
Pagi hari dirumah Fino, saat sedang sarapan "sayang gimana kamu udah coba deketin Mela belum?" tanya mama.
"belum ma, baru juga kenal, sabar ma semua itu ada prosesnya" ujar Fino.
"sekarang coba deh kamu jemput lalu antar Mela ke kampusnya" ujar mama.
"nggak mau ah ma, nanti malah jadi ilfil Melanya sama aku" jawab Fino.
"enggak lah sayang, apa salahnya kamu coba" ucap mama dengan nada memaksa.
" iya deh iya" pasrah Fino.
Kini Fino sedang mengendarai mobilnya kearah rumah Mela. Tentu saja Fino melakukan saran dari mamanya. Setelah sampai Fino pun turun dari mobilnya. Ia berjalan dengan sedikit keraguan disana.
Tok tok tok " assalamualaikum "
" waalaikumsalam" Mama Tika membuka pintu rumahnya.
"eh Fino, tumben pagi - pagi nak" tanya Mama Tika.
"iya tante, mau jemput Mela, belum berangkat kan tan?" tanya Fino.
"belum pas banget, Mela lagi ngambil tasnya di kamar" " bentar ya mama panggilin dulu" ujar mama. Setelah mempersilahkan Fino untuk duduk, Mama Tika memanggil Mela di kamarnya.
ceklek
"sayang kamu dicariin si Fino tuh, katanya mau dianterin ke kampus" kata mama.
"ah mama bercanda mulu" ujar Mela tidak percaya.
" kamu ini dibilangin nggak percaya" balas mama.
"masa sih, kesambet setan apa coba kalu beneran jemput gue" gumam Mela yang masih didengar oleh mamaya.
" nggak ada setan yang nyambet Fino sayang, udah buruan gih ditunggu sama Fino lho" ujar mama.
"iya ma ini juga mau turun kok" jawab Mela.
Kini Mela dan mamanya turun ke bawah lalu menghampiri Fino di ruang tamu.
" memang cantik dia" batin Fino saat melihat Mela menghampirinya.
"ya ampun beneran mama nggak bohongi gue ternyata, kalau gue tolak mesti malu dia" batin Mela.
"ya udah deh nggak papa tumpangan gratis juga".
" Mela berangkat dulu ya ma" Mela berpamitan lalu mencium punggung tangan mamanya, lalu di ikuti oleh Fino.
" hati - hati ya kalain" ujar mama.
" iya ma assalamualaikum"
" waalaikumsalam".
Fino membukakan pintu mobil untuk Mela.
" silahkan Mel" ujar Fino.
" makasih kak".
Setelah masuk ke dalam mobil, Fino melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Kak Fino, emm.. kenapa kakak tiba - tiba mau jemput aku sih?" tanya Mela.
"nggak papa Mel, pengen aja". jawab Fino dengan senyum manisnya.
" ya ampun senyumnya, manis banget sih" batin Mela.
Sesekali Fino melirik ke arah Mela , namun yang dilirik malah menatap lurus kedepan.
" nanti pulang jam berapa kamu?. tanya Fino
" jam satu kak" jawab Mela singkat.
"aku jemput ya"
" e enggak usah kak, nanti ngerepotin lagi, lagian kak Fino kan lagi kerja" ujar Mela merasa tidak enak takut merepotkan Fino.
" enggak kok, santai aja Mel, nanti kamu Wa aku ya kalau udah mau pulang" ujar Fino.
" iya deh" jawab Mela pasrah.
Tak terasa mereka sudah sampai di depan gerbang kampus Mela.
" thanks ya kak" ujar Mela tulus.
" iya Mel, sama - sama" jawab Fino.
Fino masih menunggui Mela sampai ia masuk ke kampus. Lalu Fino melajukan mobilnya ke kantor.
Mela berjalan santai menuju kelasnya.
" hei ta bengong aja sih" tegur Mela saat menghampiri sahabatnya itu di jendela.
" Mela ngagetin aja sih loe" jawab Tata kaget. "hehehe maaf". Mereka pun duduk di bangku masing - masing.
" Mel kayaknya gue lihat elo deh, dianter sama siapa hayoo". Tanya Tata.
" elo liat gue ya tadi, gue kira elo lagi ngelamun disana" jawab Mela santai.
" enggak lah, gue nggak lagi ngelamun cuma pengen menghirup udara segar aja tadi, nggak taunya liat elo, tumben nggak bawa mobil sendiri"
" gue tadi dianterin sama Kak Fino, anaknya temen mama gue" jawab Mela.
" anak temen mama.... apa gebetan baru nih??" goda Tata.
__ADS_1
" nggak percaya ya sudah" ujar Mela sambil cemberut.
πππππ
Jam makan siang telah tiba. Fino mengecek ponselnya, ternyata Mela belum mengiriminya pesan.
"gue ajak makan siang bareng kali ya" gumam Fino.
Satu jam kemudian.
Ting.
β Mela " kak Fino, Mela udah mau pulang nih, katanya mau jemput Mela tadi".
β Fino " oke, kakak otw sekarang"
Fino bergegas menuju mobilnya, melaju dengan kecepatan tinggi supaya cepat sampai di kampus Mela.
Fino menunggu di dekat gerbang kampus Mela. Lalu ia segera mengirimi pesan untuk Mela.
β Fino " aku sudah di depan mel"
β Mela " oke kak Mela keluar dulu"
" untung belum telat" batin Fino.
Tak perlu menunggu waktu lama Mela dan Tata pun turun ke bawah menghampiri Fino. Dari kejauhan Mela dan Tata melihat Fino yang sedang bersandar di samping mobilnya.
" itu ta kak Fino udah nungguin gue". ujar Mela.
" wahhh ganteng Mel, cool dia" ujar Tata.
"gue duluan ya Ta"
" oke Mel hati - hati".
Mela meninggalakan Tata di pos satpam lalu menghampiri Fino.
" udah lama ya kak nungguin Mela? " tanya Mela setelah sampai di samping Fino.
" enggak kok, baru juga sampai"
"masuk gih" ujar Fino sambil membukakan pintu mobil untuk Mela.
Saat di perjalanan Fino mulai membuka percakapan terlebih dahulu.
" Mel kamu sudah makan siang belum?" tanya Fino.
" belum kak" jawab Mela.
" makan dulu yuk, laper nih" ajak Fino.
Fino sengaja menunda makan siangnya tadi supaya bisa makan bareng Mela.
Fino pun melajukan mobilnya menuju restoran favorit keluarganya.
Saat di perjalanan menuju restoran ponsel Mela berbunyi..
Ting.
Pesan masuk dari Tata.
β Tata " Mel jangan elo sia - sian kesempatan buat deketin kak Fino Mel, biar elo enggak jomblo lagiπ".
β Mela" apaan sih Ta, gue sama dia itu cuman temen nggak lebih, paham! "
Setelah itu Mela tidak lagi menanggapi pesan dari Tata karena mereka telah sampai di restoran.
Fino turun lalu membukakan pintu untuk Mela. Seketika pandangan mata mereka bertemu, membuat Mela menjadi gugup.
dag dig dug
"ya ampun apa - apaan sih kak Fino kan gue jadi gugup". batin Mela.
" ayo Mel turun" ajak Fino.
" i iya kak"
Mela dan Fino memilih meja di pojokan. Waiters datang membawa buku menu.
"kamu pesan apa Mel?" tanya Fino.
" nasi ayam penyet sama jus jeruk aja kak" jawab Mela.
" terus.. apa lagi?"
" udah itu aja".
" mbak nasi ayam penyet 2 jus jeruk 2" ujar Fino.
" baiklah tunggu sebentar ya" jawab waiters.
Kini tinggalah mereka berdua saja di bangku.
Suasana menjadi canggung lagi, Mela hanya memainkan ponselnya saja sejak tadi.
" Mel kamu kuliah masih lama ya" tanya Fino.
" lumayan kak, insya allah enam bulan lagi"
" terus mau lanjut s2 apa kerja?" tanya Fino lagi.
" kayaknya sih pengen kerja" jawab Mela.
" belum pengen nikah" tanya Fino.
__ADS_1
" ya ampun kenapa tiba - tiba gue tanya itu ya" batin Fino.
"belum kak, tapi mama udah nyuruh nikah mulu , pacar aja nggak punya" ujar Mela.
Waiters datang membawa pesanan mereka.
"silahkan kak"
" terima kasih ya mbak"
" kamu suka pedes ya Mel?" tanya Fino.
" iya kak "
"ayo dimakan, kalau pengen nambah bilang aja" ujar Fino.
Mela hanya menganggukan kepala sambil tersenyum.
Fino mulai mencicipi makanannya. sementara Mela hanya bengong sambil menyeruput jusnya.
" apaan coba kak Fino nanya gituan, jangan - jangan suka lagi sama gue" batin Mela. " OMG... bentar deh, gue sama kak Fino kan baru beberapa hari kenalnya, dia udah ngantar jemput gue trs sekarang ngajak makan, tadi nanya" nikah... nggak mungkin lah" batin Mela lagi.
" Mel.. Mel.. Mela " panggil Fino yang membuat Mela sadar dari lamunannya.
Mela tersedak karena kaget.
" uhuk uhuk"
" maaf Mel kamu jadi tersedak" ujar Fino.
" nggak papa kak"
" kamu mau nambah minumnya? " tanya Fino.
" nggak usah kak ini aja cukup" jawab Mela.
" minuman kamu sudah habis itu, sedangkan makanan kamu belum dimakan sama sekali, sambalnya pedes banget ini" ujar Fino.
Seketika Mela kaget karena kecerobohannya itu, meminum habis jusnya sambil melamun.
"ya ampun kenapa gue jadi malu - maluin gini sih, dasar bodoh kamu Mela" Mela mengumpat dalam hatinya.
" boleh deh kak air putih saja" jawab Mela malu - malu.
" beneran air putih doang, enggak mau jus lagi?" tanya Fino lagi.
" iya kak, air putih aja". jawab Mela.
" ya sudah bentar ya aku ambilka di depan, dimakan dong nasinya" ujar Fino.
" iyaa.."
Fino meninggalkan Mela sendirian di sana, ian akan mengambilkan air mineral di counter minum dekat kasir.
" bodohnya akuuuuu..., bisa - bisanya ngelamunin orang yang ada di depan gue sendiri... biar lah yang penting sekarang saatnya makan, laperπ". gumam Mela.
Setelah Fino mengambil 2 air mineral ia segera kembali ke mejanya.
" ini Mel minumnya" ujar Fino.
" sekali lagi makasih ya kak, maaf jadi ngerepotin terus" jawab Mela.
" iya Mel sama - sama, nggak papa kalau kamu yang ngerepotin aku iklas". goda Fino.
" apa lagi gombal kak Fino tuh" batin Mela.
Mereka pun makan dengan tenang sekarang.
" mau langsung pulang atau mau kemana?" tanya Fino.
" pulang aja deh, harus istirahat soalnya mau ada latihan nanti malam" jawab Mela.
" emang latihan apa Mel?" tanya Fino.
" latihan bela diri". jawab Mela.
" kamu suka ikut latihan bela diri? emang bisa?" ujar Fino.
" iya, bisa lah".
"kalau aku lihat kamu latihan boleh enggak?" tanya Fino.
" boleh, nanti malam jam 7 ya" jawab Mela.
Setelah selesai makan Fino mengantarkan Mela ke rumahnya.
" makasih ya kak, mau mampir dulu" tanya Mela.
" sama - sama, lain kali aja Mel, katanya kamu mau istirahat" jawab Fino.
" iya sih"
" pulang dulu ya assalamualaikum " Fino meninggalkan rumah Mela.
" waalaikumsalam ".
" assalamualaikum ma"
"waalaikumsalam sayang, Finonya kok enggak diajak mampir lagi sih?" tanya Mama.
" enggak mau katanya" " Mela ke kamar dulu ya ma" ujar Mela.
"iya sayang".
Mela pun pergi ke kamarnya untuk istirahat.
__ADS_1