
pertandingan babak kedua pun di mulai, kedua tim yang sama kuatnya saling mengejar poin kini tim alvin di tahan imbang oleh tim bagas. setelah kejadian tadi alvin semakin bersemangat hingga melupakan rasa sakit pada kakinya.
tapi tidak dengan bagas setelah melihat kejadian saat dita memberi minum pada alvin dia sangat marah pada alvin dia tidak terima alvin dekat dengan dita sehingga dia berusaha keras untuk mengalahkan alvin dan seperti saat ini dia sedang berebut bola dengan alvin karena rasa marah yang meluap dan dia juga melihat kaki alvin yang sedikit pincang akhirnya dia menjegal kaki alvin. alvin pun terjatuh sambil memegangi kakinya bagas menjegal tepat di luka alvin yang sakit. alvin pun meringis merasakan sakit pada kakinya.
dita yang melihat kejadian itupun langsung berlari ketengah lapangan untuk membantu alvin, entah keberanian dari mana dia bisa senekat itu. nindy yang melihat itu hanya tersenyum berbeda dengan dua sahabatnya yang di buat melongo akan kenekatan dita.
" lo gak papa " tanya dita cemas seraya melihat kaki alvin. namun alvin tidak menjawab dia masih meringis kesakitan.
" curang lo " teriak rasya seraya mendekati bagas.
" gue nggak sengaja " jawab bagas acuh.
" songong banget lo" marah rasya karena tingkah bagas yang terlihat sombong.
" mau lo apa ha" tanya bagas masih dengan sombongnya.
" lo tanya mau gue apa ha!" teriak rasya yang mulai terpancing emosi. rasya pun maju bersama fakri dan vino mereka seakan melupakan alvin yang kesakitan. nindy yang melihat alvin semakin memucat pun ikut memasuki lapangan bersama kedua sahabatnya untuk melerai perkelahian agar mereka cepat menolong alvin.
__ADS_1
" pisahin mereka ayok" ajak nindy dan kedua sahabatnya hanya mengangguk.
" woi udah " teriak rista seraya menarik rasya agar tak terpancing emosi. begitu juga dengan nindy dan kyara yang menarik fakri dan vino.
" apaan sih lo bertiga" kata fakri tak trima dipisahkan sebelum bisa menghajar bagas.
" lo yang apaan temen kesakitan malah berantem, gila lo " teriak nindy yang ikut kesal dengan tingkah mereka bertiga,
" gue gini buat sahabat gue,tahu apa lo soal kita ha" teriak vino yang ikut kesal karena emosinya belum terlampiaskan.
" pakai mobil gue aja " kata nindy sambil berlari kearah mobilnya saat mereka sudah sampai di parkiran, alvin pun di tidurkan di kursi belangkang bersama dita yang masih menangis.
" kalian disini aja slesain pertandingan biar kita berempat yang urus alvin, setelah selesai pertandingan kalian nyusul" kata nindy kepada ketiga pria di hadapannya.
" iya kalian disini aja, kalian harus menangin pertandingan ini demi alvin" kata kyara menambahkan.
" dan lo jangan berantem mulu jangan kepancing emosi babak belur baru tahu rasa lo" kata rista sambil menunjuk ke arah rasya.
__ADS_1
" oke kita titip alvin sama kalian" kata fakri akhirnya menyetujui saran mereka.
"yaudah kita berangkat" kata nindy seraya masuk ke mobil.
"semangat " kata kyara dan rista lalu meninggalkan mereka disana dan ikut masuk ke dalam mobil.
mobil pun melaju menembus jalanan yang lumayan ramai.
~
sesampainya di rumah sakit mereka langsung memanggil perawat agar alvin bisa cepat di tangani, lalu alvin di bawa masuk ke ruang perawatan. dita cs hanya bisa menunggu di luar ruangan dengan harap-harap cemas menanti kabar dari dokter
~
berbeda dengan keadaan dilapangan basket yang cukup gaduh ,setelah kejadian tadi banyak siswa yang kawatir dengan keadaan alvin dan bertanya-tanya kenapa bagas bersikap curang .setelah cukup lama pertandingan di hentikan karena insiden alvin. fakri,rasya dan vino pun memasuki lapangan dan mengatakan pada wasit pertandingan bisa di mulai kembali dengan pimpinan dari fakri. semua penonton pun bersorak menyemangati tim fakri sebenarnya mereka tidak yakin tanpa adanya alvin mereka bisa menang tapi mereka tetap percaya pada fakri karena fakri termasuk pemain terbaik. fakri memberikan strategi permainan baru kepada tim nya dan mewanti-wanti rasya dan vino agar tidak terpancing emosi. pertandingan pun di mulai dengan strategi baru mereka dapat menguasai permainan bagas pun semakin murka karena tim mereka tertinggal poin dia bermain cukup kasar tapi itu tidak mempengaruhi permainan tim fakri.
" tahan emosi lo setelah alvin sembuh kita cari dia " kata alvin seraya mendekati rasya yang terlihat sudah emosi, rasya pun menganggukan kepalanya dan melanjutkan pertandingan, hingga pertandingan berakhir tim bagas tak bisa mengejar ketertinggalanya sehingga pertandingan di menangkan oleh tim fakri. semua murid SMA ADIJAYA pun bersorak bahagia atas kemenangan mereka. p0
__ADS_1