
Sebelum pulang ke rumah, Fino mengajak Mela untuk makan malam terlebih dahulu.
" sayang kita makan dulu ya, laper nih" ujar Fino.
" boleh " jawab Mela singkat.
Sepertinya Mela masih saja sedih. Fino mencoba menghibur Mela dengan guyonan recehnya. Mela mulai tertawa, Fino berhasil menghibur Mela.
Sampai akhirnya mereka berhenti di restoran. Setelah parkir mobil Fino mengajak Mela untuk masuk ke dalam restoran.
" sayang kamu pengen makan sama apa?" tanya Fino.
" sop ayam aja kak, kayaknya seger" jawab Mela.
" minumnya?"
" teh hangat aja deh".
Fino memesan 2 porsi nasi putih, 2 porsi sop ayam, dan 2 gelas teh hangat.
Setelah menunggu beberapa saat pesanan pun datang.
" dimakan sayang " Fino mempersilahkan Mela untuk makan makanannya.
" iya kak" jawab Mela singkat.
" jangan panggil kak lagi dong" ujar Fino.
" lalu apa?" tanya Mela polos.
" mas aja ya, kayaknya lebih pas itu deh, sekarang kan kamu istri aku, bukan adik aku😃" jawab Fino.
" iya deh... mas" jawab Mela kaku.
" gitu dong".
Mereka telah menghabiskan makanannya. Saatnya melanjutkan perjalanan pulang.
Selama perjalanan Fino terus saja mengajak Mela bicara, dia pikir dengan mengajak Mela ngobrol bisa menghibur Mela.
" sayang kamu pengen ngadain resepsinya kapan?" tanya Fino.
" entahlah Mela bingung, mungkin setelah 40 hari meninggalnya nenek, atau 2 bulan lagi aja biar persiapannya matang dulu, gimana" ujar Mela.
" boleh deh, kamu tau nggak, aku bahagia banget sekarang, karena kamu sudah jadi milik aku seutuhnya" ujar Fino.
Mela tersenyum.
" kamu tidak merasa terpaksa kan menikah denganku?" tanya Fino.
" enggak dong, maaf ya mungkin dari tadi Mela terlalu sedih kehilangan nenek, seharusnya Mela bahagia karena pernikahan kita" ujar Mela sedih. Ia merasa bersalah karena telah mengabaikan Fino.
" nggak papa sayang aku ngerti kok" ujar Fino.
Mela langsung memeluk lengan Fino. Lalu Fino mengusap kepala Mela yang tertutup jilbab itu.
" makasih ya kak, .. eh mas maksutnya" ujar Mela malu - malu.
" makasih buat apa?"
" karena kamu sudah ngertiin aku" .
" sudah kewajiban aku sebagai suami kamu kan" jawab Fino.
" iya" Mela semakin erat memeluk lengan Fino. Dan Fino pun menikmati itu.
Karena kelelahan Mela pun tertidur sambil memeluk Fino.
" kamu tidur sayang?" tanya Fino, namun tidak ada jawaban dari Mela.
" kasihan dia" batin Fino.
Fino mencoba mengecup pucuk kepala Mela.
Tepat pukul sembilan malam mereka sampai di kediaman Fino.
__ADS_1
Fino tidak tega membangunkan Mela.
" sayang kita sudah sampai di rumah" ujar Fino pelan.
Mela tidak bergeming. Lalu Fino mencoba menggendong Mela sekarang.
Karena tadi Mama Sinta mendengar suara mobil ia bergegas membukakan pintu.
" kenapa Mela sayang? " tanya mama.
" dia tidur ma, kecapekan mungkin Fino tidak tega membangunkannya" ujar Fino.
" yasudah kamu bawa dia ke kamar dan istirahatlah kalian pasti capek" ujar mama.
" iya ma, Fino ke atas dulu ya" pamit Fino.
" iya sayang "
Fino membawa Mela ke kamarnya lalu membaringkan Mela di sebelah kanan ranjangnya.
Sejenak ia menatap wajah Mela. Ia tidak berani membuka jilbab Mela, meskipun mereka telah resmi menjadi suami istri sekarang. Setelah puas menatap wajah Mela, Fino pergi ke kamar mandi untuk gosok gigi dan cuci muka. Ia segera berganti pakaian, lalu berniat untuk tidur.
" ingin rasanya memeluk kamu Mel, tapi aku takut membangunkan mu" batin Fino.
Jam terus saja berputar, hingga tengah malam Fino tidak bisa tidur. Sebagai lelaki yang normal Fino merasakan ada sesuatu yang ingin di tuntaskan dari dalam dirinya. Namun ia tidak berani menganggu Mela saat ini. Ia mencoba memainkan ponselnya supaya bisa mengantuk. Tetapi usahanya gagal.
" mungkin sholat 2 rakaat bisa membantuku melupakan masalah ini" batin Fino.
Iya masalah soal laki - laki dewasa yang membutuhkan sentuhan wanita.
Fino segera mengambil wudhu lalu melaksanakan sholat 2 rakaat.
Setelah sholat Fino berdoa.
" Ya Allah terima kasih karena engkau telah mengabulkan doa - doaku selama ini. Jadikanlah kami keluarga yang sakinah mawadah warahmah aamiin" Setelah itu sepertinya Fino merasa mengantuk juga.
Fino pun terlelap sekarang.
🍀🍀🍀🍀🍀
Mela bangun terlebih dahulu. Seperti biasa ia selalu mandi terlebih dahulu.
Setelah menyelesaikan ritual mandinya ia bingung karena ia tidak ada baju ganti.
" ya ampun kenapa bisa lupa sih terus pakai baju apa coba. nggak mungkin kan pakai baju ini lagi" gumam Mela.
Mela pun keluar kamar mandi menggunakan handuk kimono dan handuk besar untuk menutupi kepalanya. Ia mencoba membangunkan Fino.
" sepertinya masih terlelap dia" batin Mela.
Mela takut untuk membangunkan Fino. Setelah mengumpulkan keberaniannya ia pun menggoyangkan tubuh Fino.
" mas bangun dong, sudah subuh nih" ujar Mela.
Fino pun menggeliat, lalu membuka matanya.
" kenapa sayang? " tanya Fino.
" mas aku lupa nggak ada baju ganti kan, aku sudah mandi dari tadi nih" ujar Mela panik.
" iya ya, bentar ya, aku minta bantuan mama dulu" ujar Fino, lalu pergi ke kamar mamanya.
Tok tok " maaa" .
Ceklek.
" ada apa sayang?" tanya mama.
" ma Fino boleh minta tolong nggak?" ujar Fino.
" buat"
" Mela lupa nggak ada baju ganti di sini, Fino boleh pinjem nggak, sama mukena sekalian" ujar Fino.
" ohh kirain ada apa, sebentar ya mama cariin dulu.
__ADS_1
" iya ma"
10 menit Fino menunggu, sang mama keluar membawa papper bag.
" ini ada gamis, terus pakaian dalam sama mukena ya, tenang aja itu semua masih baru kok" ujar mama.
" iya ma, makasih ya. Fino ke kamar dulu" pamit Fino.
Ia berlari ke kamarnya menemui Mela.
" ini sayang, itu semua masih baru belum mama pakai" ujar Fino menjelaskan.
" makasih ya mas, Mela ganti baju dulu" pamit Mela.
Mela segera berganti pakaian sementara Fino mengambil wudhu sekarang.
" cantik sekali kamu Sayang pakai gamis" puji Fino saat Mela sudah memakai gamisnya.
" makasih mas" jawab Mela malu - malu.
Mereka segera melaksanakan sholat subuh berjamaah di kamar. Setelah sholat Mela mencium punggung tangan Fino.
" sayang aku ke dapur dulu ya mau masak" ujar Mela.
" iya, masak yang enak ya.. mas tunggu di kamar aja" ujar Fino.
Setelah Mela keluar kamar Fino melanjutkan tidurnya karena baru 2 jam ia bisa tidur.
Mela memasak bersama Mama Sinta sekarang. Setelah selesai masak lalu menyajikan di meja makan, Mela segera memanggil Fino di kamar.
" ya ampun mas kenapa tidur lagi sih" gumam Mela.
Sebelum Mela membangunkan Fino ia membuka ponselnya terlebih dahulu.
" Tata telfon, ada apa ya" batin Mela.
Lalu ia segera menelfon balik Tata.
📞 " hallo Ta kenapa elo telfon gue?"
📞" nggak papa, gue pengen ngajak elo ke cafe, gue kangen sama lo"
📞" oke, gue ijin dulu ya sama suami gue"
📞" suami, emang lo udah nikah apa hahaha"
📞" iya nanti gue jelasin, mau jam berapa"
📞" 9 ya"
Setelah selesai menelfon Tata, Mela segera membangunkan Fino.
" mas bangun dong udah siang nih" ujar Mela sambil menggoyangkan tubuh Fino pelan.
" iya sayang mas masih ngantuk nih" jawab Fino.
" emang nggak ke kantor ya" tanya Mela.
" ke kantor sih, agak siang paling"
" oh ya, Tata ngajak Mela ke cafe nanti jam 9, boleh nggak Mela ke sana" Mela meminta ijin dulu sama Fino.
" boleh, aku anterin ya"
" oke"
" sekarang sarapan dulu yuk" ajak Mela.
" iya, kamu laper ya sayang" tanya Fino.
" iya"
" oke"
Mereka segera turun ke bawah untuk sarapan bersama Mama Sinta dan Papa Fajar.
__ADS_1
Bersambung........