ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK

ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK
Episode 23


__ADS_3

Sore hari di kantor Fino. Semua karyawan bersiap untuk pulang. Tidak terkecuali Fino dan Arga. Mereka segera mengemasi meja kerja masing - masing. Fino mengambil jas yang ia taruh di kursi kebesarannya. Lalu ia pakai jas itu.


" Ga gue duluan ya" pamit Fino kepada Arga.


" iya gue nyusul" jawab Arga karena belum selesai mengemasi mejanya.


Fino bergegas menuju parkiran mobil. Lalu ia segera mengendarainya untuk pulang ke rumah.


" ajak Mela pulang ke rumahnya ah, mungkin dia sudah kangen sama orang tuanya" gumam Fino.


Fino mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, supaya cepat sampai di apartemennya.


Tidak perlu waktu lama Fino pun sampai di apartemen. Ia segera berjalan menuju apartemennya.


Ceklek..


" assalamualaikum sayang" ujar Fino.


" waalaikumsalam mas sudah pulang" jawab Mela lalu menyalami tangan Fino.


Fino mengecup dahi Mela sekilas.


" sayang kita menginap di rumah orang tua kamu yuk, aku pengen tidur di kamar kamu. Sejak menikah kita kan belum kesana" ujar Fino.


" iya juga ya mas, Mela juga kangen sama papa dan mama" jawab Mela.


" ya sudah mas mandi dulu ya, kamu sudah mandi belum?" tanya Fino.


" sudah dong, udah wangi juga" jawab Mela sewot.


" hahaha iya iya, istriku ini udah cantik wangi lagi" goda Fino.


" gombal kamu mas" ujar Mela.


" enggak kok, emang kamu itu cantik badan kamu juga wangi, jadi pengen cium kamu terus" goda Fino lagi.


Mela jadi blushing karena terus di goda oleh Fino.


" udah ah, mandi dulu sana, baunya asem banget" ujar Mela sambil mengendus badan Fino.


Sementara itu Fino langsung menciumi ketiaknya.


" asem... enggak ah, masih wangi gini kok" ujar Fino.


" asem banget" ujar Mela lagi.


" iya deh, mas mandi dulu ya" pamit Fino.


" cepetan gih" .


Akhirnya Fino pun mengalah lalu segera mandi. Saat Fino sedang mandi Mela segera bersiap - siap untuk mengunjungi ke dua orang tuanya.


" baru juga beberapa hari yang lalu menikah dan tinggal sama suami, rasanya kangen banget sama papa dan mama" gumam Mela.


Mela telah menyiapkan baju untuk Fino.


Lalu Fino pun memakai pakaian yang telah di siapkan oleh Mela itu.


Setelah beberapa saat mereka telah siap untuk pergi.


*******


Di dalam mobil.


" sayang kita mampir beli oleh - oleh dulu ya" ujar Fino.

__ADS_1


" iya mas, mau beli oleh - oleh apa?" tanya Mela.


" apa ya, papa sama mama kamu sukanya apa?" tanya balik Fino.


" brownis mas, kita beli brownis aja ya" ajak Mela.


" oke, kita cari tokonya dulu" Fino mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Sambil menengok kanan kiri mencari toko kue.


Di simpangan jalan terdapat toko kue yang menjual aneka kue basah dan kering. Fino membelokkan mobilnya ke toko tersebut.


" ayo sayang, kita cari brownisnya" ajak Fino sambil menggenggan tangan Mela.


" ayo mas".


Toko yang mereka datangi ini adalah salah satu toko kue yang banyak pelanggannya. Tak heran banyak pembeli yang sedang memilih kue kesukaan mereka.


" ini sayang brownisnya" tunjuk Mela saat menemukan apa yang mereka cari.


" ya sudah ambil beberapa, sama kue yang lainnya dong" ujar Fino.


" iya mas, Mela pengen kue lapis" jawab Mela.


" oke, kita cari kue lapis"


Mereka telah selesai membeli oleh - olehnya. Saatnya melanjutkan perjalanan.


Tak perlu waktu lama mereka telah sampai di kediaman orang tua Mela.


Tok tok tok.


Pintu pun terbuka. Bi Siti membukakan pintu untuk Mela dan Fino.


" assalamualaikum bi" salam Mela dan Fino.


" waalaikumsalam, eh non Mela sama mas Fino " ujar Bi Siti.


" iya non, bibi kangen sama non Mela " ujar Bi Siti.


" hehe iya bi, Mela juga" jawab Mela.


Lalu Mela segera menemui mamanya di taman belakang.


" assalamualaikum ma" salam Mela.


" waalaikumsalam sayang, mama kangen sama kamu" ujar Mama Tika.


" Mela juga ma" ujar Mela sambil memeluk mamanya.


" assalamualaikum ma" salam dari Fino.


" waalaikumsalam Fino " jawab mama.


Mereka segera masuk ke dalam, lalu duduk di ruang keluarga.


" papa dimana ma?" tanya Fino.


" papa ada di ruang kerja sekarang, samperin gih biar tau anak kesayangannya ini pulang" ujar mama.


" iya ma, Fino ke sana dulu ya"


" iya" .


Fino pun berjalan ke tempat dimana Papa Wawan berada.


" Mela bawa brownis ma, beli di toko Xy tadi" ujar Mela.

__ADS_1


" oh ya, kita sajikan yuk sayang " ajak mama.


" ayo ma, tadi Mela suruh Bi Siti bawa ke dapur" ujar Mela.


Setelah sampai di dapur Mela dan mama segera menyajikan kue yang tadi Mela bawa.


" sayang kapan kalian pergi bulan madunya?" tanya mama.


" nggak tau ma, pengennya sih setelah kita adain resepsi ma" jawab Mela.


" kamu pengen kapan resepsinya?" tanya mama.


" 2 bulan lagi ma, biar semuanya bisa di persiapin dulu" jawab Mela.


" oke, mama dukung itu, mama sudah tidak sabar pengen punya cucu, biar rame rumah ini, kalau kamu nggak di rumah rasanya sepi banget sayang, cuma berdua sama papa doang" cerita mama.


" hehe sabar ma, semua itu butuh proses, doain Mela ya supaya cepet di kasih rejekinya" ujar Mela.


" iya sayang pasti mama doain biar cepet dapet momongan, mama sudah tidak sabar"ujar mama.


Saat Mela dan mama asyik mengobrol ternyata Fino dan papa datang menghampiri mereka.


" asyik bener ngobrolnya" ujar papa.


" iya dong pa" jawab Mela.


Mereka semua mengobrol sambil ngemil brownis dan kue yang tadi Mela bawa.


********


Setelah capek mengobrol Mela dan Fino pamit ke kamar mereka.


Fino melongo saat tau isi kamar Mela.


Tidak seperti kamar cewek pada umumnya. Kamar Mela terkesan maskulin karena warna cat temboknya didominasi warna abu - abu dan putih. Disalah satu sudut ruangan terdapat satu lemari besar yang isinya piala, medali, dan ada beberapa piagam penghargaan berbagai macam lomba olah raga.


Hanya ada satu boneka tedy bear besar pemberian dari Fino dulu sebelum mereka menikah.


" sayang beneran ini kamar kamu?" tanya Fino heran.


" iya mas, ini kamar Mela, emang kenapa ada yang aneh ya" jawab Mela.


" kamu ini cewek apa cowok sih, kenapa kamarnya nggak ada kesan ceweknya sama sekali sih" ujar Fino sambil duduk di sofa.


" hehe, suka - suka Mela dong, yang penting Mela nyaman kan" jawab Mela.


" iya sih"


" sini duduk sebelah mas dong" ujar Fino sambil menepuk sofa di sebelahnya.


Tanpa menjawab Mela langsung duduk di sebelah Fino sambil memeluknya dari samping.


" mas tadi udah ngobrol sama papa, soal acara resepsi kita sayang" cerita Fino.


" terus papa gimana responnya?" tanya Mela.


" papa setuju kalau kita bikin acara dua bulan lagi" jawab Fino.


" syukur deh kalau begitu, Mela juga udah cerita sama mama tadi, mama juga setuju" cerita Mela.


Setelah membahas rencana resepsi pernikahan mereka, Mela mengajak Fino untuk tidur sekarang.


Sebelum tidur Fino meminta Mela melayaninya terlebih dahulu. Tubuh Mela bagaikan candu untuk Fino. Karena Fino selalu ketagihan setiap berada di dekat Mela.


Bersambung.........

__ADS_1


**Jangan lupa like komen dan votenya ya temanπŸ™πŸ™


Supaya author lebih giat lagi upnya...😊😊😊**


__ADS_2