ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK

ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK
Episode 7


__ADS_3

Cuaca hari ini sedikit mendung, bisa saja tiba - tiba turun hujan.


Fino dan Arga sedang bersiap - siap untuk meeting dengan klien di Cafe XX.


" Ga makan siang di cafe xx aja ya, takut telat nih" ujar Fino.


" siap bos" jawab Arga.


Waktu menunjukkan pukul 12.30 wib. Fino dan Arga memutuskan untuk berangkat lebih awal.


Di dalam mobil " klien kita cewek apa cowok sih bro?" tanya Arga.


" nggak tau, mau itu cewek apa cowok nggak penting, yang paling penting itu kerjasamanya" jawab Fino sambil tertawa. Sementara Arga hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tidak butuh waktu lama, hingga mereka pun sampai ditujuan.


Setelah parkir mereka turun dari mobil lalu masuk ke dalam cafe. Mereka duduk dikursi yang sudah dipesan terlebih dahulu.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


"Mel elo bawa motor ya, nanti beriringan ya dijalan" ujar Tata.


" oke siap"


Mereka mengendarai kendaraan masing - masing.


Setelah sampai mereka segera memarkirkan kendaraan lalu masuk ke dalam cafe.


" Ta duduk di sana aja, tempat biasa" ujar Mela.


" boleh mel" jawab Tata.


Mereka pun duduk di pojok cafe. Tempat favorit mereka sejak masih SMA dulu.


Pelayan pun datang membawa daftar menu.


" aku satu mie goreng seafood sama boba ya mbak" ujar Mela.


" kalau aku nasi goreng telur ceplok sama boba juga" ujar Tata.


" tunggu sebentar ya" ujar pelayan.


" pesennya yang bikin kenyang ya Mel, jadi inget waktu SMA dulu" ujar Tata.


" iya Ta, sering kekenyangan jadinya haha" ujar Mela.


Sebenarnya Fino juga sedang berada di cafe XX, Fino dan Arga duduk tidak jauh dari Mela dan Tata. Tetapi Mela tidak tau karena Fino sedang pergi ke toilet.


Fino POV


" Mela udah pulang belum ya" gumamku.


" biarlah udah gede juga" gumamku lagi.


Setelah selesai dengan urusanku di toilet, akupun kembali lagi ke dalam cafe. Tak kusangka panjang umur si Mela ini. Tanpa disengaja ternyata Mela juga ada di cafe ini. " apa ini yang dinamakan jodoh ya, aku lagi memikirkannya malah dia ada di hadapanku sekarang" batinku.


" sudah Pak Fino? " tanya Arga kepadaku.


" sudah"


" baiklah Pak Fino semoga kerja sama kita berhasil dan sukses ya pak" ujar Pak Rudi. Beliau adalah rekan kerja samaku saat ini.


" aamiin terima kasih banyak atas waktunya pak, mari saya antarkan ke mobil bapak" ujar ku kapada Pak Rudi.


Aku dan Arga mengantarkan Pak Rudi sampai ke parkiran. Setelah kepergian Pak Rudi langsung saja aku menyuruh Arga untuk pulang terlebih dahulu.


" Ga sory ya lo pulang ke kantor duluan, naik taksi, gue masih ada urusan nih" ujar ku.


" emang kenapa?, tadi kan berangkat sama elo masa pulangnya naik taksi sih" ujar Arga heran.


" nih buat bayar taksi, sisanya buat beli permen ya" goda ku , Arga pun tidak bisa menolak lagi 😁


" taksi" teriak Arga saat melihat taksi dari kejauhan.


" gue duluan ya bos" pamit Arga kepadaku.


" oke ".


Setelah Arga pergi aku pun segera masuk ke dalam cafe. Mela tidak tau keberadaanku karena ia asyik memandang laptopnya.


" mungkin sedang nonton film dia" batin ku.


Aku tidak pernah memalingkan pandanganku dari Mela sejak tadi.


Wajahnya yang cantik dan sifatnya yang unik membuatku selalu memikirkannya.

__ADS_1


"Mungkin jodoh pilihan mama itu memang yang terbaik. Tidak salah mama memintaku mendekatinya. Semoga saja dia adalah jodoh pilihan Tuhan untukku" batin ku.


Untung saja Mela terlalu fokus dengan laptopnya, jadi aku bebas memandang wajahnya yang cantik itu.


Tiba - tiba hujan turun sangat deras disertai petir dan angin. Listrik pun menjadi padam seketika. Kelihatannya Mela dan Tata menjadi takut akan hal itu.


" tenang saja Mel ada aku di sini" gumam ku.


Setelah beberapa saat hujan pun agak reda, namun masih gerimis. Aku berinisiatif mengirim pesan untuk Mela.


Ting


βœ‰ Fino " kamu jangan pulang dulu Mel, masih hujan".


" ada pesan" batin Mela.


" kak Fino, kok dia tau aku belum pulang sih" batin Mela lagi.


βœ‰ MELA " iya kak, kak Fino kok tau kalau aku belum pulang??"


βœ‰ Fino " tentu saja aku tau, kamu bawa mantol enggak mel? "


βœ‰ Mela " hehe enggak kak, hujannya udah reda kok sekarang"


βœ‰ Fino " aku ke situ ya"


Mela tidak membalas pesanku ia malah celingukan mencari keberadaanku.


Aku pun berjalan ke arah meja Mela. Seketika pandangan kami bertemu. Aku pun tersenyum ke arah Mela. Sepertinya Mela tidak yakin kalau aku ada di cafe xx sekarang.


" hai Mel Tata " sapa ku kepada mereka yang sedang bengong menatapku.


" hai kak" jawab keduanya kompak.


" kak Fino kenapa bisa ada di sini" tanya Mela.


" iya sudah dari tadi sebelum kalian datang ke sini, ada meeting tadi ," jawab ku.


" oh begitu ya" ucap Mela.


" udah agak reda hujannya Ta kalau mau pulang dulu nggak papa biar Mela aku yang nemenin. Kamu bawa mobil kan?" ujar ku kepada Tata, sambil mengedipkan mata memberi kode untuk Tata tanpa sepengetahuan Mela.


" iya kak, Tata bawa mobil kok, ini juga sudah ditunggu sama mama dari tadi" jawab Tata yang paham waktu aku kode tadiπŸ˜†


" tapi kan masih hujan Ta?" ujar Mela.


"Sepertinya Tata mendukung nih" batin ku


" iya sih yasudah hati - hati ya ta" ujar Mela.


" gue jadi tenang ninggalin elo di sini, kan sudah ada yang nemenin" bisik Tata di telinga Mela.


" gue pulang dulu ya Mel kak Fino assalamualaikum " pamit Tata kepada ku dan Mela. " waalaikumsalam "


" sukses ya kak" gumam Tata kepada ku, dan aku hanya menganggukkan kepala saja.


Setelah kepergian Tata kini hanya ada kami ber dua saja di meja ini.


" kenapa kamu nggak bawa mantol sih Mel tadi?" tanya ku.


" nggak kepikiran kalau mau hujan" jawab Mela polos.


Aku pun merasa canggung ingin mengajak Mela mengobrol.


Sementara hujannya bukannya reda malah semakin deras saja. Cuaca seakan - akan berpihak kepadaku.


"mungkin ini waktu yang tepat buat menyatakan perasaanku sama Mela sekarang" batin ku.


" Pelayan " aku pun berinisiatif untuk memesankan minuman hangat untuk Mela.


" ada yang bisa saya bantu" tanya pelayan itu.


" dua cokelat panas ya mbak" ujar ku.


Mela hanya tersenyum ke arahku.


" kamu itu cantik Mel " batin ku.


" makasih ya kak udah mau nemenin Mela " ujar Mela.


" iya Mel santai saja" jawab ku.


" kenapa senyumnya manis banget sih" batin Mela.


Pelayan pun datang membawa pesananku tadi.

__ADS_1


" silahkan" ujar pelayan.


" terima kasih"


" diminum Mel biar anget badannya" aku pun menawarkan minuman itu kepada Mela.


" makasih ya kak" ujar Mela.


" iya "


" perhatian banget sih kak Fino, kan gue jadi baper" batin Mela.


Kami pun mengobrol sambil bercanda. Hal itu membuat kami semakin dekat, tidak ada lagi rasa canggung diantara kami.


" kenapa jadi ragu sih, takut Mela menolak terus jadi ngejauh dari ku gimana dong" batinku.


" harus gentel, mau di terima alkhamdulillah, di tolak berarti belum jodoh" batin ku lagi.


" kamu sudah punya pacar belum Mel? " tanya ku.


" belum kak, tapi mamaku selalu aja bilang kalau kita itu jodoh, kan nggak mungkin kak" ujar Mela polos, sepertinya dia tidak sadar dengan apa yang diucapkannya barusan.


" benarkah seperti itu?" tanya ku.


" heemm" gumam Mela.


Seketika Mela pun menyadari ucapannya itu, Mela pun segera menutup mulutnya.


" ya ampun kenapa jadi bodoh banget sih gue, ini kan kak Fino bukan Tata, kenapa bisa keceplosan sih..


bodoh bodoh bodoh " Mela mengumpat dalam batinnya.


" maafin mamaku ya kak" ucap Mela setelah sadar atas apa yang diucapkannya tadi.


" nggak papa Mel, mungkin memang pilihan orang tua itu memang yang terbaik" ujar ku.


" maksud kakak" tanya Mela.


" iya, mamaku juga, dia menyuruhku buat mendekati kamu... aku sempat menolaknya, tapi mama terus saja memohon waktu itu, tetapi tanpa aku sadari aku sudah jatuh cinta Mel sama kamu, kamu mau tidak jadi pacar aku" aku pun menyatakan perasaanku kepada Mela.


" aku benar - benar menyukaimu Mel, ini bukan perintah mamaku tetapi ini tulus dari dalam hati ku, entah sejak kapan aku mulai menyukaimu" ujar ku.


" ini baru pertama kalinya buat aku, kamu adalah wanita ke dua setelah mamaku Mel "


" mau kan kamu menerima cintaku" tanya ku sekali lagi.


Mela hanya diam saat ini, mungkin ia merasa syok.


" ya ampun ternyata kak Fino secepat ini menyatakan perasaanya kepadaku, jawab enggak ya" batin Mela.


" eh gimana ya kak, ini terlalu cepat buat aku" ujar Mela.


" iya aku tau itu, kamu pikir - pikir lagi ya, kalu sudah ada jawabannya segera bilang sama aku" ujar ku.


" semoga saja Mela mau" batin ku.


" iya kak, Mela pikir - pikir lagi ya" ujar Mela.


Suasana menjadi canggung. Kami pun hanya diam dan sibuk dengan pikiran kami masing - masing.


Hujan pun telah reda, langit kembali cerah lagi.


" sudah reda Mel hujannya" tutur ku.


" oh iya kak, Mela pulang dulu ya takut nanti hujan lagi" ujar Mela.


" iya Mel, aku juga harus ke kantor lagi" ujar ku.


" maaf ya kak aku jadi ngerepotin lagi" ujar Mela.


" nggak papa Mel, besok pagi aku jemput ya"


" i iya kak"


Setelah membayar aku dan Mela segera keluar dari cafe.


" hati - hati ya Mel jangan ngebut - ngebut lagi" ujar ku.


" ya ampun cuma kata - kata doang aja bikin gue baper lagi sih" batin Mela.


" iya kak, aku duluan ya assalamualaikum "


" waalaikumsalam "


aku pun menunggu Mela sampai tidak terlihat lagi. Aku tersenyum mengingat kejadian tadi.

__ADS_1


" akhirnya gue bisa juga ngungkapin perasaan gue tadi" gumam ku. aku pun mengendarai mobilku menuju kantor lagi.


Bersambung.......


__ADS_2