ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK

ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK
Episode 51


__ADS_3

✉ Arga " selamat malam Tata semoga mimpi indah "


✉ Tata " selamat malam juga".


Begitulah pesan terakhir dari Arga malam ini. Jantung Tata seakan ingin melompat dari tempatnya.


" duh aku jadi deg - degan begini sih" lirih Tata.


" Arga memang baik banget sama aku, perhatian, lebih ganteng lagi dari Adi"


Tata masih terbayang- bayang perlakuan baik Arga terhadapnya.


" masih ada waktu 2 hari lagi untuk menjawab"


" tapi aku masih ragu, dia beneran cinta sama aku apa cuma main - main ya.... aku masih sedikit trauma untuk pacaran"


" kalau aku tolak, apa alasanya ya..."


" ahhhhhh aku bingung" teriak Tata dari dalam kamar.


" kamu kenapa nak??" tanya mama.


" nggak papa ma, Tata lagi nonton film kok" Jawab Tata bohong.


Tata sedang dilanda gelisah, dia ingin curhat sama mamanya, tapi Tata belum yakin soal Arga.


Saat di dekat Arga jantungnya berdetak cepat. Namun Tata masih ragu ingin menerima Arga. Tata butuh solusi sekarang.


" Ah aku tau, besok kan libur kerja.. aku main ke rumah Mela aja deh kalau begitu, siapa tau dia punya solusi" gumam Tata.


Tata segera mengirim pesan kepada Mela.


✉ " Mel besok ada acara nggak?"


✉" Nggak ada, aku di rumah... "


✉ " oke, aku main ke sana ya besok "


✉ " iya aku tunggu"


" bagus, Mela di rumah.. kangen juga sama bumil hihi"


...--------------------...


" mas, nanti Tata mau main ke sini" ujar Mela.


" iya sayang, tapi kamu jangan sampai kecapekan ya..." ujar Fino.


" iya mas"


Setelah sarapan, Mela duduk di teras bersama mamanya. Sementara Fino dan Papa Wawan ikut kerja bakti di lingkungan komplek mereka.


" Ngerujak enak ya ma.." ujar Mela.


" kamu mau?" tanya mama.


" iya ma, rujak mangga muda kayaknya seger deh" lirih Mela.


" oke, mama beli mangga mudanya di depan ya, kamu di rumah aja" kata mama.


" iya ma, Mela juga lagi nunggu Tata, katanya mau kesini"


Mama bergegas membeli mangga muda di kios buah depan gang sana.

__ADS_1


Selang beberapa saat mobil Tata sudah kelihatan memasuki pekarangan rumah Mela.


" Aah datang juga si Tata" gumam Mela.


Tata keluar dari dalam mobil sambil membawa keranjang buah.


" assalamualaikum bumil..." sapa Tata.


" waalaikumsalam.." jawab Mela sambil cipika - cipiki dengan Tata.


" ini aku bawain buah segar buat kamu" ucap Tata.


" thanks ya, masuk yuk" ajak Mela.


Mela dan Tata duduk di taman belakang.


" mau minum apa nih? biar di ambilin bibi" tanya Mela.


" apa aja deh"


Bibi datang dengan membawa dua gelas teh manis hangat dan keripik.


" gimana pekerjaan baru kamu?" tanya Mela.


" menyenangkan, aku pengen curhat nih sekarang" kata Tata.


" boleh, tentang apa?" tanya Mela.


" Arga nembak aku Mel, tapi aku belum ngasih jawaban" ujar Tata.


" nah berhasil kan, Arga bertindak cepat nih" batin Mela.


" kenapa belum di jawab, Arga itu orangnya baik, dia sahabat Mas Fino dari kecil " ujar Mela.


" memang sih, selama kerja bareng, dia itu baik banget, perhatian juga" kata Tata.


" aku sih yes kalau kamu sama Arga, biar kita tetap jadi sahabat sampai tua nanti" ujar Mela yakin.


" hemm, tapi aku masih sedikit trauma Mel" ujar Tata.


" aku paham apa yang kamu rasakan, kamu yakinin dulu sama hati kamu, harus berani mencoba juga"


" kamu benar Mel "


Akhirnya Tata sedikit lega karena bisa berbagi cerita dengan Mela.


Sedangkan Mela sebenarnya juga ingin curhat tentang suaminya. Tetapi Mela takut jika hal itu akan mengumbar aib rumah tangganya.


" cerita nggak ya, tapi aku penasaran Mas Fino selama di kantor itu seperti apa" batin Mela.


" ah.. biar Tata yang jadi mata - mata ku saat di kantor. Tidak salah berarti memindahkan Tata di pusat haha" batin Mela lagi.


" Mel kamu kenapa manggut - manggut sendiri?" tanya Tata.


" eh.. nggak papa kok"


" gimana ya cara ngomongnya sama Tata" Mela mulai berfikir.


" kamu ada masalah Mel? " tanya Tata.


" Ta, Mas Fino di kantor nggak suka main - main sama perempuan kan?" tanya Mela.


" emang kenapa? Kak Fino lagi dekat ya sama perempuan lain?" Tata bertanya balik.

__ADS_1


" aduh kenapa Tata ngomongnya kayak gitu ya" batin Mela.


" emm enggak sih, aku pengen tau aja selama kerja suami aku itu seperti apa orangnya" untung saja Mela bisa mencari alasan untuk menjawab pertanyaan Tata itu.


" setau aku sih dia nggak pernah macem - macem sama perempuan lain, kamu tenang aja Mel" ujar Tata.


" syukurlah kalau begitu" Mendengar itu Mela sedikit lega sekarang. Semoga apa yang dikatakan Tata itu benar adanya.


" Mela" panggil mama.


" iya ma, Mela di belakang sama Tata" jawab Mela.


Mama baru saja pulang dari kios buah. Ia membeli mangga muda dan beberapa buah untuk ngerujak.


" Tante" sapa Tata sambil menyalami Mama Tika.


" Tata lama nggak ke sini" ujar mama.


" iya tante, Tata kerja sekarang" jawab Tata.


" oh iya, jadikan ngerujaknya?" tanya mama.


" jadi dong ma, disini aja ya biar rame" ajak Mela.


" wah seger nih" ujar Tata.


" kalian bantu mama ya kita bikin rujak bareng " ajak mama.


Dengan senang hati Tata membantu membuat rujak.


Mama bagian membuat bumbunya, Mela dan Tata mengupas dan menyerut buahnya.


" emm seger ma, enak" kata Mela.


" iya enak tante" sahut Tata.


Saat mereka tengah asik menikmati rujak, Papa Wawan dan Fino pulang.


" kayak bau seger - seger nih" ujar papa dari jauh.


" iya pa, tapi bau apa ya " tanya Fino.


" hahaha" mereka bertiga malah tertawa mendengar itu.


" sini pa, Fino kita di belakang lagi ngerujak" teriak mama.


Papa dan Fino pun menuju ke sumber suara.


" wah lagi kumpul - kumpul nih" ujar papa.


" papa mau?? mama ambilin ya" ujar mama.


" boleh ma, Fino sekalian" kata papa


Mereka semua menikmati rujak bersama sambil bersendau gurau. Jarang sekali mereka bisa berkumpul seperti ini di rumah.


" seneng ya kalau udah nikah kayak Mela, udah hamil terus ngidam, kayaknya seneng banget" batin Tata.


" aku harus mengambil keputusan yang terbaik, kalau jodoh pasti di mudahkan, tapi kalau bukan, bisa jadi teman kan nantinya"


" kalau dia beneran serius sama aku, pasti dia akan datang bersama orang tuanya ke rumah buat ngelamar aku hahaha, menghayal dulu aja" batin Tata.


Jodoh memang di rahasiakan oleh Sang Pencipta. Kita hanya perlu berusaha dan berdoa. Karena manusia diciptakan berpasang - pasangan. Sejauh mana kita berada, kalau memang dia jodoh kita pasti akan bertemu juga. Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

__ADS_1


Bersambung.....


Dukung Author ya dengan cara like komen dan kasih votenya oke !!.....🙏🙏😊😊😊


__ADS_2