
Mela sedang menonton drama korea di kamarnya. Satu minggu telah berlalu sejak wisudanya. Ia merasa bosan seharian di rumah.
" ajak kak Fino nonton ah, bosen di rumah terus" gumam Mela
Lalu ia segera menelfon Fino.
π Sayang nonton yuk, bosen nih di rumah terus.
πboleh, aku jemput sekarang ya..
Setelah itu Mela segera ganti baju dan bersiap - siap.
Tin - tin
Fino telah sampai di rumah Mela. Lalu ia segera mengetuk pintu.
Tok tok
" assalamualaikum sayang" Mela yang membukakan pintu.
" waalaikumsalam"
" mama kamu kemana sayang, kelihatannya sepi?" tanya Fino.
" mama ikut sama papa lagi keluar kota" jawab Mela.
" oh... langsung berangkat sekarang?" ajak Fino.
" ayo kak"
Mereka segera pergi ke bioskop di salah satu mall terdekat di kota mereka.
Tak butuh waktu lama mereka telah sampai di tempat tujuan.
" sayang nonton film horor yuk" ujar Mela.
" emang kamu berani?" tanya Fino.
" enggak sih, tapi kan ada kamu" jawab Mela.
" oke siapa takut"
Mela membeli pop corn dan minumannya sedangkan Fino yang membeli tiketnya.
Lalu mereka pun segera masuk ke dalam ruang bioskop tersebut.
Film segera dimulai. Mela mulai tegang sekarang. Di menit awal filmnya masih biasa - biasa saja, Mela belum merasa takut. Di menit berikutnya sosok zombi muncul tiba - tiba. Mela menjerit karena kaget, tangannya reflek memeluk Fino. Sementara Fino mencoba menenangkan Mela.
" nggak papa sayang, udah pergi zombinya" ujar Fino.
Mela tetap saja memeluk tangan Fino.
" sepertinya dia ketakutan" batin Fino.
" sayang kita keluar saja ya kalau kamu takut" ujar Fino.
" iya" jawab Mela singkat.
Setelah mendengar jawaban Mela Fino segera mengajak Mela keluar.
" maaf sayang gara - gara aku takut kita nggak jadi nonton" ujar Mela.
" nggak papa, aku nggak tega lihat kamu ketakutan" jawab Fino.
Lalu Fino mengajak Mela untuk membeli es krim di cafe. Akhirnya mereka hanya ngobrol sambil menikmati cemilan yang mereka beli sampai sore.
Ting
Pesan masuk di ponsel Mela.
" mama" gumam Mela.
β Mama" Sayang maaf ya mama sama papa nggak bisa pulang hari ini"
β Mela " iya ma nggak papa"
__ADS_1
" kenapa sayang? " tanya Fino.
" mama sama papa akhir - akhir ini sering meeting di luar kota kak, terus nggak pulang lagi" jawab Mela.
" kamu doain aja supaya urusan mereka lancar" ujar Fino.
" iya kak" .
ππππ
Mela tidak tahu jika sang nenek kritis lagi.
Papa sama Mamanya sudah ada di rumah sakit bersama tantenya.
" mas sepertinya Mela harus diberi tahu soal keadaan mami, aku takut apa yang aku mimpikan semalam bakal terjadi, aku iklas jika mami harus pulang nantinya" ujar Tante Nilam sambil terisak.
" iya mas juga khawatir akan hal itu, besok mas akan suruh Mela kesini" jawab Papa Wawan.
Keesokan harinya.
" mama sama papa pulang kapan ya?" gumam Mela.
Sekarang Mela sedang sarapan sendirian di rumah.
Tin tin
" siapa ya, kayaknya mobil kak Fino deh " ujar Mela.
Mela pun segera keluar melihat siapa yang datang.
" kak Fino "
" assalamualaikum sayang " ujar Fino.
" waalaikumsalam "
" kamu lagi ngapain, aku ajak jalan - jalan mau kan" tanya Fino.
" memang kak Fino nggak kerja apa" tanya balik Mela.
" iya deh, sebentar ya"
Mela segera bersiap - siap.
Fino tidak memberi tahu apa sebenarnya yang terjadi.
flashback on.
Pagi tadi setelah Fino sholat subuh.
Mama Tika menelfon Fino.
π" assalamualaikum tante"
π" waalaikumsalam, Fino tante bisa minta tolong nggak"
π " boleh minta tolong apa tante"
π " tolong nanti jam 8 kamu jemput Mela ya di rumah, terus kamu bawa dia ke rumah sakit xx, neneknya kritis sekarang, beliau belum sadarkan diri sejak kemarin, tapi kamu jangan beri tahu dia dulu ya tante takut nanti Mela bakal syok"
π " iya tante tenang saja nanti Fino ajak Mela kesana"
π" terima kasih ya assalamualaikum "
π" waalaikumsalam "
Fino lalu mengirim pesan kepada Arga bahwa dirinya tidak bisa ke kantor hari ini.
" kasihan Mela " gumam Fino.
flashback off.
Mela telah selesai berganti baju lalu segera menghampiri Fino di ruang tamu.
" ayo kak" ajak Mela.
__ADS_1
" kamu sudah siap" tanya Fino
" hemmm Mela pamit sama Bi Siti dulu ya"
Fino menganggukkan kepalanya.
" bi, Mela pergi dulu ya.." ujar Mela.
" iya non hati - hati" jawab Bi Siti.
Fino segera mengajak Mela ke rumah sakit xx tanpa sepengetahuan Mela.
" sayang kita mau ke mana sih?" tanya Mela.
" kamu ikut aja ya, nanti kamu bakal tau kalau kita sudah sampai" jawab Fino.
Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam mereka pun sampai di rumah sakit xx.
" kok berhenti di sini sih kak, siapa yang sakit?" Mela terheran karena Fino memarkirkan mobilnya di parkiran rumah sakit.
" kamu tenang dulu ya" ujar Fino.
" kenapa perasaanku tiba - tiba jadi nggak enak ya" batin Mela.
Fino menggenggam tangan Mela lalu mengajaknya masuk ke dalam. Fino mencari ruangan yang tadi diberi tahu oleh mamanya Mela.
Dari kejauhan Mela melihat mama dan papanya sedang duduk di kursi tunggu. Mela jadi panik lalu berlari ke arah orang tuanya.
" ma pa siapa yang sakit, kenapa kalian ada di sini?" tanya Mela.
" nenek kamu sayang " jawab papa.
Mela syok mendengar jika neneknya sedang dirawat sekarang.
" papa antar kamu masuk nak" ajak papa.
Mela tidak menjawab, tetapi langsung mengikuti papanya masuk ke ruangan dimana neneknya dirawat.
" nenek" gumam Mela.
" kamu sudah sampai Mel?" tanya Tante Nilam
" iya tante" jawab Mela singkat.
Mela duduk di kursi sebelah ranjang neneknya. Ia terus saja menggenggam tangan sang nenek.
Sementara itu di kursi tunggu.
" gimana keadaan neneknya Mela omm" tanya Fino kepada Papa Wawan.
" nenek belum sadar, masih kritis sekarang, dia berpesan sebelum koma kemarin, cuma pengen lihat Mela menikah" ujar Papa Wawan sedih.
" yang sabar ya om, kita doakan nenek supaya bisa melewati masa kritisnya" ujar Fino.
" iya nak, aamiin..."
Adzan duhur berkumandang. Mereka semua bergantian untuk sholat dan menjaga Nenek Sari.
Setelah sholat dan makan siang Mela kembali menunggui neneknya.
" nenek bangun nek, Mela kangen" ujar Mela sambil mengelus tangan neneknya.
Ternyata Nenek Sari mulai merespon suara Mela.
Mulai ada pergerakan dijari - jari sang nenek. Melihat itu Mela langsung memanggil dokter.
" Alkhamdulillah nenek sadar juga, Mela di sini nek" ujar Mela.
" iya nak" jawab nenek singkat.
Lalu dokter segera memeriksa keadaan Nenek Sari.
Dokter mengganti infusnya karena sudah habis. Lalu menyuruh nenek untuk istirahat kembali. Tetapi nenek hanya ingin berduaan dengan Mela sekarang.
Bersambung.....
__ADS_1