
Pagi menjelang siang. Tidak ada orang yang tidak sibuk sekarang. Semua orang sedang giat dalam bekerja.
Di kantor Fino, tepatnya anak cabang dari kantornya. Tata sedang menunggu gilirannya di panggil untuk wawancara kerja disana. Dia mendapatkan giliran yang terakhir. Entah mengapa ia merasa gugup sekarang. Pikirannya gusar, belum tau apa yang akan ditanyakan kepadanya nanti.
" kenapa jadi gugup begini sih" batin Tata sambil menggulung pucuk jilbabnya.
20 menit telah berlalu. Calon karyawan nomer 4 sudah keluar dari ruangan itu, dan kini giliran Tata. Ia terus berdoa supaya diberi kelancaran dan kemudahan.
" Arumi Paramitha " panggil HRD dari dalam ruangan.
" aduh, aku harus masuk sekarang" batin Tata. Ia melangkahkan kaki menuju pintu ruangan itu dengan pelan.
" Bismillah semoga aku bisa " ujar Tata dalam hati. Ia menyemangati dirinya sendiri.
" permisi pak..." sapa Tata.
" iya silahkan duduk" Tata pun memulai wawancaranya. Setelah sampai dalam ia pun bisa mengendalikan emosinya. Ia bisa menjawab semua pertanyaan dengan benar dan tepat.
" Baiklah, semoga kita bisa bekerja sama ya di perusahaan ini, tolong tanda tangani surat kerja ini, dan mulai besok kamu sudah bisa mulai bekerja di sini" ujar HRD itu.
" baik pak, terima kasih banyak atas kepercayaannya, saya akan bekerja dengan maksimal di sini" jawab Tata lalu menandatangani surat perjanjian kontrak kerja.
Setelah keluar dari ruangan itu, Tata bisa bernafas dengan lega sekarang.
" fiuhhhh, akhirnya lolos juga dari wawancara itu. Hal yang aku takutkan sudah bisa aku lewati. Mulai besok bisa bekerja deh " batin Tata senang.
Karena tidak ada kegiatan lagi, Tata pun segera pulang kerumahnya. Ia tidak sabar ingin memberi tau mamanya.
...---------------------...
Sementara itu, di rumah Mela.
Kini Mela sedang membantu mamanya menanam bunga di taman belakang.
" bagus ya ma kalau di taruh di sini" ujar Mela.
" iya Mel, apalagi kalau bunganya udah mekar, akan lebih bagus lagi nanti" jawab mama.
Bi Siti datang sambil membawa dua gelas jus alpukat dan cemilan.
" ini nyonya jus sama cemilannya, bibi taruh sini ya" ujar bibi.
" iya bi, makasih" jawab mama.
Mela segera cuci tangan karena dia sudah merasa haus sekarang.
" emm enaknya jus alpukat ini" gumam Mela.
__ADS_1
" iya sayang, ini bagus lo buat ibu hamil" ujar mama.
Mereka ngobrol sambil menikmati pemandangan taman teras belakang.
" Mas Fino udah makan belum ya" batin Mela.
Mela segera mengirim pesan kepada Fino, takut kalau suaminya itu belum sarapan.
✉ " Bidadariku : mas.. kamu udah sarapan belum??... jangan lupa makan ya nanti sakit perut lagi kalau tidak makan". Begitulah pesan dari Mela kepada Fino.
Namun sudah 1 jam lebih Fino tidak juga membacanya. Hal itu membuat Mela jadi kepikiran.
" kok nggak dibaca sih pesan dari ku" batin Mela.
" kenapa Mel, kayaknya ada yang kamu pikirkan sih?" tanya mama.
" nggak ada kok ma, mungkin Mela capek, pengen ke kamar istirahat" jawab Mela berbohong, ia tidak mau mamanya ikut khawatir.
" oh, ya sudah kamu ke kamar gih, biar mama aja yang bereskan" ujar mama.
" iya ma, Mela ke kamar dulu ya" pamit Mela.
" iya sayang"
Mela berjalan menuju kamar meninggalkan mamanya yang sedang menikmati jus itu.
Setelah sampai kamar, ia tidak tidur namun menyalakan tv lalu duduk di sofa. Ia menonton drama kesukaanya.
Sesekali ia melihat hpnya, siapa tau Fino sudah membalasnya. Tetapi nihil, Fino belum juga membuka pesan itu.
Lama kelamaan Mela mengantuk, setelah mematikan tv ia pun tidur di atas ranjang dengan nyenyaknya.
...-----------------...
Di kantor Fino.
Rupanya Fino dan Arga sedang menyelidiki kasus penggelapan dana untuk proyek pembangunan sekolah di plosok .
" Ga gimana udah ketemu belum pelakunya?" tanya Fino.
" belum nih, tapi gue jadi curiga deh sama Joni mandor di proyek itu" jawab Arga.
Setelah ditelusuri tidak ada yang janggal di perusahaanya. Uang yang mereka belanjakan untuk bahan material sudah banyak, dan hampir 50 % dari dana yang di tafsirkan. Sementara bangunan sekolah itu setengahnya saja belum jadi.
" gimana kalau kita periksa langsung saja ke sana" ajak Fino.
" iya, ide bagus, kita periksa perkembangannya, kalau ada yang janggal kita selidiki sekalian" jawab Fino.
__ADS_1
Itulah yang membuat Fino sibuk akhir - akhir ini. Ia tidak memberi tau Mela karena takut jika Mela tau nanti akan ikut kepikiran. Bagi Fino itu hal yang mudah untuk ditangani.
Fino dan Arga segera pergi ke desa plosok. Dimana salah satu proyek pembangunan yang di kelola perusahaanya berlangsung.
Mereka membutuhkan waktu selama 3 jam untuk sampai di lokasi. Jalanan yang terjal dan sulit untuk di lewati mobil, itulah salah satu kendalanya.
" mungkin kita juga harus memperbaiki jalan ini dulu biar bisa lewat" gumam Arga kesal.
" haha ada - ada aja, kalau nunggu memperbaiki jalan mungkin tahun depan baru bisa sampai di desa itu haha" ujar Fino.
Arga ikut tertawa sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Setelah menempuh perjalanan yang ekstrim itu dengan sekuat tenaga, akhirnya mobil yang di kendarai Arga pun sampai di tujuan.
Fino dan Arga keluar dari mobil lalu berjalan menuju rumah salah satu warga yang letaknya paling dekat dengan sekolah itu.
Arga dan Fino sedang mengamati proses pembangunannya. Menurut mereka belum ada kejanggalannya.
" selamat siang Pak Joni" sapa Arga. Sementara Fino berdiri di belakang Arga.
" selamat siang eh ada Pak Arga sama Pak Fino, silahkan duduk dulu Pak" ajak Pak Joni.
Mereka semua duduk di bangku yang tersedia.
Pak Joni mengeluh kepada Fino karena material yang mereka butuhkan selalu terlambat datangnya. Pak Joni pikir dari perusahaan hanya mengirimi sebagian saja, hal itulah yang membuat pembangunan menjadi terganggu.
Rupanya Fino dan Arga salah menduga jika itu adalah kesalahan Pak Joni.
Tiba - tiba hujan turun sangat deras. Baju yang di kenakan Fino jadi basah. Namun untungnya di dalam mobil ada beberapa kaos yang ada di bagasi.
Fino pun segera mengganti bajunya. Dan ia baru ingat jika dari tadi siang ia lupa tidak membuka hpnya.
" ada pesan dari Mela " gumam Fino tersenyum senang.
Setelah membalas pesan, Fino mencoba untuk mengirimnya, namun sayang di sana tidak ada signal.
" loh, nggak ada signal di sini, hp lo ada nggak? " tanya Fino kepada Arga.
" sama gue juga" jawab Arga.
Hujan masih setia mengguyur desa itu hingga sore hari. Fino bingung harus mengabari Mela.
Dengan nekat Fino mengajak Arga menerobos hujan untuk pulang ke rumah karena hampir malam, mengingat jalanan tadi yang mereka lewati itu tidak mudah.
Bersambung........
**Mau lanjut lagi nggak nih???
__ADS_1
Jangan lupa likenya ya...😊🙏🙏🙏**