
" oh begitu ya"
" iya, kalau kamu mau jadi istriku, aku siap kok melamar kamu" ujar Arga spontan lagi.
" aduh, bego banget sih nih mulut... kalau ngomong itu di pikir dulu napa" batin Arga merutuki dirinya sendiri.
" dia kenapa sih, ngomongnya kayak nggak ada saringanya haha ceplas - ceplos" batin Tata.
" Mas Arga ada - ada aja" ujar Tata.
" duh, tuh kan dia nggak percaya kalau sebenarnya yang barusan keluar dari mulutku itu benar" batin Arga.
" sekalian aja deh, moga aja dia mau "
" i-itu beneran, aku nggak bohong... kamu mau nggak jadi pacar aku" Dengan percaya diri Arga menyatakan perasaanya.
Belum sempat Tata menjawab, makanan yang tadi mereka pesan telah datang.
" silahkan" kata waiters setelah menghidangkan makan di meja.
" terima kasih"
" emm makan dulu aja kalau begitu, kamu udah lapar kan?" tanya Arga.
" iya mas" .
Mereka pun makan siang terlebih dahulu.
Selama makan Tata dan Arga hanya fokus makan. Mereka terlarut dalam pikiran masing - masing.
Setelah makanan habis, Arga mulai melanjutkan yang tadi.
" gimana? kamu mau nggak jadi pacar aku?" tanya Arga tanpa basa - basi.
" baru juga kenal, main nembak aja.. kalau di tolak pasti jadi canggung setelah ini" batin Tata.
" semoga dia mau" Arga berdoa dalam hati.
" giamana ya, ini terlalu cepat buat aku" jujur Tata.
" iya sih, eh nggak papa jangan jawab sekarang.. aku kasih kamu waktu satu minggu untuk menjawabnya" ujar Arga.
" em baiklah, satu minggu"
Arga sedikit lega karena sudah mengeluarkan isi hatinya. Ia hanya pasrah dan berdoa sekarang. Soal Tata mau menerima atau tidaknya tergantung dengan sikap Arga terhadap Tata saat ini.
...-----------------...
" kamu kenapa sih sayang, kayaknya lagi ada masalah ya?" tanya mama.
" nggak papa ma, Mela cuma bosen aja di rumah" jawab Mela.
Ia terpaksa berbohong, karena ia pikir itu adalah masalah pribadinya. Dan ia harus menyelesaikanya sendiri sekarang.
" bosen ya, kita jalan - jalan ke mall yuk" ajak mama.
" boleh ma"
Mela dan mama sudah siap pergi jalan - jalan. Mereka tidak menaiki mobil sendiri, melainkan memesan taksi online.
30 menit perjalanan mereka telah sampai di mall.
" kamu pengen beli apa Mel?" tanya mama.
" apa ya, lihat - lihat dulu aja deh, nanti kalau suka tinggal beli" jawab Mela.
" baiklah"
Mereka berdua berjalan beriringan, seperti dua orang sahabat saja.
Mela mengajak mamanya pergi ke baby shop. Disana terdapat banyak model baju bayi yang di pajang. Mela tertarik dengan sepatu bayi warna biru muda.
" ma, Mela pengen beli ini deh" ujar Mela.
__ADS_1
" jangan dulu Mel, kalau udah 8 bulan kamu boleh beli buat bayi kamu, kalau 8 bulan ke bawah pamali, jangan dulu ya" ujar mama mengingatkan.
Mela sangat kecewa karena tidak bisa membawa pulang sepatu itu.
" iya deh, nggak jadi beli" ujar Mela pasrah.
" kasihan dia" batin mama.
" kalau gitu kita pindah yuk, lihat sepatu dewasa aja gimana" ujar mama.
" heemmm" jawab Mela.
" duh... niat hati pengen menghibur malah jadi tambah sedih nih" batin mama.
Untung saja mama masih punya ide. Ia mencarikan sepatu coupel buat Mela dan Fino.
" Mela lihat deh, ini bagus - bagus kan" kata mama.
" iya ma, coupel..." akhirnya Mela sedikit melupakan masalah yang tadi.
" Mela pengen beli deh, nanti buat anaku bisa pesen kalau udah lahir ya ma" ujar Mela.
" iya kamu benar, pilih gih mana yang kamu suka" mama membantu Mela mencoba sepatunya.
Setelah puas memilih, Mela memutuskan untuk membeli sniker coupel warna putih.
" semoga Mas Fino suka" lirih Mela.
" sudah sayang, mau kemana lagi sekarang?" tanya mama.
" ke toko make up, Mela pengen dandan ma" jawab Mela.
Setelah beberapa saat mereka berjalan, sampailah di tempat tujuan selanjutnya.
Mela membeli pelembab wajah, bedak, lotion dan beberapa lipstik.
" aku akan merawat tubuhku lagi, semoga saja Mas Fino makin sayang sama aku" batin Mela.
...-------------------------...
Mela dan Mama Tika sampai di rumah sore hari. Sedangkan Fino dan Papa Wawan belum pulang dari kantor.
" capek juga muter - muter di mall, tapi seneng sih" gumam Mela.
Mela sedang duduk di sofa sambil minum susu.
" aku harus bikin Mas Fino makin cinta sama aku, aku nggak boleh kalah sama pelakor itu"
" menikah itu cuma sekali seumur hidup"
" jadi aku harus menjaga pernikahan ini"
Ujar Mela yakin.
Suara mobil Fino terdengar memasuki pekarangan rumah.
" Mas Fino udah pulang" ujar Mela.
" aku nggak boleh mikir yang tidak - tidak, suamiku itu orang baik, kalau dia salah aku yang harus menyadarkanya" lirih Mela.
Ceklek
" mas" Mela mencium tangan Fino.
" kamu lagi apa sayang?" tanya Fino.
" lagi nungguin kamu pulang mas" jawab Mela.
Kini Mela tidak lagi lesu seperti tadi pagi.
" mas mandi bareng yuk, bantuin gosok punggungku ya" ajak Mela.
" baiklah dengan senang hati istriku" ujar Fino.
__ADS_1
Mereka masuk ke dalam kamar mandi bersama. Mela meminta tolong kepada Fino untuk membantunya mandi.
.......
...----------------------...
Malam hari setelah makan malam.
" mas kamu lembur nggak?" tanya Mela.
" enggak sayang, kenapa?" Fino bertanya balik.
" nggak papa, cuma nanya doang"
Mela sedang duduk di depan meja riasnya. Ia menyisir rambut hitam lurus dan panjang itu.
" kamu makin cantik sayang" ujar Fino sambil memeluk Mela dari belakang.
Mela hanya tersenyum saja.
" emmmm, rambut kamu juga makin wangi aja sekarang" kata Fino.
Fino menelusupkan wajahnya di ceruk leher Mela.
" geli mas" kata Mela.
" hehe habisnya kamu wangi" ujar Fino.
Mela membalikan tubuhnya menghadap Fino.
" mas, kamu masih sayang kan sama aku?" tanya Mela.
" masih, dan selamanya akan mencintai kamu seorang " jawab Fino.
Mela hanya melihat kejujuran saja di wajah Fino.
" semoga kamu nggak pernah bohong mas sama aku" batin Mela.
" janji ya sama aku" ujar Mela.
" janji".
Fino mengajak Mela naik ke tempat tidur. Fino ingin bermanja - manja dengan Mela.
" kamu lagi apa sayang, ini papa... kangen sama kamu" ujar Fino di depan perut Mela.
Bayi mereka langsung merespon dengan cara menendang.
" aku lagi tidur pa..." ujar Mela menirukan suara bayi.
" oh iya mas, Mela lupa" ujar Mela. Ia turun dari ranjang. Mela ingat jika tadi ia membeli sepatu untuk dia dan Fino.
" ini mas, tadi Mela beli ini sama mama di mall" ujar Mela.
" wah coupel ya" kata Fino.
" kamu coba deh" Mela memberikan sepasang sepatu untuk Fino.
" bagus sayang, mas suka" kata Fino.
" sebenarnya tadi aku juga pengen beli sepatu bayi mas, tapi kata mama belum boleh beli apa pun buat anak kita, nunggu sampai 8 bulan dulu baru boleh beli " ujar Mela.
" oh begitu ya, nggak papa sayang, nanti saat 8 bulan aku akan antar kamu belanja buat anak kita ya" ujar Fino.
" iya mas"
Setelah meletakan sepatunya di tempat semula, Mela mengajak Fino untuk tidur.
Namun Fino meminta jatah terlebih dahulu, dan Mela tidak menolak itu.
Bersambung ..............
Dukung Author ya dengan cara like komen dan kasih votenya oke !!.....🙏🙏😊😊😊
__ADS_1