembali berkas yang tadi di kasih oleh Fino.
" Perhatian!! di sini siapa yang bernama Arumi Paramitha?" suara Arga menggelegar di ruangan itu.
Yang merasa di panggil namanya pun segera berdiri dan mengacungkan tangannya.
" saya pak" kata Arumi Paramitha.
" lho bukannya itu Tata ya" batin Arga.
" jadi ini maksud Fino tadi, wah memang sahabat gue yang paling baik nih si Fino hahah" batin Arga lagi.
Karena terpesona melihat Tata, Arga pun jadi lupa tujuannya memanggil Arumi Paramitha.
" bukankah itu temannya Kak Fino waktu itu ya" lirih Tata.
Karena Arga diam saja, Tata pun menghampiri Arga yang sedang berdiri tidak jauh darinya.
__ADS_1
" maaf ada perlu apa ya anda memanggil saya?" tanya Tata sopan.
" ehhh i-iya, kamu ikut saya ke kantor pusat. Pak Fino yang menyuruh saya menjemput kamu" ujar Arga setelah sadar dari lamunannya.
" ini pasti Mela yang nyuruh nih" batin Tata.
" ya ampun mimpi apa gue semalam, ternyata benar ada gadis cantik di sini" batin Arga.
" ini pasti akal - akalan Fino nih, gue nggak jadi membalasnya, gue harus berterima kasih kalau begitu" batin Arga lagi.
" untuk apa ya saya disuruh ke sana? " tanya Tata bingung.
" kamu di mutasi ke kantor pusat. Mulai hari ini kamu bekerja di sana, dan sekarang kamu bereskan barang - barang kamu segera" ujar Arga tegas.
" baiklah segera saya lakukan, saya permisi dulu" pamit Tata.
" saya tunggu di lobi"ujar Arga.
Dengan langkah semangat Arga berjalan menuju lobi untuk menunggu Tata. Arga bersiul sepanjang kakinya melangkah saat ini.
" nggak sia - sia dong gue ke sini, ternyata yang gue jemput bidadari surga kayak si Mela hahaha" lirih Arga.
Setelah beberapa saat terlihat Tata membawa satu kotak barang - barangnya. Arga dengan sigap menghampiri Tata lalu meminta kotak tersebut.
" biar aku saja yang bawa, ini pasti berat" ujar Arga.
" nggak usah saya bisa kok bawa sendiri" tolak Tata.
Akhirnya karena Arga memaksa, Tata pun memberikan kotak tersebut kepada Arga.
" makasih ya" kata Tata lirih.
Mereka menuju parkiran untuk mengambil mobil masing - masing.
" dimana mobil kamu?" tanya Arga.
" eh itu di sana" jawab Tata.
Arga mengantarkan Tata sampai ke mobilnya.
Tata membuka bagasi mobil itu, lalu Arga meletakkan kotak tersebut.
" sekali lagi terima kasih Pak.... " ujar Tata tulus. Ia hanya menyebutnya pak saja karena lupa nama Arga.
" Arga, panggil saja Arga nggak usah pakai Pak, oke" ujar Arga.
" i-iya Pak Arga, m-mak-sud saya Arga " ujar Tata canggung.
" bagus"
Mereka mengendarai mobil masing - masing secara beriringan.
Betapa senangnya Arga karena bisa bertemu lagi dengan Tata. Arga tidak menyangka jika mulai saat ini, setiap hari dia bisa dengan mudah bertemu dengan Tata.
" gue harus bisa mengambil hati Tata mulai hari ini " gumam Arga.
Sementara di mobil Tata.
" gue jadi deg- degan begini sih" gumam Tata.
__ADS_1
" bismillah saja lah, elo itu udah dewasa Ta, jangan kayak anak kecil, dikit - dikit jantungan.. takut jantungan beneran... ih amit - amit" ujar Tata sambil mengetuk dahinya sendiri.
Setelah sampai di kantor pusat mereka memarkirkan mobil masing - masing.
" Ayo ikut aku, kita ke ruangan Pak Fino dulu" ajak Arga.
" iya"
Mereka berdua berjalan bersama menuju ruangan Fino.
Tok tok tok
" masuk"
Arga masuk terlebih dahulu, sementara Tata mengikutinya dari belakang.
" sudah sampai ya" ujar Fino.
Tata mengangguk dan tersenyum. Lalu Fino mempersilahkan mereka duduk di sofa.
" Tata selamat datang di kantor pusat FF, kamu adalah orang yang saya pilih untuk pindah ke sini karena kinerja kamu yang bagus, dan kamu akan saya jadikan sekertaris Arga mulai saat ini juga" ujar Fino yang mengagetkan Tata dan juga Arga.
" yessss" dalam hati Arga. Matanya menjadi berbinar karena senang.
Sementara Tata menjadi sedikit curiga, mungkin saja ini hanya akal - akalan Mela dan Fino saja. Pasalnya dia baru bekerja beberapa minggu saja tetapi dia sudah dapat prestasi di kantor.
" baik Pak Fino, terima kasih atas kepercayaan anda terhadap saya" ujar Tata sopan.
" hemm, Jika ada kesulitan jangan sungkan untuk bertanya kepada Arga " tegas Fino.
" baik Pak "
" Dan kamu Arga, bantulah Tata saat melaksanakan tugasnya. Kalian harus bisa bekerja sama mulai sekarang" ujar Fino
" siap bos, tenang saja, saya pasti bisa membimbing Tata" ujar Arga semangat.
Setelah itu Arga dan Tata pamit ke ruangan mereka.
" kamu harus bisa memanfaatkan kesempatan ini Ga, kalau bukan Mela yang nyuruh ogah juga nyomblangin kalian, nanti yang ada pacaran mulu saat di kantor" ujar Fino.
Fino segera memberitahukan masalah ini kepada Mela.
📞" hallo sayang, Tata udah pindah ke sini sekarang, sesuai permintaan kamu"
📞 " beneran mas?? wah bentar lagi ganti status nih mereka"
📞 " kamu ini ada - ada saya, iya kalau Tata mau sama Arga hahaha"
📞 " iya juga sih"
📞 " ya sudah, mas lanjut kerja lagi ya"
📞 " iya mas"
Fino mengakhiri panggilan telfonnya. Ia meletakkan kembali hp tersebut di meja.
Fino melanjutkan lagi pekerjaanya yang sempat tertunda tadi.
Bersambung.......
__ADS_1