
Sebelum membaca, author ingatkan untuk like dan komennya ya, dukungan kalian selalu author tunggu supaya rajin upnyaπ. Dan terima kasih buat kalian yang udah mampir di novelku.
Happy reading....ππ
Saat makan malam.
" sayang habis ini mas pulang ke rumah ya" pinta Fino.
" memang kenapa mas?" tanya Mela.
" lusa kan kita menikah lagi, terus di rumah itu udah banyak saudara dari mama sama papa, ada nenek aku juga, masak iya aku nggak menemani mereka disana, kan rasanya nggak enak sama mereka" ujar Fino hati - hati.
" nggak papa Mel, lebih baik kalian dipingit dulu, ya meskipun cuma sehari.. iya nggak pa?" sahut mama.
" iya, benar kata mama, nanti biar pangling Fino saat lihat kamu" ujar papa.
" iya deh, Mela setuju, tapi ada syaratnya" ujar Mela.
" Tata boleh ya nginap di sini, Mela biar ada temannya, pliss" Itulah syarat dari Mela. Mudah bukan?.
Mereka pun menyetujuinya.
Β
Fino tengah bersiap pulang ke rumahnya.
" sayang jangan nakal ya di perut mama, lusa kita ketemu lagi, papa harus pulang kerumah nenek sama kakek dulu" ujar Fino saat berpamitan dengan calon anaknya. Lalu ia mengecup perut Mela itu.
" buat mamanya, jangan lupa makan.. jaga kesehatan, terus vitamin sama susunya juga di minum ya" pesan Fino kepada Mela.
" iya mas, kamu juga" jawab Mela. Fino mencium bibir Mela, lalu Mela pun membalasnya.
Setelah puas berciuman Mela mengantar Fino sampai depan rumah. ( cuma ditinggal sehari aja kayak mau ditinggal perang ajaππ)
" hati - hati ya mas, jangan ngebut - ngebut" ujar Mela.
" siap komandan" jawab Fino lalu mengecup dahi Mela sekilas.
Mela menungguinya sampai mobil Fino tidak terlihat lagi. Ia pun kembali ke kamarnya.
" telfon Tata dulu" gumam Mela.
π " hallo Ta, elo lagi di mana? "
π " lagi di kamar nih"
π " lo ke rumah gue sekarang ya, temenin gue tidur pliss"
π " emang kemana suami lo?"
π " nanti gue ceritain, pokoknya lo kesini sekarang, bawa sekalian bajunya buat besok" .
Mela langsung mematikan telfonnya sepihak.
" hahaha maaf ya Ta, elo pasti mikir yang enggak - enggak sekarang" gumam Mela.
Setelah beberapa saat Tata pun tiba dirumah Mela.
Tok tok tok...
__ADS_1
Ceklek.
" elo ada masalah apa sama kak Fino? " tanya Tata to the point.
" nggak ada masalah kok, kita kan lagi di pingit Ta" jawab Mela.
" gue kira ada apa" ujar Tata.
Mela dan Tata naik ke atas ranjang lalu ngobrol kesana kemari. Karena sudah mengantuk Mela dan Tata segera mengganti pakaiannya dengan piyama.
" elo gendutan ya Mel sekarang?" tanya Tata.
" iya Ta, kelihatan banget ya?" tanya balik Mela.
" sedikit sih, tambah montokππ" ujar Tata.
" hahaha biar lah, yang penting gue sehat"
Setelah itu mereka langsung tidur karena besok harus bangun pagi. Banyak rangkaian acara yang harus Mela lakukan dihari itu.
Β ------------
Pagi menjelang siang, serangkaian acara telah dilaksanakan mulai dari pengajian, siraman dan lainnya. Mela hanya boleh berada di dalam kamar saja setelah itu. untuk istirahat tentunya.
Bergantian keluarga Mela yang sudah datang masuk ke dalam kamar Mela untuk mengucapkan selamat, namun hanya perempuan saja yang boleh masuk.
" selamat ya Mel, akhirnya kamu menikah juga , semoga jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, aamiin"
" selamat sayang, akhirnya keponakan tante nikah juga"
" kamu kok gendutan sekarang ya, apa karena kita jarang ketemu nih"
Begitulah beberapa ungkapan dari saudara Mela.
" iya tante makasih, mohon doanya ya"
" Mela udah hamil sekarang, jadi badanya lebih gendut kan" ujar Mela.
" kamu hamil duluan Mel?" tanya mereka kaget karena belum tahu jika Mela sudah menikah siri dulu.
" Mela itu sebetulnya udah nikah siri sama suaminya, tiga bulan yang lalu sebelum mami meninggal" ujar Tante Nilam menimpali.
" ohh begitu ya, kenapa waktu itu kalian nggak ngomong sih?" tanya salah satu tantenya Mela.
" hehe mungkin kami lupa, dan terlalu larut dalam kesedihan waktu itu" ujar Mela.
Setelah semua orang membubarkan diri dari kamar Mela, kini hanya ada Mela dan Tata saja disana.
Karena capek Mela pun tidur ditemani oleh Tata. Ketika tengah terlelap ponsel Mela bergetar.
" Mela bangun, itu suami lo telfon" ujar Tata sambil membangunkan Mela.
Tanpa menjawab panggilan Tata, Mela langsung mengambil ponsel lalu menerima telfon dari Fino itu.
π " hallo mas, kangen ya sama Mela"
π " kamu tau aja, udah makan belum, minum susu sama vitaminnya jangan lupa ya"
π " udah kok tadi"
__ADS_1
π"............"
Setelah mereka mengakhiri telfonnya Mela pun meletakkan lagi ponselnya di atas nakas.
" seneng ya udah punya suami, ada yang perhatian setiap saat, giliran gue kapan" ujar Tata memelas.
" hehehe gue lupa ada yang jomblo disini"
ujar Mela.
" ih jahat lo ya" sahut Tata, lalu mereka berdua pun tertawa karena itu.
" hahahaha"
" ah lo mau nggak gue kenalin sama sekertarisnya mas Fino " ujar Mela.
" nggak tau Mel, gue masih sedikir trauma sama pria" jawab Tata.
" gue paham kok Ta, tapi apa salahnya elo coba dulu, mungkin bisa berteman aja dulu" ujar Mela.
Mela ingat dengan ucapan Fino waktu itu. Arga meminta Fino untuk mengenalkan dengan teman Mela yang jomblo.
" besok elo bakal tau Ta siapa yang akan gue kenalin, siapa tau gue bisa jadi mak comblang mereka haha" ujar Mela dalam hati.
Β
Di rumah Fino.
Disana hanya mengadakan pengajian saja karena acara resepsi berada di rumah Mela.
Kini semua keluarga Fino tengah berkumpul di ruang keluarga.
" Fino kamu harus sayangi istri kamu, dahulukan kepentingannya dari pada yang lainnya, bimbinglah selalu keluarga mu ya nak" wejangan dari sang nenek.
" iya nek pasti, sekarang istri Fino sudah hamil nek, usianya hampir dua bulan" ujar Fino, lagi - lagi mereka kaget mengetahui jika Mela hamil.
" udah hamil, apa kamu menghamili dia duluan Fin?" tanya salah satu kerabat Fino.
" haha enggak lah om, Fino itu orang baik - baik, Fino udah nikah siri tiga bulan yang lalu, makanya Fino umumin sekarang dari pada nanti jadi salah paham kan" ujar Fino.
" ohh begitu ya, om kira hamil duluan" Memang belum banyak yang tau jika Fino sudah menikah siri.
Setelah makan malam mereka semua pun istirahat karena besok adalah hari H nya Fino dan Mela.
Β
Di kamar Mela.
"Ta temenin gue ke dapur yuk, gue laper nih" ajak Mela. " emm ayo, gue juga haus"
Setelah sampai di dapur Mela segera membuat susu dan mengambil roti kesukaanya. Sementara Tata hanya minum saja.
Roti dan susu telah habis, Mela merasa kenyang sekarang. Lalu kembali lagi ke kamarnya.
" pantesan aja gendut, mau tidur aja makan lagi hahaππ, suatu saat nanti pasti gue juga ngerasain, tapi kapan ππ" batin Tata miris.
Mela dan Tata segera tidur setelah gosok gigi. Karena besok mereka harus bangun pagi - pagi untuk dirias wajahnya. Apalagi ibu hamil, tidak boleh begadang kan, tidak baik untuk kesehatan ibu maupun bayinya. Sementara Fino sudah tidak sabar menunggu besok, ia tidak tahan jika harus berpisah dengan istrinyaπππ.
Bersambung...........
__ADS_1