ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK

ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK
Episode 18


__ADS_3

Pagi menjelang siang. Suasana jalanan yang cukup lengang. Tidak seramai pagi tadi. Fino mengantarkan Mela ke cafe xx sebelum dirinya berangkat ke kantor.


" nanti pulangnya gimana, mau aku jemput?" tanya Fino.


" nggak usah mas, nanti aku minta tolong Tata aja, anter aku pulang, kalau enggak naik taksi aja" jawab Mela.


Setelah sampai di cafe Fino membukakan pintu untuk Mela. Mereka bercanda sebentar sebelum berpisah. Tanpa mereka sadari dari kejauhan ada yang sedang mengamati tingkah mereka.


" tumben Mela pakai gamis gitu, diakan nggak suka pakai rok" gumam Tata.


Ya Tata lah yang sedang melihat keromantisan mereka dari kejauhan saat ini.


" ya ampun sekarang dia mencium tangan pacarnya, hah Kak Fino balas mengecup dahinya" gumam Tata heran.


" sejak kapan Mela seperti itu sama Kak Fino, kenapa sekarang malah terang - terangan mau dicium di tempat umum, tadi pagi juga bilangnya mau ijin sama suami, ada yang nggak beres nih sama mereka" ujar Tata menerka - nerka.


Tata langsung berlari masuk ke dalam cafe sebelum Mela.


Setelah menunggui suaminya pergi Mela segera masuk ke dalam cafe.


" hai Ta, udah lama ya nungguin" tanya Mela.


" enggak baru aja, tumben elo pakai gamis, biasanya juga pakai celana" tanya Tata heran.


" iya, ini gamis mertua gue" jawab Mela polos.


" tu kan apa sebenarnya yang terjadi sama Mela, suami, mertua" batin Tata penasaran.


" oke gue mau elo to the point Mel, sebenarnya apa yang sedang elo sembunyiin dari gue" Tata mulai menginterogasi Mela.


" gue sama Mas Fino udah nikah Ta kemarin" ujar Mela lalu mengambil nafas.


" kami terpaksa menikah siri dulu" Tata langsung memotong ucapan Mela.


" kenapa, jangan - jangan elo hamil duluan ya sama Kak Fino " ujar Tata spontan.


" hah.. enak aja kalau ngomong, gue masih perawan sekarang. Makanya dengerin dulu gue cerita" cerocos Mela yang kesal karena dituduh hamil oleh Tata.


" terus kenapa coba" tanya Tata.


" nenek gue yang nyuruh gue menikah di hadapannya sebelum ia akhirnya meninggal Ta" ujar Mela sambil terisak .


" udah stop Mel, maafin gue udah salah sangka sama elo, maaf udah bikin elo sedih" ujar Tata sambil memeluk sahabatnya itu.


Mela berhenti menangis karena pelayan datang.


" maaf kak mau pesen apa ya" tanya pelayan itu.


" cappucino cincau dua ya mbak, itu aja dulu nanti gampang pesen lagi" ujar Tata.


" baik" jawab pelayan sambil meninggalkan mereka.

__ADS_1


" maafin gue ya Mel" ujar Tata meminta maaf sekali lagi, dia tidak tega melihat Mela menangis, karena baru kali ini ia melihat Mela sedih.


" iya nggak papa, gue cuma sedih aja nenek gue udah nggak ada" jawab Mela.


Minuman pun datang, Mela langsung meminumnya karena haus. Sekarang Mela sudah tidak menangis lagi.


" lalu kapan nih pesta resepsinya?" tanya Tata.


" entah lah, kalau sekarang masih dalam suasana duka, belum kepikiran sampai situ" jawab Mela.


" gue paham Mel" sambil mengusap pundak Mela


" gimana rasanya malam pertama Mel, katanya sakit ya" Tanya Tata.


" apaan sih, gue kan udah bilang tadi, kalau gue masih perawan" jawab Mela dengan nada sedikit tinggi.


" gue belum ngapa - ngapain sama Mas Fino semalam, gue capek" ujar Mela yang polos.


" emang Kak Fino nggak minta haknya gitu semalam?" tanya Tata heboh.


" nggak tau, seingat gue, semalam waktu di perjalanan gue tidur, terus bangun - bangun udah di kamarnya" ujar Mela.


" wah hebat kalian bisa melewatkan malam pengantin" goda Tata.


Tata terus saja menggoda Mela hingga Mela kesal karenanya.


Setelah puas nongkrong di cafe, Tata mengajak Mela ke mall untuk membelikannya kado.


" coba deh elo pakai ini Mel" sambil menenteng lingerie warna maroon.


" nggak mau gue, pakain kurang bahan gitu" tolak Mela.


" idih polos amat sih Mel, kalau elo beri kejutan suami elo pasti dia bakal tambah cinta sama elo" ujar Tata.


" tapi kan gue malu Ta, yang lain aja deh" bujuk Mela.


" nggak papa, nih warna maroon sama hitam, elo harus pakai buat malam pertama elo, oke" ujar Tata memaksa.


" iya deh iya"


Mela pun pasrah karena Tata terus saja memaksa.


Setelah puas membelanjakan Mela, Tata segera mengantarkan Mela pulang ke rumah Fino.


" makasih ya Ta kadonya" ujar Mela.


" iya elo harus pakai itu pokoknya"


" iya bawel..., mau mampir dulu nggak?" tanya Mela.


" nggak usah deh, kapan - kapan aja"

__ADS_1


Mela turun dari mobil lalu melambaikan tangannya saat mobil Tata mulai menjauh darinya.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Di kantor Fino.


" hei bos, tumben berangkat siang?" tanya Arga.


Memang tidak biasanya Fino berangkat sesiang ini, sebagai seorang Ceo Fino selalu memberi teladan yang baik untuk karyawannya, selalu tepat waktu samapi di kantornya.


" iya gue nganter istri gue dulu tadi" jawab Fino sekenanya.


" istri?. ya ampun... elo kalau mau ngeledek gue nggak usah kayak gitu deh, gue tau elo udah punya pacar, terus gue jomblo, nggak bakal mempan kali" ujar Arga.


Fino langsung memperlihatkan fotonya ketika ijab qabul bersama Mela kemarin.


" astaga, yang bener ini, elo pasti mengada - ada kan" tanya Arga tidak percaya.


" terserah deh" Fino kesal karena Arga tidak mempercayainya.


" wahhh gimana nih bos malam pertamanya" tanya Arga.


" elo pengen tau?" Fino bertanya balik.


" ya mau lah, siapa tau menginspirasi gue buat cepet nikah nih" ujar Arga.


" rasanya itu...emmm... elo bakal tau kalau lo udah nikah" ujar Fino sambil tertawa terbahak - bahak melihat sahabatnya itu kecewa.


" mau cerita apa coba, semalam aja gue nggak berani minta hak gue, yang ada semalaman gue tersiksa" batin Fino.


" sialan lu ya, sama sahabat sendiri aja nggak mau cerita" geram Arga.


" nggak bakalan gue ceritain sama siapapun masalah gue sama istri gue di ranjang, aib itu namanya" tegas Fino.


" iya deh iya gue ngerti, tapi kan setidaknya ada lah sedikit bocoran" ujar Arga.


" enggak" jawab Fino singkat.


" dasar pelit, lihat aja kalau gue udah nikah" gumam Arga.


" iya gue denger, makanya elo itu jangan jadi playboy terus, nikah dong biar tau rasanya malam pertama kayak apa" cerocos Fino.


" gampang itu mah"


" gampang - gampang sampai sekarang juga masih jomblo ngenes gituπŸ˜‚" goda Fino.


" biarin, kerja ah lama - lama panas kuping gue disini terus"


" pergi sana" usir Fino.


Setelah itu mereka melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda tadi. Meskipun mereka sering bergurau saling mengejek mereka tetaplah sahabat yang saling menyayangi.

__ADS_1


Yang jelas Fino dan Mela baru saja memulai kehidupan rumah tangga mereka. Kehidupan yang akan selalu harmonis atau tidak tergantung mereka yang menjalani tentunya. Saling melengkapi satu sama lainnya.


__ADS_2