
" bangun sayang udah subuh ini" ujar Fino lalu mengecup kening Mela sekilas.
" bentar mas, Mela masih ngantuk nih" Jawab Mela kembali menutupi tubuhnya dengan selimut.
Fino pun segera mandi lalu sholat subuh sendirian. 15 menit telah berlalu, Fino kembali membangunkan Mela.
" sayang.. kamu mau sholat nggak sih, ini udah siang lho.. nanti ketinggalan subuhnya" ujar Fino.
" iya deh aku bangun, paling sekarang udah haid haha" batin Mela.
Mela segera bangun, lalu pergi ke kamar mandi untuk wudhu.
" lho tumben masih bersih, biasanya juga bangun tidur udah keluar darah haidnya. Mungkin nanti siang" gumam Mela.
Setelah wudhu Mela segera melaksanakan sholat subuh.
" sayang... kok tidur lagi sih" ujar Fino heran. Biasanya sehabis sholat Mela selalu masak untuk sarapan.
" iya mas, Mela ngantuk nih.. rasanya pengen tidur lagi" jawab Mela.
" ohh ya sudah tidur lagi aja" ujar Fino.
Sebenarnya Fino merasa sedikit kesal melihat tingkah Mela.
" tumben banget Mela ketagihan tidur" gumam Fino heran.
Fino pun pergi ke dapur untuk masak sarapan. Meskipun Fino itu laki - laki tetapi ia bisa masak sekedar nasi goreng saja.
Mela terbangun karena mencium aroma nasi goreng yang Fino masak.
" wangi banget baunya, jadi laper nih" gumam Mela. Ia segera bangun lalu pergi ke dapur. Setelah melihat Fino, Mela langsung menghampirinya ke sana.
" mas lagi masak apa" ujar Mela sambil memeluk Fino dari belakang.
" mas masak nasi goreng " jawab Fino.
"emm enak kayaknya, Mela jadi laper mas" ujar Mela.
" bentar lagi ya, kamu duduk aja dulu" Fino menyuruh Mela untuk menunggunya di meja makan.
Sarapan pun siap, Fino segera menyajikan nasi goreng itu.
" wahhh enak nih, Mela jadi ngiler liatnya" ujar Mela antusias.
" nih buat kamu" Fino menyodorkan seporsi nasi goreng untuk Mela.
" makasih mas" Mela langsung memakannya dengan lahap.
" maaf ya mas, Mela sedikit malas hari ini. Jadi kamu deh yang masak sarapan" ujar Mela di sela makannya.
" iya nggak papa" jawab Fino.
" laper banget kayaknya, sampai makanya cepet banget " batin Fino sambil memperhatikan Mela makan.
Mela telah menghabiskan makannya. Sementara punya Fino masih sedikit.
" mas Mela pengen nambah" ujar Mela.
" yahh udah habis di dapur.. ini kalau kamu mau" Fino pun menawarkan makanannya kepada Mela.
" kamu udah kenyang ya mas" ujar Mela sambil mengambil makanan Fino.
" iya sayang" jawab Fino berbohong.
Fino hanya menggeleng - gelengkan kepala melihat Mela makan.
" kenapa dia jadi rakus begini ya... Mungkin dulu masih malu - malu, kalau aslinya seperti itu hahaha" batin Fino..
Sarapan telah usai, dan Mela pun sedang mandi sekarang.
__ADS_1
" lama banget sih mandinya, jangan - jangan tidur lagi" Fino pun segera menyusul Mela ke kamar mandi.
Mela membuka pintu saat Fino akan memanggilnya.
" aku kira kamu tidur Mel" ujar Fino.
" hehe lama ya mas. Mela pup dulu tadi" jawab Mela.
" jalan ke pantai yuk" ajak Fino.
" ayo mas, Mela ganti baju dulu ya" jawab Mela antusias.
Setelah bersiap mereka pun pergi ke pantai.
" mas berhenti" ujar Mela mengagetkan Fino.
" ada apa sayang? " tanya Fino panik.
" Mela pengen beli itu ?" Mela menunjuk salah satu kedai yang menjual rujak.
" Ya Allah sayang aku kira kenapa" ujar Fino lega.
Fino pun membelokkan motornya ke kedai itu.
" mas tunggu sini aja ya" ujar Fino.
" iya mas" .
Mela memesan beberapa macam makanan yang ia inginkan. Fino hanya mengawasi Mela dari motornya.
Setelah lebih dari 30 menit Mela pun datang juga.
" Astaghfirullah apa aja yang dia beli, banyak banget yang dia bawa" gumam Fino heran.
" udah mas" ujar Mela.
" hehe cuma makanan sama minuman kok mas, Mela ngiler liat ini semu tadi" jawab Mela jujur.
Mereka melanjutkan perjalanan ke pantai.
Setelah sampai Mela mengajak Fino duduk di bawah pohon lalu membuka makanannya satu per satu.
" kamu mau mas" Mela menawari Fino.
" enggak ah sayang buat kamu aja" Fino menolaknya.
Mela memakan jajannya dengan lahap.
Fino hanya menatapnya heran.
" ya ampun istriku ini, kenapa sekarang jadi doyan makan gini sih... Ini mah bukan jalan - jalan ke pantai.. tapi wisata kuliner hahaha" batin Fino.
Makanan pun telah habis semua.
" udah kenyang sayang?" tanya Fino.
" iya mas, Mela kenyang, di sini dulu ya mas Mela ngantuk nih" jawab Mela.
" iya deh"
" kasihan juga dia sampai kekenyangan gitu, habisnya rakus sih" batin Fino.
Fino membelai kepala Mela sampai Mela pun tertidur di pelukannya.
Satu jam telah berlalu, Mela masih tidur dengan nyenyaknya.
" mau sampai kapan sih tidur begini, mana pegel semua nih badan" batin Fino.
" sayang bangun dong, aku udah pegel nih badannya" ujar Fino membangunkan Mela.
__ADS_1
Mela mengerjapkan matanya. Ia pun bangun juga sekarang.
" kenapa Mela jadi pemalas begini ya mas" ujar Mela.
" nggak tau sayang, kamu juga makannya banyak sekarang.. Kalau gendut gimana dong" ujar Fino.
" kamu malu ya punya istri gendut?" Mela memanyunkan bibirnya.
" enggak dong, kamu itu enggak gendut tapi montok" ujar Fino.
" kenapa jadi sensi sih" batin Fino.
Mela masih kesal mendengar ucapan Fino tadi.
" maaf sayang, bukan maksudku mengatai mu tadi, itu hanya persepsiku saja" ujar Fino.
" iya mas Mela maafin, tapi Mela nggak gendut kan sekarang? " tanya Mela.
" enggak kok, biarpun kamu itu gendut aku tetep cinta kok sama kamu, cuma kamu istri yang paling aku sayangi" ujar Fino tulus.
Mela jadi baper.. Ia langsung memeluk Fino dari samping.
" jalan yuk" ajak Fino.
" ayo mas"
Mereka pun berjalan menyusuri pantai sambil bergandengan tangan.
-------------
Tak terasa sudah 5 hari mereka berada di pulau B.
Saat tengah malam, Fino yang sedang tidur kaget karena Mela menggigil.
" Ya Allah kamu kenapa sayang... badanmu panas sekali" ujar Fino panik.
Mela menggigil sampai mengigau.
" tengah malam gini, cari dokter dimana coba" gumam Fino.
Akhirnya Fino pun mengambil air hangat untuk mengompres dahi Mela.
" kenapa tiba - tiba Mela demam ya" batin Fino.
Hingga pagi hari Fino tidak tidur karena merawat Mela.
" Udah agak kurang panasnya" gumam Fino.
Karena waktu sudah subuh, Fino pun segera ke kamar mandi untuk wudhu.
Saat di kamar mandi tiba - tiba Fino meras mual. Ia mencoba memuntahkan isi perutnya, tapi tidak ada yang keluar sama sekali.
" kenapa rasanya nggak enak begini sih, pasti kembung nih perut" ujar Fino sambil menepuk - nepuk perutnya.
Fino telah selesai melaksanakan sholat subuh. Ia membuatkan Mela teh panas sekarang.
" sayang minum dulu nih, biar enakan" ujar Fino saat membangunkan Mela.
" iya mas"
" aku pesanin makanan dulu ya.. kamu pengen makan apa sayang? " tanya Fino.
" nasi soto mas, kayaknya seger" jawab Mela.
Fino pun segera memesan makanan. Setelah makanan datang mereka pun segera sarapan. Fino menyuapi Mela dengan telaten sampai makanannya habis.
Bersambung.......
Jangan lupa like komen dan votenya ya temanπππ
__ADS_1