ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK

ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK
Episode 52


__ADS_3

Satu minggu yang lalu Arga menyatakan cintanya kepada Tata. Meskipun hal ini bisa dibilang terlalu cepat buat Tata. Tetapi Arga sudah jatuh hati dengannya sejak pertama kali bertemu disaat acara 4 bulanan kehamilan Mela waktu itu.


" na..na..na" Arga baru saja selesai mandi. Ia bersenandung dengan riang gembira.


Setelah memakai pakaiannya, Arga menyisir rambut lalu memakai parfum di tubuhnya.


" perfect" gumam Arga.


" aku harus ganteng maksimal hari ini, biar kelihatan berkesan di hari spesial ku,.."


" aku yakin Tata akan menerima cintaku" gumam Arga begitu yakin.


Arga menuruni anak tangga sambil bersiul.


" lihat pa.. anak kita lagi seneng banget kayaknya" ujar mama Arga.


" iya tumben, lagi jatuh cinta mungkin " sahut papa.


" mama.." sapa Arga. Ia memeluk mamanya dari belakang.


" iya nak.." " uhuk .. uhuk..uhuk.. kamu ini wangi banget pagi ini tidak seperti biasanya" mama terbatuk karena mencium parfum Arga yang menyengat.


" emhhh, kamu mau ke kantor apa jualan parfum sih, papa jadi pusing" ujar papa sambil menutup hidungnya.


Arga menciumi tubuhnya sendiri.


" hehehe wangi kan" kata Arga yang tidak merasa berdosa.


" kamu lagi jatuh cinta apa, wajahmu kelihatan berseri tidak seperti biasanya membosankan" tanya mama.


" mama tau aja" jawab Arga.


" enak aja membosankan, Arga itu ganteng ma" Arga membela diri.


" kapan kenalin calon mantunya sama mama?" goda mama.


" emm bentar ma ini juga lagi proses" kata Arga.


" dari dulu kalau ditanya juga jawabnya begitu, mama sama papa ini udah tua, pengen punya cucu kayak teman mama lainya" ujar mama.


" sabar ma, pasti secepatnya"


...Arga mengambil roti isi lalu meminum susunya. Ia ingin berangkat lebih awal pagi ini....


" nggak duduk dulu sih" ujar mama.


" keburu siang ma, Arga berangkat dulu assalamualaikum" pamit Arga.


" waalaikumsalam"


" dasar anak muda jaman sekarang" ujar papa sambil menggelengkan kepalanya.


Setibanya di kantor, Arga langsung duduk di kursi kebesaranya sambil bermain hp.


" Tata belum datang sih, lama amat" gumam Arga tidak sabaran. Sekarang aja baru jam 7 sedangkan Tata biasanya datang jam setengah 8.


Setelah beberapa saat Tata datang lalu masuk ke dalam ruangan mereka berdua.


" selamat pagi " sapa Arga dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


" pagi". jawab Tata singkat.


Tata duduk di meja yang bersebelahan dengan Arga.

__ADS_1


" Tata aku sudah menunggu kamu dari tadi pagi di sini" ujar Arga.


" oh ya.." jawab Tata singkat lagi.


Arga jadi bingung mau bilang apa lagi.


" aku harus langsung jawab atau biar dia yang mulai bicara ya..." ujar Tata dalam hati.


" aku harus mulai dari mana ini" batin Arga.


" Tata "


" Mas Arga "


Panggil mereka berbarengan.


" eh kamu duluan" suruh Arga.


" enggak, Mas Arga aja duluan" tolak Tata.


Mereka saling diam setelah itu dan larut dalam pikiran masing - masing.


" kenapa jadi diam begini sih, aku tanya aja duluan kalau begitu" batin Arga.


" emm Tata bagaimana, kamu udah punya jawabanya kan buat aku?" tanya Arga.


" Insya Allah sudah, apa pun jawabanya kamu nggak boleh marah ya sama aku" kata Tata.


" iya, aku akan menerimanya dengan lapang dada" sahut Arga.


" Aku nggak bisa mas" kata Tata.


" nggak bisa??, kamu nolak aku Ta??" tanya Arga dengan raut wajah kecewa.


" maksud kamu gimana?" Arga mulai bingung.


" aku menerima kamu" ujar Tata meyakinkan.


" serius kamu??" Arga memastikan lagi.


Tata hanya menganggukan kepalanya mantap.


" Alkhamdulillah... Makasih ya kamu mau menerima aku, aku sangat bersyukur Ta" ujar Arga.


Fino membuka pintu, terlihat Arga dan Tata sedang duduk berhadapan.


" kalian sedang apa?" tanya Fino.


Tata jadi gugup, ia takut Fino akan marah.


" ah ganggu aja, kenalin ini Tata pacarku" ujar Arga.


" pacar... kalian habis jadian?" tanya Fino.


" iya, sebelum elo datang dan merusak suasana" jawab Arga.


" hahaha, habisnya elo nembak cewek di kantor nggak ada romantisnya sama sekali" ledek Fino.


Arga nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" selamat buat kalian berdua, ingat kalian harus profesional saat bekerja. Jangan pernah membawa urusan pribadi kalian di kantor oke" tegas Fino.


" iya " jawab mereka berdua.

__ADS_1


" dan satu lagi, kalian harus berterima kasih sama aku dan Mela, kalau bukan karena kami mungkin kalian belum ketemu lagi kan sekarang" kata Fino.


" iya - iya makasih bos atas bantuanya" ujar Arga tulus.


" makan - makanya kapan nih?" tanya Fino.


" makan - makan?? buat apa?" ujar Arga malas.


" kalau nanti malam aja gimana?" sahut Tata.


" oke, nanti malam ya di restoran biasa" ujar Fino.


" siap"


Fino memberikan tugas banyak buat mereka berdua. Arga hanya mendengus karena ia pikir Fino mengerjai mereka berdua saat ini.


...----------------...


Di negara lain.


Kesya sedang berada di rumahnya. Seharian ia tiduran saja karena merasa tidak enak badan.


" hoek hoek...kenapa perutku mual terus sih" lirih Kesya.


" tidak tidak.. aku tidak boleh hamil, ini bukan anak Fino"


Kesya sudah telat datang bulan. Harusnya minggu lalu ia haid. Dan karena kejadian waktu itu di hotel Kesya bisa saja hamil sekarang.


" bagaimana ini, Fino pasti tidak mau sama aku kalau aku hamil"


Kesya menangis mengingat kejadian waktu itu yang dialaminya.


" aku harus mengetesnya sekarang"


Kesya berusaha untuk bangun. Tidak ada seorang pun di rumah, ke dua orang tuanya sibuk dengan pekerjaan masing - masing. Ia berniat ke apotek untuk membeli testpack.


Setelah membelinya, Kesya buru - buru ke kamar mandi untuk mengetes apakah benar dia hamil.


Setelah mencelupkan alat tes tersebut ke dalam urinnya, Kesya hanya perlu menunggu sebentar sampai keluar hasilnya.


Dengan gemetar dia melihat dua garis merah di sana. Matanya membelalak lalu terduduk lemas di lantai. Betapa terkejutnya ia saat tau hasil dari testpack tersebut.


" tidak... aku tidak hamil sekarang... ahhhhh" teriak Kesya. Ia malah memukuli perutnya sendiri dengan ke dua tanganya.


" s****n dasar b******k , kamu tidak boleh ada di rahimku"


" kamu anak h***m" maki Kesya.


Kesya membanting apa saja yang ada di depanya. Begitu terlukanya ia saat ini. Tidak ada seorang pun yang datang untuk menghiburnya disaat dia sedih. Terutama ke dua orang tuanya.


" aku harus menggugurkanya, untuk apa dia hidup kalau aku tidak mengharapkanya" ujar Kesya.


Ia berniat membunuh janinya sekarang, tetapi nanti sore dia ada jadwal penerbangan ke negara Fino.


" mungkin aku bisa menggugurkanya di sana saja"


" mau di sini atau di sana sama saja, aku tetap seorang diri, tidak ada yang perhatian sama aku" ujar Kesya miris.


Memang kedua orang tuanya sangat memanjakan Kesya. Tetapi Kesya tidak hanya butuh uang, ia haus akan kasih sayang dari orang terdekatnya. Sampai - sampai ia sangat teropsesi ingin memiliki cinta Fino.


Bersambung.........


Dukung Author ya dengan cara like komen dan kasih votenya oke !!.....🙏🙏😊😊😊

__ADS_1


__ADS_2