
Saat pulang dari kantor, Fino langsung mencari keberadaan Mela. Ternyata Mela baru saja keluar dari kamar mandi.
" sayang " panggil Fino.
" iya mas" jawab Mela sambil mencium tangan Fino.
" ada berita bagus, Arga sama Tata udah jadian tadi pagi" ujar Fino.
" syukurlah aku ikut seneng dengernya" kata Mela.
" nanti malam kita diajak makan malam sama mereka" ujar Fino.
" baiklah, kita temani sepasang mantan jomblo itu haha" ujar Mela.
" semoga saja mereka bisa segera melangkah ke jenjang yang lebih serius " batin Mela.
Ia tidak sabar melihat wajah Tata nanti malam. Pasti Tata masih malu - malu memperlihatkan kebersamaanya dengan Arga.
...-------------------------...
" aku pakai baju apa ya " gumam Tata saat memilih baju di lemarinya.
" ini kayak emak - emak, kalau ini pakaian resmi, aduh bingung banget sih" lirih Tata.
Tata hampir mengeluarkan setengah dari isi lemarinya. Ia ingin terlihat cantik malam ini.
" tadi sih salah sendiri gampang banget nentuin waktu, sekarang bingung sendiri kan" gerutu Tata.
Setelah capek memilih, Tata menemukan juga baju pilihanya sendiri. Sebenarnya baju yang Tata punya itu tidaklah ketinggalan jaman. Hanya saja Tata tidak pede memakainya.
" ini aja deh, nggak terlalu ribet" ujar Tata.
Waktu semakin malam, setelah sholat isya Tata pun bersiap - siap sekarang.
Arga sudah janji ingin menjemputnya di rumah pukul 19.30.
Setelah siap Tata menunggu kedatangan Arga di ruang tamu bersama mamanya.
" kamu mau pergi sama siapa sih, cantik banget?" tanya mama.
" sama pacar aku ma, sama Mela juga dan suaminya, perginya berempat, cuman makan malam doang kok" jelas Tata.
" jangan malam - malam ya pulangnya" ujar mama.
" iya ma, tenang aja"
Tin - tin.
Suara mobil Arga memasuki pekarangan rumah. Tata menyambutnya di depan pintu bersama sang mama.
" itu ya pacar kamu? " tanya mama.
" iya ma, namanya Arga" jelas Tata.
" assalamualaikum " salam dari Arga.
" waalaikumsalam" Arga bersalaman dengan mama Tata.
" selamat malam tante" sapa Arga.
" malam, sini masuk dulu nak" ajak mama.
Arga pun masuk ke dalam rumah.
" silahkan duduk"
" terima kasih tante"
Mama Tata berharap jika Arga adalah pacar terakhir anaknya. Usia Tata sudah matang untuk membina rumah tangga.
__ADS_1
" maaf tante, maksud kedatangan saya malam ini ingin mengajak Tata makan malam di luar, apakah boleh?" Arga meminta izin kepada mama.
" iya silahkan, tapi ingat kalian jangan macam - macam ya" mama mewanti mereka berdua.
" iya tante"
" kamu sudah siap?" tanya Arga.
" sudah"
Setelah berpamitan Arga mengajak Tata masuk ke dalam mobil. Arga melajukan kendaraanya dengan kecepatan sedang.
" kamu cantik banget malam ini" puji Arga.
" makasih mas" jawab Tata.
Setelah itu tidak ada lagi obrolan yang berarti. Tata memilih diam karena ia merasa gugup.
Mereka telah sampai di restoran yang mereka tuju.
" Fino udah sampai" kata Arga.
" itu ya mobilnya, kita telat dong" lirih Tata.
" masuk yuk"
Arga berjalan berdampingan dengan Tata. Ingin rasanya menggandeng tangan Tata tetapi Arga belum berani, ia takut Tata akan marah nantinya.
" itu mereka" kata Arga.
" maaf kami telat ya " kata Tata.
" enggak kok, kita baru aja sampai" jawab Mela.
Setelah itu Arga menyuruh semuanya untuk memesan makanan.
" iya tenang aja, " jawab Arga.
Fino hanya bercanda, mereka hanya memesan makanan secukupnya saja.
Setelah beberapa saat makanan yang mereka pesan datang juga.
Mereka makan sambil diselingi obrolan ringan. Terlihat Tata dan Arga masih malu - malu. Sedangkan Mela dan Fino malah mengumbar kemesraan mereka saat makan.
" haha lucu banget mereka, aku panas - panasi aja kalau begitu" batin Mela.
" aaa'''' " Mela menyuapi Fino.
Dan Fino tidak menolak itu.
Tata dan Arga hanya melirik tingkah Mela dan Fino.
" s****n mereka malah romantis - romantisan begitu, aku juga bisa " Arga tidak mau kalah.
" sayang aku suapin" kata Arga sambil menyodorkan sesendok makanan buat Tata.
" sayang, Arga panggil aku sayang, dia juga menyuapi aku" batin Tata.
" aaaa' buka dong mulutnya" Arga mengulangi katanya lagi karena Tata malah bengong saja.
Mela dan Fino menahan tawanya melihat Arga yang ingin terlihat romantis juga.
" hahaha panas kan" batin Mela puas.
Makanan telah habis, kini mereka melanjutkan ngobrolnya.
" makin besar aja perut kamu Mel" kata Tata.
" iya nih, kamu nggak pengen apa?" sindir Mela.
__ADS_1
" pengen lah, siapa juga yang nggak pengen membina rumah tangga" batin Tata.
" hehehe pengen sih " jawab Tata malu - malu.
" tuh si Tata udah ngasih kode" kata Fino.
" gue tau kok, secepatnya saat Tata sudah siap gue akan nyuruh papa sama mama datang ke rumahnya" tegas Arga.
" kamu udah siap kan Ta?" tanya Fino.
" siap banget" jawab Tata spontan.
" beneran sayang? , besok malam aku akan melamar kamu" kata Arga.
" tadi itu keceplosan, aku jadi salah tingkah begini sih" batin Tata.
" ma- maksudnya kalau udah dapat restu dari mama hehe" kata Tata sambil cengegesan.
Terlihat Arga sedikit kecewa. Tetapi ia tidak bisa memaksa karena memang mereka baru saja pacaran.
Tata ingin mengenal Arga lebih jauh lagi. Ia takut kisah cintanya yang lalu akan terulang kembali.
" mereka lucu banget sih" batin Mela.
Setelah puas ngobrol, mereka memutuskan untuk pulang.
" hati - hati ya di jalan, makasih traktiranya" ucap Mela kepada Arga dan Tata.
" iya sama - sama, kalian juga hati - hati" sahut Tata.
" oh iya Ta, kamu harus tetap waspada ya nanti di mobil. Awas kalau Arga khilaf hahaha" ujar Fino.
Tata tersenyum malu. Sementara Arga sedikit kesal akan guyonan Fino.
" enak aja, gue masih bisa mengkondisikan kalau soal itu. tenang aja" ujar Arga sewot.
" hahahaha" Fino tertawa geli.
Setelah kepergian Fino dan Mela kini tinggal Tata dan Arga di parkiran.
" ayo sayang aku antar pulang" ajak Arga.
" iya" Arga membukakan pintu untuk Tata. Baru setelah itu Arga duduk di depan kemudi. Arga mengendarai mobilnya agak lambat. Ia masih ingin berlama - lama dengan Tata.
" mas kok pelan sih mobilnya" tanya Tata.
" hehe biar lama sampai rumahnya, aku masih pengen sama kamu" jawab Arga.
" jangan - jangan apa yang di katakan Kak Fino itu benar lagi, aku jadi merinding" batin Tata sambil bergidik.
" kamu kenapa?" tanya Arga.
" nggak papa aku cuma merinding aja" jawab Tata apa adanya.
" merinding, pasti kebayang apa yang tadi di katakan Fino, dasar si Fino " batin Arga.
Arga jadi merasa tidak enak dengan Tata. Ia menambah kecepatan mobilnya sekarang.
" kok jadi ngebut sih?" tanya Tata.
" biar cepet sampai rumah , takut mama kamu marah nanti" kata Arga.
Padahal yang Arga pikirkan adalah, takut Tata akan mikir yang macam - macam tentang dirinya.
Setelah sampai rumah, Arga mengantar Tata sampai depan pintu. Baru setelah itu ia pamit untuk pulang ke rumahnya.
Bersambung...........
Dukung Author ya dengan cara like komen dan kasih votenya oke !!.....🙏🙏😊😊😊
__ADS_1