
Duarrr.... Suara petir yang menggelegar di langit malam ini. Tiba - tiba listrik padam seketika. Suhu udara yang sangat dingin meskipun acnya mati. Malah menambah nyenyak tidurnya sepasang suami istri ini. Karena kecapekan membuat Fino enggan untuk bangun, sekedar menyalakan lilin.
Karena takut gelap membuat Mela semakin erat memeluk sang suami saat tidur.
" jangan takut sayang, tidur lagi aja " ujar Fino menenangkan Mela.
" Mela takut mas"
Fino pun menghidupkan senter di ponselnya, karena ia malas mencari lilin di dapur.
" udah nggak papa, udah ada cahaya kan.. mas juga sudah hidupin saklar lampunya, biar nanti saat listriknya udah hidup lagi lampunya langsung nyala" ujar Fino.
" iya mas" Mela terus saja bergerak karena takut. Ia membenamkan wajahnya di dada Fino.
Karena Mela terus saja bergerak membuat kejantanan Fino bangun.
Fino mulai merasa tidak nyaman. Nafasnya mulai memburu. Supaya Mela diam Fino mencoba mencium bibir Mela. Benar saja, Mela langsung diam dan menikmati sentuhan lembut Fino. Fino membuka pakaian Mela satu persatu. Hingga tubuh Mela polos tanpa sehelai benang pun. Diciumnya setiap tubuh Mela.
Saat Fino memulai aksinya, tiba - tiba listrik yang semula padam pun menyala juga.
Terlihatlah tubuh Mela yang penuh dengan kiss mark, tanda kepemilikan Fino di tubuh Mela. Mela pun segera mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos itu.
" udah nyala mas lampunya" ujar Mela.
" iya sayang" Fino segera mematikan lampu kamarnya, dan hanya menghidupkan lampu tidur saja.
Lalu Fino melanjutkan apa yang sempat tertunda tadi.
Setelah puas dengan aksinya, Fino menjatuhkan tubuhnya di samping Mela. Karena lelah Mela langsung melanjutkan tidurnya lagi. Sementara Fino pergi ke kamar mandi setelah menyelimuti Mela.
Fino telah selesai dengan ritual mandinya. Suara adzan subuh berkumandang dari ponsel Fino. Mela pun segera bangun.
" kamu sudah mandi mas?" tanya Mela yang melihat Fino sedang mengenakan sarung.
" udah dong, kamu mandi gih terus sholat subuh yuk" ajak Fino.
" iya mas, bentar ya Mela mandi dulu" pamit Mela.
" iya sayang " .
Mela pun bangun. Karena Mela tidak menggunakan pakaian, ia berusaha membalut tubuhnya menggunakan selimut. Fino yang melihat itu berniat menjahili Mela.
Saat Mela melewati Fino, tangan kanan Fino langsung menarik selimut yang di bawa Mela. Hingga selimut itu tersingkap ke tubuh Fino. Mela menjerit karena kaget.
" mas, kamu itu nakal ya" ujar Mela geram.
Reflek Mela langsung menutupi dada dan daerah sensitifnya menggunakan tangan.
" nggak papa sayang, sama istri sendiri juga" Fino membela dirinya sendiri.
" aku kan malu mas" ujar Mela lagi.
" nggak papa, kamu kelihatan seksi tanpa pakaian " goda Fino.
" apaan sih, ternyata suamiku itu mesum orangnya" ujar Mela.
Fino hanya tertawa mendengar omelan Mela.
__ADS_1
" nggak papa udah halal juga " Mela merasa di pojokkan dengan jawaban Fino. Lalu Mela berlari ke kamar mandi, karena malu di goda oleh Fino.
" imut banget sih istriku ini, sama suami aja malu" gumam Fino.
Sementara itu di dalam kamar mandi, Mela terus saja mengomel sampai selesai mandi. Mela keluar menggunakan handuk yang menutupi tubuhnya.
Fino menghampiri Mela lalu memeluknya dari belakang.
" maaf ya sayang mas cuma bercanda kok" ujar Fino lalu mencium tengkuk Mela.
Mela pun luluh dengan perlakuan lembut Fino itu.
" iya Mela maafin kok" ujar Mela.
" makasih sayang"
Fino terus saja menciumi leher putih dan jenjang milik Mela.
" udah dong mas, keburu habis lho subuhnya" ujar Mela menghentikan tingkah Fino .
Fino pun melepaskan pelukannya.
Setelah itu mereka segera melaksanakan sholat subuh berjamaah.
********
Setelah sholat Mela segera bergegas ke dapur untuk memasak sarapan.
Fino langsung mencegahnya.
" nggak papa mas, kalau nggak masak entar kamu sarapannya gimana coba" tanya Mela.
" udah tenang aja, mas udah pesen makanan tadi via online" ujar Fino.
" ohh ya sudah kalau begitu, Mela bikin minuman hangat aja deh kalau begitu"
Mela segera menuju dapur untuk membuat susu hangat untuknya dan Fino.
Setelah makanan yang di pesan Fino datang, Mela segera menyajikannya di meja makan. Lalu mereka segera menyantapnya selagi hangat.
πππππππ
Di kantor Fino.
" Ga minggu depan tolong elo kosongin jadwal gue selama satu minggu ya" perintah Fino kepada Arga.
" emang lo mau kemana?" tanya Arga.
" gue pengen bulan madu sama istri gue dong" jawab Fino.
" enak ya udah punya bini, bisa bulan madu segala" gumam Arga yang masih di dengar oleh Fino.
" makannya jangan pacaran doang, pacaran aja cuma putus nyambung mulu nggak ada niat seriusnya, kasihan cewek lo itu" ujar Fino.
" gue kan lagi cari yang cocok bro" jawab Arga membela diri.
" perempuan itu butuh kepastian bukan cuma omong doang" sindir Fino.
__ADS_1
" iya gue tau, tapi gue belum nemu cewek yang pas buat jadiin istri gue" ujar Arga.
" dasar otak playboy mah cuma omong doang" ujar Fino sambil menjitak kepala Arga.
" apaan sih, sakit tau..." Arga memegangi kepalanya yang dijitak oleh Fino.
" cariin gue cewek yang kayak istri lo dong" pinta Arga.
" nggak ada lah, yang kayak istri gue itu cuma ada satu" jawab Fino.
" ya nggak harus sama persis, mirip - mirip dikit nggak papa lah" ujar Arga.
" nggak bisa, gue nggak ada kenalan cewek" tolak Fino.
" temen istri lo mungkin, pasti ada kan" ujar Arga terus memohon.
" jika tidak dituruti pasti masih ngejar - ngejar gue mulu nih orang dasar playboy bawel" batin Fino.
" iya deh iya, nanti gue bilangin sama istri gue, tapi gue nggak bisa janji, entar kalau gue lupa gimana coba" ujar Fino.
" harus ingat dong" protes Arga.
" iya - iya bawel aja lo, tapi ingat lo kosongin jadwal gue selama satu minggu oke" ujar Fino.
" siap bos"
Mereka pun segera melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda, akibat obrolan mereka tadi.
πππππ
Sementara itu di apartemen Fino.
" duh pegel semua badanku... udah capek perjalanan tambah mas Fino minta jatah lagi" omel Mela.
Mela hanya tiduran di kamar sambil nonton tv. Karena Fino menyuruh Mela untuk bermalas - malasan saat Fino sedang bekerja. Sepertinya Fino terlalu memanjakan Mela saat ini.
" gimana saat bulan madu ya, pasti badanku bisa remuk nanti"
" nggak papa lah, nanti waktu mas Fino minta jatah aku bisa menolaknya,
tapi aku takut dikutuk malaikat semalaman karena menolak ajakan suami"
" gimana dong, aku takut....
kalau tidak aku minta cuma sehari aja deh bulan madunya..
pasti mas Fino mau" ujar Mela yang merasa takut di ajak pergi bulan madu oleh Fino.
Yang semula rencana Mela ingin bulan madu setelah resepsi, tetapi sepertinya Fino telah merubah rencana itu menjadi minggu depan, Fino sudah tidak sabar ingin liburan bersama istri tercinta. Supaya bisa menikmati waktu berduaan sebelum Mela keburu hamil tentunya. Dan mungkin Mela akan hamil setelah acara bulan madu itu hahaha.
Bersambung......
^^^*Jangan lupa tinggalkan jejak ya temanπ^^^
Sama komentarnya mengenai tulisan aku. Mungkin masih banyak yang salah.
Maklum aku masih pemulaπ π *
__ADS_1