ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK

ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK
Episode 56


__ADS_3

Badai telah selesai. Namun banjir masih sedikit menggenangi area bandara. Mereka harus menunggu sampai banjir surut.


Ting...


✉ Mela " mas kamu kapan pulang, aku khawatir karena kamu tidak ada kabarnya" pesan dari Mela.


Untung saja sinyal sudah kembali normal lagi. Fino pun bisa menghubungi Mela sekarang. Tetapi hanya lewat pesan saja karena pesawat sudah bisa lepas landas.


✉ Fino " mas masih di bandara, tunggu mas ya di rumah doakan mas selamat sampai rumah" Balasan pesan dari Fino.


✉ Mela " iya mas, nanti Mela jemput ke sana"


Mela berjanji akan menjemput kepulangan Fino besok.


Panggilan untuk keberangkatan pesawat Fino sudah bisa di dengar. Tandanya sebentar lagi Fino bisa pulang ke negaranya.


" Bismillah semoga lancar, selamat sampai tujuan" doa Fino dalam hati. Fino sudah duduk di dalam pesawat. Sebentar lagi pesawat akan lepas landas lalu terbang di langit. Butuh waktu sekitar 15 jam di udara.


" gara - gara pengen cepet pulang, aku jadi nggak sempat beli oleh - oleh buat Mela " lirih Fino.


" nggak papa, besok aku bisa ajak Mela belanja di mall sekalian beli perlengkapan bayi"


" Mela pasti bisa memakluminya"


Karena waktu penerbangan yang lama, Fino memilih untuk tidur saja supaya tidak bosan.


...---------------------------...


Mela baru saja membaca pesan dari Fino. Ia merasa lega sekarang.


" syukurlah papa kamu bisa pulang sekarang sayang.. doakan supaya papa selamat sampai tujuan ya nak.. aamiin" ujar Mela sambil mengelus perutnya.


" paling sampai rumahnya besok siang mas Fino, aku harus menjemputnya lebih awal supaya Mas Fino tidak menunggu lama" gumam Mela.


Ya mungkin Fino akan sampai besok siang karena sekarang masih malam hari di sini.


" sebaiknya aku tidur dulu supaya besok kelihatan fresh wajahku" lirih Mela.


Tak lupa sebelum tidur Mela berdoa dulu untuk keselamatan dirinya dan keluarganya.


......---------------------------......


Ketika pagi menjelang, Mela tengah sibuk memasak makanan kesukaan Fino. Meskipun Fino akan sampai di rumah nanti siang, tetapi Mela sudah memasak untuk makan siang nanti bersama Fino.


Mela menyisihkan sebagian lauk yang ia masak tadi. Ia menaruhnya di wadah yang berbeda.


" selesai sudah"


Mela telah menyelesaikan ritual masaknya. Ia pun melepas celemek yang ia kenakan tadi.


" ma, nanti makananya yang aku pisah ini buat Mas Fino ya, aku pengen menjemputnya di bandara nanti" kata Mela.


" iya sayang, tapi sama siapa kamu ke sana?" tanya mama.


" sendiri aja ma, nanti Mela bisa naik taksi ke sananya" jawab Mela.

__ADS_1


" jangan naik taksi, suruh supir papa aja ya yang antar kamu" sahut papa.


" iya deh"


" kasihan Mela kalau sendirian, biar aku temani kesanaya" batin mama.


Semua orang di rumah ini mulai over protektif terhadap Mela. Lantaran perut Mela yang sudah besar itu. Mereka takut terjadi apa - apa sama Mela dan bayinya. Hanya menunggu kepulangan Fino saja untuk melaksanakan pengajian 7 bulanan Mela.


" sayang, mama temani kamu ya yang ke bandara" kata mama.


" nanti sekalian mama mau ambil soufenir buat besok"


" iya ma, Mela malah seneng ada yang nemenin nanti" jawab Mela


Mereka pun memulai sarapan pagi bersama seperti biasa.


 


" masih sakit aja nih perut, pusing juga kepalaku" lirih Kesya.


Kesya hanya bisa berbaring saja di kasur. Perutnya belum pulih akibat keguguran kemarin. Dia juga kehilangan banyak darah. Tubuhnya masih terasa lemas.


" aku harus membeli obat untuk pemulihan "


Kesya mencoba menggerakan kakinya pelan - pelan untuk turun dari ranjang.


Namun sayangnya ia terjatuh karena badanya lemas.


" s****n pakai jatuh segala sih, ayolah aku harus pergi" dengan sekuat tenaga Kesya mencoba berdiri lagi. Pelan - pelan ia bisa melangkah.


" setelah beli obat aku juga harus beli makanan, dari kemarin hanya makan mie instan saja" gumam Kesya.


Kesya telah sampai di apotek. Ia pun memarkirkan mobilnya terlebih dahulu.


" permisi mbak, saya mau beli obat buat pemulihan setelah keguguran" kata Kesya.


" iya, boleh saya minta resep dokternya" ujar penjual.


" resep dokter, jangan - jangan harus ada resep dokternya buat beli obat itu" batin Kesya.


" maaf mbak saya nggak punya" jawab Kesya.


" kalau begitu maaf kami tidak bisa menjualnya" kata penjual.


Kesya mulai marah.


" heh mbak, saya kesini itu mau beli, bawa uang, kenapa ribet amat sih " umpat Kesya.


" maaf karena sudah peraturanya di negara ini, harus ada ijin dari rumah sakit terlebih dahulu untuk mengkonsumsi obat tersebut" kata penjual.


" udah lah cepetan, berapa sih harganya.. saya bisa membeli apotek ini asal kamu tau" ujar Kesya dengan nada tinggi.


" apa dia setres ya, kalau orang asli sini pasti udah tau kan peraturanya" bisik penjual kepada temanya.


" iya kamu benar, aku panggilin satpam aja dari pada dia ngamuk nanti" bisik penjual satunya lagi.

__ADS_1


Saat Kesya sedang marah - marah sambil menggebrak gebrak etalase apotek tersebut.


Dua orang satpam datang untuk mengusir Kesya dari sini. Mereka takut Kesya akan berbuat onar.


" maaf bu, sebaiknya anda pulang saja, mari saya antar ke mobil anda" ucap satpam dengan sopan.


" minggir kalian, saya bisa pergi sendiri" ujar Kesya.


Dengan berat hati Kesya pun menuruti kata satpam tersebut.


Kesya kembali ke mobilnya sekarang.


" ahhh dasar negara aneh" teriak Kesya.


" ada orang mau beli obat aja harus ada syaratnya begitu"


Kesya tidak berhasil membeli obat, tapi setidaknya ia bisa membeli makanan dan minuman sekarang.


-----------------------------------------


Dua jam lagi pesawat Fino akan sampai di bandara. Mela memutuskan untuk berangkat sekarang.


" ma Mela udah siap nih" kata Mela.


" iya bentar mama ambil tas dulu di kamar"


Mela menunggu sang mama di depan rumah. Supir telah siap di samping mobil.


Setelah menaiki mobil, mama mengajak ke tempat soufenir sebentar.


" Pak Anas, kita ke tempat soufenir waktu itu ya" kata mama.


" baik nyonya"


Mobil berjalan dengan kecepatan sedang. Pak Anas mengendarai mobilnya dengan sangat hati - hati karena tadi pagi Papa Wawan sudah mewantinya. "Jangan sampai membuat Mela celaka. Kalau sampai Mela dan bayinya celaka kamu akan tau sendiri akibatnya" Kata itu yang terngiang di kepala Pak Anas.


Setelah sampai hanya mama saja yang turun. Tidak butuh waktu lama karena tinggal mengambil soufenirnya saja. Baru setelah itu mereka akan ke bandara untuk menjemput Fino.


Jalanan menuju bandara tidak terlalu ramai. Sehingga mereka cepat sampai di sana.


" kita tunggu di kantin ya Pak Anas, nanti saya telfon kalau sudah mau pulang" kata mama.


" baik nyonya"


Mela dan mama pun pergi ke kantin untuk menunggu Fino. Karena sebentar lagi pesawat yang di naiki Fino akan sampai di bandara.


" ma kita duduk di pinggir jendela aja yuk biar bisa lihat pesawatnya" kata Mela.


"boleh, kamu duduk aja dulu, mama pesen minuman dulu ya" pamit mama.


" iya ma, jangan lama - lama"


Bersambung.....................


Dukung Author ya dengan cara like komen dan kasih votenya oke !!.....🙏🙏😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2