ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK

ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK
Episode 14


__ADS_3

Tak terasa hari - hari Mela begitu cepat berlalu. Kehidupan Mela begitu menyenangkan karena kehadiran Fino di hidupnya. Hari ini merupakan saat yang di tunggu - tunggu oleh Mela, Tata dan mahasiswa lainnya. Karena mereka telah berhasil menyelesaikan kuliah mereka yang di akhiri dengan acara wisuda di kampusnya.


Mela menjadi salah satu mahasiswi terbaik di sana. Dengan kepandaiannya tidak lah sulit bagi Mela mendapatkan nilai yang bagus.


" selamat ya sayang, mama sangat bangga sekali sama kamu" ujar mama sambil memeluk Mela.


" iya ma makasih, ini kan berkat doa mama sama papa juga kan" ujar Mela.


" iya sayang"


Karena acara wisuda sudah selesai para tamu undangan pun segera membubarkan diri. Sebelum Mela dan kedua orang tuanya pulang mereka menyempatkan diri untuk berfoto bersama.


Dari kejauhan terlihat Fino berlari ke arah Mela.


" sayang maafin aku ya, tadi ada meeting mendadak, jadi aku nggak bisa hadir tepat waktu" ujar Fino dengan nafas ngos - ngosan.


" iya nggak papa, Mela ngerti kok" ujar Mela.


" ini buat kamu" ujar Fino sambil memberikan buket bunga dan cokelat untuk Mela.


" makasih ya kak".


" iya sama - sama".


Setelah foto bersama mereka memutuskan untuk makan siang bersama di restoran mewah, untuk merayakan kelulusan Mela tentunya.


Selesai makan mereka lanjut mengobrol dan bergurau. Fino tidak lagi merasa canggung berada diantara keluarga Mela.


" sayang kamu mau lanjut S2 apa kerja habis ini?" tanya Fino.


" kerja aja deh, di perusahaan papa. Tapi jadi karyawan biasa" ujar Mela.


" lho kenapa jadi karyawan biasa sih, nggak mau nih belajar jadi CEO?" tanya papa wawan.


" nggak mau pa, karena besok kalau Mela udah nikah, Mela pengen kayak mama jadi ibu rumah tangga yang baik, berbakti kepada suaminya" ujar Mela.


" bagus sayang mama dukung kamu" ujar mama, Fino tersenyum menanggapi kata - kata Mela.


" aku ingin secepatnya menikahi kamu Mel, biar bisa jadi ibu rumah tangga di keluarga kecilku 😊😊" batin Fino.


Ponsel papa berdering.


Tringg


Papa segera mengangkat telfonnya, sambil berjalan menjauh meninggalkan mereka.


" Nilam, tumben telfon" gumam papa.


📞 " hallo assalamualaikum Nilam ada apa?


📞.......


📞" baiklah kami segera kesana"


Papa menutup telfonnya lalu kembali ke meja tadi.


" ma kita harus segera pergi, ada meeting mendadak di luar kota" ujar papa.


" lho tumben" jawab mama.

__ADS_1


" nanti papa jelasin ma" bisik papa


Mama pun mengangguk tanda mengerti.


" sayang maaf ya papa sama mama harus pergi sekarang, ada urusan mendadak" pamit papa.


" iya pa nggak papa, hati - hati ya di jalan" ujar Mela.


" iya sayang "


" Fino tante titip Mela dulu ya" ujar mama.


" iya tante" jawab Fino singkat.


Mama dan papa Mela segera pergi saat ini. Tinggalah Fino dan Mela saja di sana.


" sayang kamu mau aku lamar kapan" tanya Fino.


" emmm kalau kamu mau menunggu aku 1 tahun lagi mungkin, aku siap" jawab Mela.


" kenapa lama sekali sih, aku udah nggak sabar nih pengen miliki kamu seutuhnya" ujar Fino memelas.


" ya maaf, aku kan juga pengen merasakan bekerja dapat uang dari hasil keringat aku sendiri kak" jawab Mela sambil menunduk.


" ya sudah deh aku nggak papa kok harus nunggu kamu selama satu tahun yang terpenting nikahnya sama kamu " ujar Fino meyakinkan Mela.


" makasih ya sayang, kamu mau nunggu aku" ujar Mela.


" iya karena aku sangat mencintaimu Mela " ujar Fino.


" Mela juga".


🍀🍀🍀🍀🍀


Nenek Mela terkena setruk sudah lebih dari lima tahun lamanya, beliau hanya bisa berbaring diatas kasur. Dulu setiap minggu kedua orang tua Mela selalu mengunjungi sang nenek. Tetapi akhir - akhir ini hanya bisa sebulan dua kali jika tidak ada acara. Sedangkan Mela mungkin sebulan sekali karena sibuk dengan kuliahnya. Jarak rumah yang jauh juga menjadi salah satu kendalanya.


🍀🍀🍀🍀🍀


Mela sedang berada di kamarnya. Mama dan Papanya belum juga pulang padahal sudah tengah malam.


Mela merasa gelisah saat ini. Tiba - tiba ia ingat dengan neneknya.


Karena tidak bisa tidur Mela segera ambil wudhu lalu sholat malam 2 rakaat.


Setelah sholat hatinya menjadi tenang sekarang. Mela mengambil ponselnya lalu membuka akun sosmednya. Mela terbelalak melihat unggahan Fino di akun sosmednya.


" Si Tomboy Cantik, pakai love - love segala hahha, ada - ada aja sih" gumam Mela.


Ya foto candid hasil curian Fino tadi. Terlihat Mela yang mengenakan brukat navy dengan jilbab senada. Mela yang menggunakan make up komplit saat itu, sehingga menambah kecantikan Mela.


Saat tengah asyik memainkan ponselnya terdengar suara mobil memasuki pekarangan rumahnya. Mela segera berlari ke balkon melihat siapa yang datang.


" papa sama mama sudah pulang ternyata" gumam Mela.


Ia segera turun ke bawah membukakan pintu.


Sebelum sang mama membuka pintu Mela sudah membukanya duluan.


" kamu belum tidur sayang? " tanya mama.

__ADS_1


" belum ma, Mela nggak bisa tidur tadi" jawab Mela.


" maaf ya mama sama papa baru pulang" ujar papa.


" iya pa nggak papa, emang kalian dari mana tadi sampai pulang larut begini?" tanya Mela.


" tadi papa ada meeting di Kota H sayang" jawab papa berbohong.


" oh begitu ya" jawab Mela mempercayai papanya.


" tidurlah sayang kamu pasti ngantuk, mama sama papa juga capek pengen istirahat" ujar mama.


" iya ma, Mela ke kamar dulu ya" pamit Mela.


" iya sayang "


Mela pun kembali ke kamarnya. Ia segera tidur sekarang.


" ngantuk juga akhirnya" gumam Mela.


Tidak butuh waktu lama Mela pun segera tertidur.


🍀🍀🍀🍀🍀


Di kamar orang tua Mela.


Sang papa tidak bisa tidur karena memikirkan kata - kata maminya tadi.


flashback on


" wawan" panggil Nenek Sari.


" iya mi wawan di sini" jawab Papa Wawan.


" Mela sudah selesai ya kuliahnya" tanya nenek dengan suara terbata - bata.


" iya mi, Alkhamdulillah Mela sudah lulus kuliahnya " jawab papa.


" mami ingin melihat Mela segera menikah nak" ujar nenek.


" Mela pasti menikah mi, mami harus sembuh dulu ya, supaya mami bisa ikut di pesta pernikahan Mela nanti" ujar papa.


" mami ingin Mela segera menikah nak, mami sudah tidak kuat lagi" ujar nenek sambil menangis.


Tante Nilam dan Mama Tika menangis mendengar ungkapan Nenek Sari.


" mami ingin melihat cucu mami satu - satunya itu menikah, setelah Mela menikah mami bisa tidur dengan tenang nak" ujar nenek.


" iya mi pasti" Papa Wawan tidak bisa menolak. Ia hanya bisa meng iyakan saja.


flashback off.


" gimana caranya ngomong sama Mela ya" batin papa.


" Mela pasti sedih kalau tau neneknya masuk rumah sakit sekarang" .


" besok saja lah cari solusinya, sekarang harus tidur capek semua badanku" gumam papa.


Akhirnya Papa Wawan tertidur juga.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2