
" sayang aku pengen pulang" rengek Mela.
" iya besok ya, nanti kita periksa ke dokter dulu" ujar Fino.
" tapi Mela pengen pulang sekarang " rengek Mela lagi.
" sabar ya, kamu masih demam nih" ujar Fino menenangkan Mela.
Akhirnya Mela pun menurut.
Fino mengajak Mela untuk periksa ke rumah sakit terdekat.
******
Mela telah selesai diperiksa. Fino pun mengikuti dokter untuk mendapatkan keterangan hasil pemeriksaan tadi.
" gimana dok keadaan istri saya?" tanya Fino kepada dokter.
" istri bapak hanya demam, tidak papa ini biasa terjadi pada kehamilan trimester pertama" jawab dokter menerangkan.
" kehamilan?.. jadi istri saya hamil dok?" tanya Fino.
" iya pak selamat ya istri anda sedang hamil, usia kandungannya satu bulan pak" ujar dokter.
" kenapa bisa satu bulan , kami menikah saja belum genap satu bulan dok" tanya Fino.
" iya pak, jadi cara menghitung usia kehamilan itu di hitung dari hari pertama terakhir menstruasi" jelas dokter.
" baik terima kasih dok atas penjelasannya" ujar Fino
" iya sama - sama"
Fino pun menghampiri Mela yang sedang berbaring di ranjang.
" gimana mas kata dokter?" tanya Mela.
" kamu harus dirawat dulu sayang, minimal satu hari sampai demamnya mereda, dan kita akan segera punya anak sayang" jelas Fino.
" maksudnya mas?" tanya Mela.
" kamu hamil sayang, di sini sudah ada dedeknya" jelas Fino sambil mengelus perut Mela yang masih datar itu.
" pantesan aja kemarin aku nggak dapat haid, ternyata aku sudah hamil" batin Mela girang.
" alkhamdulillah ya mas, Allah sudah kasih kita kepercayaan" ujar Mela.
" iya sayang, jaga baik - baik calon anak kita ya" ujar Fino.
" iya mas"
Fino dan Mela merasa bahagia atas kehamilan Mela ini. Mereka tidak menyangka kalau Mela akan hamil secepat ini.
" sayang makan dulu ya" Fino mencoba menyuapi Mela.
" bubur ya mas, Mela pengen makan nasi padang" ujar Mela.
" ya sudah bentar ya.. mas beliin dulu" Fino pun segera membelikan Mela nasi padang di depan rumah sakit. Untung saja tidak perlu mencari jauh - jauh, tinggal menyebrang jalan saja Fino bisa membelinya.
--------------
Setelah membeli makanan yang Mela inginkan Fino pun kembali ke ruangan dimana Mela dirawat.
__ADS_1
Fino pun membuka bungkus nasi itu.
Setelah berhasil dibuka bungkus nasinya tiba - tiba Fino merasa mual. Rasanya ingin muntah melihat telur dadar di piring nasi Mela.
Hoek.. hoek..
" kamu kenapa mas?" tanya Mela.
" nggak tau sayang, mas merasa mual lihat telur dadar itu" ujar Fino.
" ya sudah mas, Mela makan sendiri aja nggak usah disuapin, Mela bisa kok" ujar Mela.
" iya deh, mas tidur di sofa ya. ngantuk semalaman mas nggak tidur soalnya" ujar Fino.
" ya ampun kasihan banget sih, maafin Mela ya mas" ujar Mela merasa iba.
" nggak papa sayang sudah tugas aku kok" ujar Fino.
Mela tersenyum lalu mencium pipi Fino.
" tumben kamu cium aku duluan" tanya Fino.
" hehee Mela gemes " ujar Mela sambil menggaruk kepalanya.
Fino pun segera tidur karena sudah merasa ngantuk sekali. Sementara Mela sedang makan dengan lahapnya.
" kok bisa ya aku yang hamil tapi mas Fino yang mual - mual haha... sehat terus ya sayang, mama nggak sabar bisa gendong kamu" gumam Mela sambil mengelus perutnya yang masih rata itu.
----------
Malam hari di rumah sakit.
" sayang besok pagi sudah bisa pulang kan? " tanya Mela.
" terus pulang ke rumahnya kapan dong?" tanya Mela lagi
" sore hari nggak papa kan? " tanya balik Fino.
" iya nggak papa, yang penting kita bisa segera pulang ke rumah, Mela pengen makan sayur asem buatan mamaku mas" ujar Mela.
" iya, besok ya kalau sudah sampai rumah " ujar Fino.
" iya mas"
Mereka pun segera tidur, Mela tidur di ranjang sendirian, sementara Fino tidur di sofa.
------------
" Sayang dimakan dulu ya, mas nebus obatnya dulu di apotek " ujar Fino.
" iya mas, cepetan ya.. Mela takut sendirian" tegas Mela.
" iya sayang, nanti pas aku sudah sampai sini makanannya harus habis ya" ujar Fino.
" iya mas, kamu tenang aja"
" siiippp"
Fino segera keluar untuk menebus obat di apotek.
Sementara Mela sedang mengunyah makanannya.
__ADS_1
" pantesan aja rasanya pengen makan ini itu, ternyata aku hamil.. seneng deh rasanya,.
Tapikan aku sama mas Fino baru nikah siri.. nanti kalau orang - orang mengira aku hamil duluan gimana dong" gumam Mela gelisah.
" biarin aja, diundangannya kan ada keterangannya kapan kami nikah, nggak perlu risau lah haha, yang penting aku seneng sekarang" gumam Mela lagi.
---------
Mela sudah tidak demam lagi. Dan pagi ini ia bisa bebas dari rumah sakit.
" mas kita beres - beres dulu yuk, nanti sore kan kita pulang" ajak Mela.
" kamu istirahat aja sayang, biar aku yang mengemasi pakaian kita" ujar Fino.
" iya deh, maaf ya mas Mela jadi ngerepotin kamu terus" Mela merasa bersalah.
" nggak papa sayang, kamu jangan berfikir seperti itu ya, aku pengen jadi suami siaga buat kamu" tegas Fino.
" makasih ya mas" ujar Mela.
" iya sayang "
Sore telah tiba.. Mela dan Fino tengah menaiki pesawat. Fino telah memesan taxi online untuk mereka pulang ke rumah.
Sesampainya di bandara mereka telah di tunggu oleh taksi online pesanan Fino tadi. Mereka segera meluncur ke rumah Mela.
" sayang kita belum beli oleh - oleh buat mama dan papa, kenapa jadi lupa sih" ujar Fino menyesal.
" nggak papa mas, mereka pasti memaklumi kita" ujar Mela
Setelah sampai di depan rumah, mereka segera turun dari taksi lalu masuk ke rumah.
" assalamualaikum ma " ujar Mela dan Fino menghampiri mama di taman depan rumah.
" waalaikumsalam" jawab mama
" kalian kok sudah pulang sih, bukannya besok ya?" tanya mama.
" iya ma, Mela yang minta pulang " jawab Fino.
" ohh begitu ya, ya sudah kalian istirahat gih pasti capek kan" ujar mama.
" ma masakin Mela sayur asem ya, Mela kangen sama sayur asemnya mama" pinta Mela.
" iya sayang mama masakin nanti" jawab mama.
Fino pun mengantar Mela ke kamar untuk istirahat.
" kamu istirahat dulu ya sayang, mas keluar sebentar mau telfon Arga" ujar Fino.
" iya mas Mela pengen mandi dulu, gerah soalnya" ujar Mela.
Fino keluar dari kamar menuju dapur, ia mengambil sebotol minuman dingin lalu kembali lagi ke kamar. Ia berniat menelfon Arga untuk menanyakan keadaan perusahaanya sekarang.
Setelah sampai di balkon ia segera menelfon Arga.
Sementara itu di kamar mandi.
" kasih tau mama kapan ya enaknya" gumam Mela.
" nanti aja deh pas makan malam, biar ada papa sekalian" Mela terus saja mengajak ngobrol calon anaknya itu. Ia sangat bersyukur mendapatkan kesempatan hamil secepat ini.
__ADS_1
Bersambung....
Budayakan like komen dan vote ya teman setelah membaca.. dukungan kalian semangat author 😘😘😘