ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK

ISTRIKU SI TOMBOY CANTIK
Episode 16


__ADS_3

" siapa pacar kamu sekarang??" tanya nenek dengan suara terbata.


" Kak Fino nek, anaknya temen mama" jawab Mela.


" baik orangnya?" tanya nenek lagi.


" baik nek, dia sayang banget sama Mela" jawab Mela.


" syukurlah, kalau nenek punya permintaan kamu mau mengabulkannya" tanya nenek.


" tentu dengan senang hati" jawab Mela. Dia belum tahu kemana arah pembicaraannya dengan neneknya. Yang ada dipikiran Mela sekarang adalah neneknya itu harus sehat lagi.


" nenek sangat ingin melihat kamu menikah Mel. Itu adalah permintaan nenek yang terakhir untuk kamu" ujar nenek.


" iya nek Mela pasti menikah, tapi nunggu nenek sembuh dulu ya" ujar Mela.


Tiba - tiba sang nenek menangis. Mela masih setia menggenggam tangan neneknya. Sesekali ia mengusap air mata yang menetes dari kelopak mata Nenek Sari.


" nenek jangan menangis lagi ya, Mela jadi ikut sedih nek" ujar Mela menenangkan neneknya.


" Mela menikahlah sekarang, nenek sudah tidak kuat lagi" ujar nenek dengan nafas sedikit tersengal.


" nenek jangan bilang kayak gitu dong" Mela semakin takut karena ucapan neneknya seperti seseorang yang akan pergi jauh.


" tidak sayang, kamu cucu nenek satu - satunya, itu keinginan nenek yang terakhir. Nenek mohon sama kamu" ujar nenek sambil menangis.


" gimana ini, aku sayang sama nenek. Jika itu yang nenek inginkan aku harus menurutinya, hiks hiks" batin Mela.


" baiklah nek, demi nenek Mela mau menikah sekarang juga, tapi nenek harus janji sama Mela, nenek harus sembuh ya" ujar Mela.


Nenek menganggukan kepala pelan, ia tersenyum sekarang.


" Mela keluar sebentar ya nek.. nenek istirahatlah, Mela akan bicara sama mama dan papa dulu" ujar Mela.


" iya" jawab nenek singkat.


" maafkan nenekmu sayang sudah memaksamu. Nenek sudah tidak kuat lagi. Nenek hanya ingin melihat cucu nenek satu - satunya menikah" batin Nenek Sari sambil menangis.


Mela keluar dari ruang inap nenek.


" kamu kok menangis Mel, kenapa" tanya papa.


" pa nikahkan Mela dengan kak Fino sekarang juga. Mela mohon" Mela menangis lagi.


" syukurlah kalau kamu mau menikah sekarang " ujar papa.


flashback on


Setelah Mela memasuki ruang inap neneknya, Papa Wawan mulai bercerita dengan Fino.


" gimana keadaan neneknya Mela om" tanya Fino.


" entahlah, om sudah mengiklaskan nenek jika ia sudah tidak bisa panjang umur lagi" ujar Papa Wawan sambil mengusap matanya, menahan air mata yang akan jatuh.


" kita doakan yang terbaik om buat nenek" ujar Fino mencoba menenangkan Papa Wawan.


" iya nak, sebetulnya nenek menginginkan Mela menikah sekarang. Hanya itu yang dia minta dari kemarin" ujar papa.


" apa kamu mau menikah dengan Mela Fino?" tanya papa.

__ADS_1


" iya om Fino akan menikahi Mela. Kemarin waktu kita makan siang di restoran waktu itu Fino udah tanya sama Mela kapan dia bersedia Fino nikahi, tapi dia bersedia 1 tahun lagi om" cerita Fino.


" tetapi om tidak yakin dia akan menunda 1 tahun lagi jika neneknya yang minta" ujar papa.


" kamu mau kan jika nanti Mela yang meminta kamu menikahinya sekarang? " tanya papa.


" iya om, dengan senang hati Fino akan menikahinya" jawab Fino.


" terima kasih nak, kamu sudah menjaga Mela dengan baik" ujar mama.


" iya tante, Fino sangat mencintai Mela " ujar Fino.


flashback off


Tante Nilam yang gantian menjaga nenek di dalam.


" sekarang kamu telfon papa sama mama kamu dulu nak, minta restu sama mereka" ujar papa.


" iya om" .


Lalu Fino pun menelfon papa dan mamanya secara bergantian. Ia menceritakan sedikit tentang keadaan Nenek Sari sekarang.


" mereka merestui jika Fino menikah dengan Mela sekarang om tante" ujar Fino.


" baiklah om akan meminta teman om membawa penghulu kesini" ujar Om Joko suaminya Tante Nilam.


" iya om" .


Mela masih menangis sambil memeluk mamanya dari samping.


" Mela Fino mungkin kalian harus menikah siri dulu disini, besok kita resmikan dan buat resepsi kalau keadaan nenek sudah stabil ya" ujar Papa Wawan.


" iya om Fino mengerti" ujar Fino.


" jangan menangis lagi sayang, kamu akan menikah sekarang, tenang ya" ujar mama menenangkan Mela.


" iya ma" Mela menghapus sisa air mata di pipinya.


Akhirnya penghulu pun datang mereka semua segera memasuki ruangan Nenek Sari.


Nenek Sari tersenyum sekarang, ia sudah tidak lagi menangis.


Dengan satu tarikan nafas Fino berhasil mengucapkan kalimat ijab qabul dengan lantang.


" sahhh " satu kata yang menandakan Mela dan Fino sudah resmi menjadi suami istri sekarang.


Mela mencium punggung tangan Fino. Lalu giliran Fino mengecup dahi Mela.


Setelah itu Mela dan Fino bersalaman kepada Papa, Mama, Nenek, om dan tante Mela secara bergantian.


Nenek tersenyum karena ia merasa bahagia sekarang.


Nenek meminta semuanya untuk keluar kecuali Mela dan Fino.


" akhirnya kamu menikah juga sayang, nenek bahagia sekarang. Nenek sudah tenang karena keinginan nenek sudah


kamu wujudkan"


" terima kasih Mela dan kamu Fino.

__ADS_1


Tolong jaga Mela ya nak jangan sakiti dia, bimbinglah dia selalu" ujar nenek sambil menggenggam tangan Mela dan juga Fino.


" iya nek Fino janji" jawab Fino.


" nenek harus segera sembuh ya, nenek sudah janji dengan Mela kan" ujar Mela.


" maafkan nenekmu sayang, tidak bisa menepati janji nenek" ujar nenek dengan suara terbata - bata dan nafasnya mulai tersengal - sengal, lalu menangis.


" Nenek kenapa, nenek istirahat saja ya, Mela panggilkan dokter dulu" ujar Mela panik.


" biar aku saja, kamu temani nenek dulu" ujar Fino.


Lalu Fino segera memanggil dokter di luar.


Dokter pun segera datang.


Namun Nenek Sari sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Mela mangis histeris. Semua keluarganya bersedih karena kehilangan Nenek Sari.


Fino mencoba menenangkan Mela.


" yang sabar sayang, nenek sudah tidak merasakan sakit lagi sekarang " ujar Fino.


" iya kak"..


Lalu mereka segera membawa jenazah nenek ke rumah duka untuk di makamkan.


Malam telah tiba.


Mela masih bersedih, dan Fino masih setia di samping Mela.


" sudah sayang jangan menangis lagi, kasihan nenek kalau tau cucunya ini menangis terus, kita doakan ya supaya dosa - dosanya di ampuni sama Allah ya.." ujar Fino menenangkan Mela.


" iya kak".


Fino memeluk Mela dari samping.


Keluarga Fino datang untuk melayat.


" yang sabar ya sayang, kalau kita sedih kasihan nenek pasti juga ikut sedih" ujar Mama Shinta.


" iya tante makasih ya, Mela jadi terhibur sekarang" ujar Mela sambil memeluk Mama Sinta, yang sekarang sudah menjadi ibu mertuanya.


" iya sayang, jangan panggil tante lagi dong, kamu kan sudah jadi istrinya Fino sekarang " goda Mama Sinta.


" iya ma, Mela lupa" ujar Mela dan polos.


Keluarga Fino sudah pulang terlebih dahulu. Lalu papa dan mama Mela menyuruh Fino untuk mengajak Mela pulang sekarang, supaya Mela tidak larut dalam kesedihan terus.


" sayang kalian pulang saja dulu ya. Mama sama papa palingan lusa baru pulang ya" ujar papa.


" iya pa" jawab Fino.


" hati - hati ya di jalan.. kalau kalian capek menginaplah di hotel, kalau di sini masih ramai, ini kan malam pengantin sayang " goda mama.


" mama..." Mela malu mendengar ucapan mamanya.


" ayo sayang" ajak Fino.


" iya kak"

__ADS_1


Setelah berpamitan mereka bergegas pulang ke rumah Fino.


Bersambung....


__ADS_2