
Meskipun capek Fino rela menuruti istrinya yang sedang hamil. Ia mengendarai mobilnya menuju alun - alun kota sekarang.
Karena kedai nasi goreng itu ramai, Mela dan Fino tidak kebagian kursi kosong.
Fino memutuskan untuk memesankan nasi goreng itu, dan makan di dalam mobil.
" bentar sayang mas pesan dulu ya, kamu tunggu sini saja" kata Fino.
" iya mas, jangan lama - lama ya" jawab Mela.
Fino pun segera memesan satu porsi biasa untuknya dan satu porsi jumbo untuk Mela.
Aroma nasi goreng yang menggugah selera untuk siapa saja yang menciumnya. Namun berbeda dengan Fino. Ia yang mencium aroma bawang goreng langsung merasa mual. Seperti ada sesuatu yang ingin keluar dari perutnya.
Dengan cepat ia memesan lalu kembali lagi ke mobil. Ia berlari tergesa - gesa, lalu masuk ke dalam mobil.
" huek.. huek.." Fino merasa sangat mual, tetapi tidak ada yang keluar dari mulutnya.
" kamu kenapa mas, masih sakit perutnya?" tanya Mela.
" nggak sakit sayang, cuma tadi waktu pesen, mas ngerasa mual aja, pas bau bawang goreng" jawab Fino.
" kasihan banget sih suamiku ini, kita periksa ke dokter ya, sekalian aku juga mau periksa mas" ujar Mela.
" iya deh, habis ini ya" .
Mela pun menyuruh Fino tiduran di kursi belakang. Ia tidak tega melihat Fino sehabis mual pasti merasa lemas dan wajahnya jadi pucat.
Fino pun tertidur akhirnya. Pesanan pun datang. Setelah menerima makananya Mela membangunkan Fino.
" mas, ini nasi gorengnya udah jadi" ujar Mela saat membangunkan Fino.
" kamu aja deh yang makan, aku jadi enek nih sama nasinya" ujar Fino.
" iya deh, aku makan dulu ya mas" Mela pun membuka bungkus nasi itu lalu memakannya dengan lahap.
Sementara Fino melanjutkan tidurnya lagi.
" mas Fino sakit apa ya, apa dia sakit magh?" batin Mela.
Sampai saat ini Mela maupun Fino belum menyadari jika Fino mual karena kehamilan Mela. Kata orang tua dulu kalau istri sedang hamil, terus suaminya mual - mual, itu tandanya sang suami sangat menyayangi istri dan calon anaknya itu. Itu seperti keuntungan untuk Mela, karena dia yang ngidam tetapi Fino yang merasakan mual.
Setelah makanan habis Mela pun mengendarai mobil Fino menuju dokter langganan keluarganya. Hingga akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan.
Mela segera membangunkan Fino.
" mas.. mas.. kita sudah sampai" ujarnya sambil menggoyangkan tubuh Fino.
" sampai di mana sayang?" tanya Fino bingung.
" di klinik dokter Ana mas" jawab Mela.
__ADS_1
Fino merasa heran, karena tadi ia tidur masih di alun - alun dan ketika bangun mereka sudah ada di klinik dokter.
" ayo mas masuk" ajak Mela.
" iya sayang " jawab Fino sambil mengucek matanya.
" assalamualaikum dokter Ana" sapa Mela.
" ehh waalaikumsalam Mela " jawab sang dokter.
Mereka dipersilahkan duduk oleh dokter Ana. Lalu Mela pun menceritakan jika dirinya sudah menikah, lalu sekarang sudah hamil.
Setelah itu dokter Ana pun memeriksa Mela. Yang pertama cek suhu tubuh. Lalu Mela pun diperiksa tekanan darahnya. Semuanya normal. Setelah itu Mela pun ditimbang berat badannya. Ternyata berat badan Mela naik 3 kg.
" haha pasti gara - gara banyak makan nih., baru satu bulan aja udah naik 3 kg" batin Fino sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.
Sekarang lanjut di Usg perut Mela itu.
Perkembangan janinya normal, sehat semu. Mela pun tidak ada keluhan sama sekali. Mela merasa lega dengan hasil pemeriksaanya.
Kini giliran Fino. Fino menceritakan keluhannya. Sementara dokter Ana tersenyum menahan tawanya, karena kondisi kesehatan Fino tidak ada yang bermasalah. Lalu dokter Ana menjelaskan kenapa Fino seperti itu.
" Mela, suami kamu ini tidak sakit, ia mual karena saat ini kan kamu sedang hamil "
" pasti Pak Fino sangat menyayangi Mela kan?" tanya dokter Ana.
" iya dok, saya sangat menyayangi istri dan calon anak saya" jawab Fino.
Wajah Mela menjadi merah padam sekarang.
Setelah diberi vitamin Mela dan Fino pamit untuk pulang.
-----------------
Sesampainya di rumah, Mela mengeluarkan kue yang tadi di kasih mama sinta untuk mamanya.
Mela dan Fino masuk ke dalam rumah. Ternyata Mama Tika sedang duduk di ruang makan sambil memainkan ponselnya.
" assalamualaikum mama" salam Mela.
" waalaikumsalam sayang " jawab mama.
Fino meletakkan kue yang dibawanya di atas meja makan.
" papa dimana ma?" tanya Fino.
" papa ada di ruang kerjanya nak" jawab mama. Fino pun segera menghampiri papa di ruang kerja.
Sementara mama sedang mencoba kuenya. " enak sayang, siapa yang buat?" tanya mama. " Mama Sinta sama Mela tadi" jawab Mela.
__ADS_1
" pantesan enak" ujar mama mengejek Mela. " ih mama ini, Mela bakal belajar bikin kue yang enak nanti " ujarnya.
Karena merasa capek Mela pamit ke kamarnya untuk istirahat. Ia teringat nasehat Dr Ana tadi.
" sehat terus ya sayang, kita berjuang bersama sampai lahiran nanti" gumam Mela.
Ceklek..
Fino membuka pintu kamar. Lalu berjalan menghampiri Mela di ranjang.
" belum tidur?" tanya Fino.
" belum mas, aku lagi ngajak ngobrol dedek ini" saut Mela sambil mengelus perutnya. Fino tiduran dipaha Mela, lalu ikut ngobrol bersama Mela dan calon anak mereka.
" sayang udah minum susunya belum?" tanya Fino. " iya, Mela lupa mas.." jawab Mela. " mas bikinin ya" ujar Fino lalu beranjak dari tempat tidur. Mela menganggukan kepalanya.
" memang baik banget suamiku ini" batin Mela.
Fino telah sampai di dapur. Ia bingung harus membuat susu yang rasa apa.
" yang mana ya susunya... lupa lagi tadi nggak tanya dulu" gumam Fino.
Lalu Fino mengambil susu yang sudah dibuka Mela tadi pagi. " yang ini aja deh, biar habis dulu yang udah dibuka" ujar Fino.
Setelah susu jadi, Fino segera kembali ke kamar. " ini sayang susunya" sambil memberikan susunya kepada Mela. Fino tidak menyangka jika Mela akan langsung meminum susunya sampai habis.
" enak sayang?" tanya Fino.
" iya mas.. Mela jadi kenyang sekarang" jawab Mela. Fino tersenyum mendengar ucapan Mela.
" tidur ya sekarang" ajak Fino. " bentar mas.. Mela belum ngantuk" ujar Mela.
Fino mengerutkan dahinya.
" ini kan udah malam sayang, nggak baik lho buat ibu hamil kalau tidur malam - malam" ujar Fino.
" iya mas, Mela pengen tidur sambil di puk - puk kayak anak kecil 😄😄" ujar Mela sambil nyengir kuda.
" ya ampun aku kira pengen apa" ujar Fino lega.
" tidur sini mas peluk sambil puk - puk kayak bayi pengen tidur" ujar Fino.
" iya mas" Mela segera tidur di pelukan Fino.
" manja banget ya istriku sekarang " goda Fino. " hehehe nggak tau mas, bawaan bayi mungkin" ujar Mela.
Tak terasa Mela tertidur dengan nyenyak di lengan Fino. Fino yang melihat itu tersenyum lalu mengecup kening Mela sekilas.
" selamat malam istriku sayang" ujar Fino lalu ikut memejamkan matanya menyusul Mela di alam mimpi.
Bersambung........
__ADS_1
**Likenya mana nih......
Tinggalkan jejak ya setelah membaca😊😊**