
Benar saja Tata menepati janjinya. Setelah pulang kerja ia menyempatkan waktunya untuk mampir ke rumah Mela.
Tin tin.
Suara klakson mobil Tata saat memasuki pekarangan rumah Mela.
" assalamualaikum om tante" salam dari Tata.
" waalaikumsalam" jawab keduanya kompak.
" Tata sini nak duduk dulu" ujar mama.
" iya tante, Melanya ada?" tanya Tata.
Kebetulan Mela sedang mandi tadi, jadi ia belum tau kalau Tata sudah datang.
" bentar ya tante panggilkan dulu, Mela ada di kamar" ujar mama.
" iya tante "
Tata ngobrol dengan Papa Wawan sekarang, sementara Mama Tika memanggil Mela di kamarnya.
Tok tok
" Mela " panggil mama.
Ceklek
" iya ma"
" itu si Tata ada di depan" ujar mama.
" udah dateng ya, ayo turun ma" ajak Mela.
Mereka pun turun ke bawah menemui Tata.
Papa dan mama pamit meninggalkan Mela dan Tata di ruang tamu.
" kamu udah kerja ya Ta?" tanya Mela.
" iya Mel, aku kerja di Pt. FF corp " Jawab Tata.
" serius?, di pusat apa cabang?" tanya Mela lagi.
" di cabang" jawab Tata.
" sejak kapan, kok nggak bilang sih mas Fino " ujar Mela.
" emang apa hubungannya Kak Fino sama FF?" tanya Tata.
" itu kan perusahannya keluarga mas Fino ta" jawab Mela.
" kenapa aku baru tau sekarang ya haha" ujar Tata.
Tata menceritakan tentang pekerjaanya, sementara Mela menceritakan kehamilannya.
Mela merasa iri karena belum bisa merasakan bekerja yang sesungguhnya seperti Tata.
Namun ia tetap bersyukur karena ia masih bisa mendengar pengalaman kerja dari Tata.
" apa aku bilang aja ya sama mas Fino supaya Tata di pindah aja di pusat, siapa tau Tata bisa berjodoh sama Arga haha" batin Mela.
" Kak Fino belum pulang apa Mel? dari tadi aku kok belum lihat dia" tanya Tata.
__ADS_1
" nggak tau Ta, palingan juga lembur dia" jawab Mela.
" oh begitu ya, udah jadi bos aja masih lembur juga ya" ujar Tata.
" haha kan cari nafkah buat istrinya yang doyan makan Ta" ujar Mela.
" hahaha" tawa dari keduanya.
Karena sudah maghrib Tata pun pamit untuk pulang. Mela mengantarkan Tata sampai depan rumah.
" mas Fino kok belum pulang ya, dia juga nggak ngasih kabar tadi" ujar Mela.
Karena mobil Tata sudah tidak terlihat lagi, Mela pun masuk ke dalam rumah.
Mela pergi ke kamarnya untuk melaksanakan sholat maghrib. Karena Fino belum pulang Mela pun sholat sendiri.
-----------------
Sementara itu di kantor Fino.
Fino baru saja melaksanakan meeting dengan kliennya. Setelah itu ia kembali lagi ke ruangannya untuk membereskan mejanya sebelum pulang.
" aku lupa lagi nggak ngasih kabar kalau ada meeting mendadak " gumam Fino.
Setelah beres ia segera pergi menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.
" beliin jajan aja deh biar Mela nggak ngambek, tapi apa ya" Fino melajukan mobilnya sambil berfikir, makanan apa yang Mela suka.
Fino teringat dengan toko brownis di persimpangan jalan waktu itu. Ia pun membelokkan mobilnya menuju toko tersebut.
Setelah sampai ia masuk ke dalam toko untuk membeli brownis dan beberapa kue lainnya.
" brownis sama apa ya" gumam Fino sambil memilih kue.
" ah ini kayaknya enak deh, ambil ini aja deh " Setelah mendapat kue yang Fino pilih, ia pun membayarnya di kasir.
Fino melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi supaya cepat sampai rumah.
" assalamualaikum" salam Fino.
" waalaikumsalam mas, kamu dari mana saja?" tanya Mela.
" maafin mas ya, tadi ada meeting mendadak sampai mas lupa nggak kasih kabar dulu tadi" jawab Fino.
" yasudah kamu mandi dulu gih" ujar Mela.
Fino pun memberikan kue yang tadi ia beli kepada Mela.
" untung saja Mela nggak ngambek" batin Fino lega.
Mela pun membuka kue itu lalu memakannya, sementara Fino pergi ke kamar mandi sekarang.
---------------------
Di kamar Mela.
" mas, tadi Tata kesini" ujar Mela.
" terus" tanya Fino.
" ternyata dia kerja di FF cabang ya" ujar Mela.
" sejak kapan, aku kok nggak tau sih, siapa nama lengkapnya." tanya Fino.
__ADS_1
" belum lama sih, namanya Arumi Paramitha" jawab Mela.
" tunggu - tunggu, Arumi Paramitha ya.. " ujar Fino, ia mengambil berkas yang tadi siang di kasih oleh Arga.
" iya ada Arumi Paramitha " ujar Fino setelah memastikan.
" ternyata Tata ya orangnya, mas malah baru tau dari kamu" ujar Fino.
Fino menceritakan kalau Arumi Paramitha merupakan salah satu karyawan baru yang memiliki kinerja yang bagus. dan Tata akan di mutasi ke kantor pusat mulai minggu depan.
" wah bagus dong, itu sebenarnya yang ingin aku katakan mas sama kamu, supaya Tata di pindah ke pusat. Siapa tau dia berjodoh kan dengan Arga " ujar Mela.
" iya bisa kebetulan ya, mungkin mereka memang jodoh kali" ujar Fino.
" iya mas, kita comblangin aja mereka" ujar Mela.
" kamu benar, kasihan juga lihat Arga jomblo lama - lama, takut jadi jomblo akut tuh si Arga " ujar Fino.
" hahahahah ada - ada aja kamu mas" sahut Mela.
Mela pun merasa lega karena apa yang tadi ia inginkan terkabul juga.
--------------------
Pagi menjelang siang.
Disebuah kamar hotel. Tepatnya kamar yang di tiduri oleh Kesya dan Doni semalam. Gadis itu terlihat masih tidur dengan nyenyaknya. Sementara Doni sudah melarikan diri sejak pagi tadi.
" hoamm" Kesya mulai mengerjapkan matanya.
Kepalanya sakit karena kebanyakan minum kemarin. Sepertinya ia belum sadar jika dirinya dipaksa melayani Doni semalaman.
" aduh pusing banget sih, badanku juga sakit semua" gumam Kesya.
Setelah mengumpulkan nyawanya ia pun duduk bersandar di kepala ranjang.
" hah apa yang terjadi denganku, kenapa aku seperti ini" ujar Kesya panik.
Setelah sadar ia begitu kaget karena saat bangun ia tidak menggunakan pakaiannya, alias telanjang. Dan kaget lagi ketika ia melihat bercak darah di seprei itu.
" aduh sakit banget" gumam Kesya. Ia merasa sakit diarea sensitifnya.
Ia mencoba mengingat apa yang terjadi semalam.
Kesya berjalan menuju kamar mandi. Dia melihat pantulan tubuhnya di cermin. Di tubuhnya banyak terdapat kiss mark di sana.
Kesya menjatuhkan dirinya dibawah guyuran shower. Begitu frustasinya ia saat ini. Bukan hanya karena ia tidak bisa memiliki Fino, namun dirinya sudah diperkosa oleh orang yang tidak ia kenal sama sekali.
" dasar pria b******k, berani - beraninya kamu mengambil kesucianku haaahhhhhhhh" umpat Kesya.
Begitu hancur dan hinanya ia saat ini.
" si***n, bodoh kamu Kesya bodoh" Kesya terus saja memukul kepalanya.
Ia menyadari kebodohannya karena mabuk - mabukan sendiri.
" jika Fino tau pasti dia jijik sama aku hiks hiks... maafkan aku Fino " teriak Kesya.
Mungkin kalau Fino tau dia tidak akan merasa dirugikan. Karena mereka memiliki kehidupan masing - masing sekarang. Dan Fino sudah memiliki perempuan yang amat ia cintai.
Bersambung.........
**Up lagi????
__ADS_1
Like dulu dong... Terus komenya...
tinggal pencet 👍 saja, mudah bukan, gratis lagi.😊😊😘**