ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK

ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK
Episode 33


__ADS_3

Tak terasa, dua hari lagi adalah acara resepsi pernikahan Mela dan Fino. Mereka menggelar acaranya di kediaman Mela. Semua orang tengah sibuk mempersiapkan semuanya. Mulai dari masakan, dekorasi dan lainnya. Mela dan Fino berencana mengunjungi butik Tante Elis, untuk mencoba baju mereka.


Ditengah perjalanan Mela melihat kedai yang menjual bakso tusuk. " mas berhenti dong" ujar Mela tiba - tiba. " kenapa sayang" tanya Fino bingung.


" Mela pengen beli itu" sambil menunjuk ke arah kedai tadi. " oke" Fino memutar balik mobilnya.


" mas tunggu sini aja ya, biar Mela beli sendiri nanti mas mual - mual lagi disana" goda Mela. " iya deh, sana hati- hati" saut Fino.


Setelah beberapa saat Mela kembali lagi ke mobil dengan membawa beberapa kantong makanan. " pantesan lama banget, yang dibeli apa aja sih banyak banget" gerutu Fino.


" maaf mas lama ya nunggunya" ujar Mela saat sampai di dalam mobil.


" iya lama banget, kita lanjut lagi ya" ujar Fino. " iya mas".


Setelah beberapa saat mereka sampai di butik. Mereka harus menunggu sebentar karena hari ini butiknya sangat ramai.


" heii Mela " sapa Tante Elis sambil cipika - cipiki dengan Mela. " maaf ya, kalian harus mengantri sebentar nggak papa kan?" tanya Elis.


" nggak papa tante, Mela tungguin disana aja ya" jawab Mela.


" boleh, mau minum dulu" ujar Elis menawari mereka minum.


" nggak usah tante terima kasih, Mela beli jus tadi" jawab Mela.


" tumben ramai banget tante?" tanya Fino.


" iya ini Alkhamdulillah biasa.. akhir pekan pasti ramai" balas Elis.


Mela kembali ke mobil untuk mengambil makanannya tadi, sementara Fino memilih untuk duduk terlebih dahulu.


" kamu beli apa saja sih, banyak banget makanannya?" tanya Fino.


" hehe, Mela beli bakso tusuk, bakwan kawi, seblak, sama kebab" jelas Mela.


" kamu ini, banyak banget ya makannya sekarang" ujar Fino sambil mengelus kepala Mela.


Mela pun segera membuka bungkusnya satu per satu. Tanpa rasa canggung, Mela makan dengan lahapnya. " aaa' .." suapan pertama dimulut Fino.


" enak mas? " tanya Mela.


" lumayan" kata Fino sambil mengunyah.


Tante Elis tersenyum melihat keromantisan mereka. " anak muda jaman sekarang..., memang pasangan yang serasi mereka" gumam Elis.


Setelah makanan habis Mela mengambil dua botol jus di atas meja itu. Satu untuk Mela dan satunya lagi untuk Fino.


" Mela minta dikit dong mas" ujar Mela.


Fino tidak menjawab, tetapi langsung memberikan jusnya kepada Mela. Ia kembali fokus dengan ponselnya.


" alkhamdulillah kenyang sekarang" gumam Mela.

__ADS_1


" Mela Fino, sini nak" panggil Elis.


" iya tante" mereka menuju ruangan Tante Elis sekarang untuk mencoba bajunya.


Elis memberikan baju untuk Fino terlebih dahulu. Lalu Fino pun segera memakainnya di ruang ganti.


Setelah beberapa saat Fino pun keluar. Ia terlihat sangat mempesona. Jas yang dikenakan Fino terlihat pas di badannya.


Mela dan Fino puas dengan baju yang Tante Elis buat.


" gimana Fino bajunya?" tanya Elis.


" pas tante di badan, nyaman juga" jawab Fino.


Dan sekarang giliran Mela yang mencoba.


Ia dibantu oleh Elis untuk mengganti bajunya. Namun sayangnya baju yang dikenakan Mela terlihat kekecilan.


" lho kok bisa jadi kekecilan sih, padahal kan kemarin ukurannya segitu" ujar Elis heran. " iya tante, ini nggak nyaman rasanya.. Mela merasa sesak" ujar Mela.


" aneh.. tumben - tumbennya aku buat baju salah ukurannya" batin Elis sambil menggaruk kepalanya.


Mela pun melepaskan gaun itu. Lalu keluar dari ruang ganti bersama Elis.


" lho kok belum di pakai sih?" tanya Fino.


" bajunya kekecilan mas" jawab Mela polos.


Elis jadi heran, ia pun segera mengukur kembali tubuh Mela.


" kamu gendutan ya Mel?" tanya Elis.


" iya tan, dia sedang hamil sekarang, tubuhnya jadi berisi kan" ujar Fino mendahului Mela yang akan menjawab.


Mela menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. " apa benar aku jadi gendut ya sekarang" batin Mela. Ia tidak menyadari perubahan pada tubuhnya. Meskipun kehamilannya baru berjalan dua bulan, namun tubuh Mela menjadi agak berisi. Jelas saja karena Mela jadi doyan makan sekarang.


" ya ampun Mel, kenapa kamu nggak bilang sih, tante jadi bingung sendiri. Aku pikir salah ukuran tadi hahaha, nanti biar tante lebarin dikir deh gaunnya" ujar Elis lega.


" iya tante, maaf ya, Mela jadi plin - plan sekarang hehe😁" ujar Mela.


" nggak papa , tenang aja masih ada waktu sehari kok" sahut Elis.


Setelah diukur kembali tubuhnya, Mela dan Fino pun pamit untuk pulang.


" Tante kami permisi dulu ya" pamit Mela.


" iya Mel, hati - hati di jalan" jawab Elis.


--------------


Di perjalanan pulang.

__ADS_1


" mas, apa aku gendut banget ya sekarang?" tanya Mela.


" emmm..." Fino belum menyelesaikan kalimatnya, namun Mela langsung memotongnya.


" kamu pasti malu ya punya istri gendut?" tanya Mela.


Sejak hamil Mela jadi sedikit sensitif. Untungnya Fino bisa memakluminya.


" enggak sayang, siapa memang yang bilang begitu?" tanya balik Fino.


" enggak ada sih"


" Aku tetap cinta kok sama kamu, meskipun kamu jadi gendut sekarang" ujar Fino.


" aduh aku salah ngomong lagi, pasti dia jadi marah nih" batin Fino setelah menyadari ucapannya.


" tu kan.. nggak papa deh kamu jujur aja sekarang" ujar Mela kesal.


Fino hanya menggelengkan kepala saja mendengar omelan Mela.


" sabar Fino sabar... dia lagi hamil sekarang.." ujar Fino dalam hati.


Sepanjang perjalanan Mela terus saja menggerutu. " serba salah... wanita selalu benar" batin Fino. Tiba - tiba Fino mendapatkan ide. Ia membelokkan mobilnya ke pusat wisata kuliner.


Mela yang menyadari itu jadi beboh sendiri.


Fino yang melihat perubahan ekspresi Mela merasa senang. Setelah sampai Fino pun memarkirkan mobilnya.


" mas, kamu beneran ajak aku kesini?" tanya Mela basa - basi.


" iya, kamu senang kan?" sahut Fino.


" seneng dong". Mela teringat sesuatu. Ia segera mencarinya di dalam tas.


" mas kamu pakai ini deh, biar nggak mual nanti" ujar Mela sambil memberikan sebuah masker kepada Fino.


" masker.. boleh juga " setelah menyetujui Fino pun langsung memakainya.


" aku turuti aja apa yang kamu mau, biar nggak ngomel terus haha" tawa Fino dalam hati.


Mela telah selesai membeli beberapa makanan. Fino pun mengajak Mela pulang sekarang karena sudah sore.


" makannya jangan langsung di habiskan ya, sisakan buat nanti.. jaga makan dulu ya biar gaunnya muat.. kasihan kan Tante Elis " ujar Fino.


Mela hampir saja ngomel lagi, namun ia menyadari jika ucapan Fino itu benar.


" iya mas kamu benar, Mela akan jaga makannya sekarang" jawab Mela.


Fino tersenyum sambil mengelus pundak Mela. Setelah beberapa saat mereka pun sampai di rumah Papa Fajar. Mela dan Fino langsung ke kamar untuk membersihkan badan mereka.


Bersambung....

__ADS_1


Likeny mana nih???????


__ADS_2