
bel istirahat pun berbunyi semua siswa berhamburan keluar kelas menuju kantin untuk mengisi perutnya yang kosong tidak terkecuali dita cs mereka juga menuju kantin bersamaan. setelah sampai kantin merekapun memesan makanan dan mencari tempat duduk.
" gila, pelajaran tadi menguras otak banget " kata rista seraya menyandarkan punggungnya disandaran kursi kantin.
" iya juga sih, matematika itu emang pelajaran yang paling menguras tenaga " kata kyara menambahkan.
" dasar lo berdua aja yang o'on " kata nindy tersenyum mengejek kedua temannya.
" lo ya nin, bisa-bisanya bilang kayak gitu " kata kyara mengepalkan kedua tangannya.
" kalo bukan temen gue bejek-bejek lo " tambah kyara mempererat kepalan tangannya sambil memutar-mutar tangannya. dita dan nindy hanya tertawa melihat kelakuan kyara.
" udah makan gih, keburu nggak enak makanan lo " kata dita melerai pertengkaran mereka.
saat sedang asik makan nindy ingat sesuatu lalu menengok kearag dita.
" apa? " tanya dita seraya memasukan sesendok makanan ke dalam mulutnya.
" jadi ?" kata nindy balik bertanya dita pun memikirkan apa yang di tanyakan nindy.
" jadi? " tanya balik dita karena pertanyaan ambigu dari nindy.
" Raka " kata nindy seraya memutar bola matanya jengah karena dita tidak paham dengan ucapannya.
" dia minta gue jauhin Alvin " kata dita lemah seraya mengaduk-aduk makannya.
" what? " teriak mereka bertiga bersamaan, membuat seisi kantin menatap kearah meja mereka bertiga. menyadari mereka di tatap banyak orang pun seketika mereka bertiga menutup mulit mereka dengan tangan.
" terus lo iyain? " tanya nindy memastikan.
" ya nggak lah " jawab dita lalu menaruh sendoknya.
nindy dan kedua sahabatnya pun bernafas lega mendengar jawaban dita.
" tapi gue heran aja, kenapa gitu dia nyuruh gue jauhin Alvin? " kata dita bertanya-tanya karena selama ini dia tidak menyadari jika Raka menaruh hati kepadanya.
" ya kan dia suka sama lo " kata rista tapi dengan suara lirih, kyara yang mendengarnya pun langsung membungkam mulut dita dengan telapak tangannya.
__ADS_1
" lo bilang apa ris " tanya dita karena tak begitu jelas mendengar ucapan rista.
" nggak dia cuma bilang, ya kan Raka sahabat kita mungkin dia kawatir "kata kyara tersenyum meyakinkan dita. dan dita pun mengangguk setuju.
" lepasin bege " kata rista karena merasa pengap.
" ya lo sih ember " kata kyara berbisik di telinga rista.
" ya sorry, kelepasan gua " kata rista lalau mereka melanjutkan makan.
" udah nggak usah di pikirin, bener kata kyara dia cuma kawatir aja" kata nindy menenangkan seraya mengusap punggung dita.
ditapun menoleh dan tersenyum kearah nindy lalu menganggukan kepalannya.
~
dirumah sakit dokter baru saja keluar dari ruangan alvin, setelah selesai memeriksa keadaan alvin dan mengatakan bahwa sore ini alvin sudah boleh pulang.
" akhirnya bisa pulang juga gue " kata alvin menghela nafas dan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang.
" iya nih, bisa nongkrong lagi kita " kata rasya dengan semangatnya.
" lo kayak sama siapa aja sih " kata fakri mendekati alvin lalu merangkul bahu alvin.
" iya vin kita kan sahabat ya harus gini lah " kata vino mendekat dan ikut merangkul bahu alvin.
" buat kita lo itu nggak ngrepotin, kita mah malah seneng bisa bolos " kata rasya tertawa namun justru ditatap tajam oleh mereke bertiga.
" eh gue salah ya " kata rasya bingung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan menundukan pandangannya merasa konyol dengan apa yang baru saja dia ucapkan.
yang lain pun saling tatap lalu tertawa lebar membuat rasya bingung dengan tingkah ketiga temannya itu.
" nggak salah kok lo bener juga,jadi kita nggak perlu repot-repot buat alesan bolos " kata fakri menarik rasya lalu merangkulnya dan merekapun tertawa bersama.
" eh iya gimana pertandingan kemarin" tanya alvin setelah mereka menyudahi tertawa bersama.
" kita menang dong " jawab rasya bangga.
__ADS_1
" hebat juga kalian " kata alvin tersenyum.
" ya ini juga karena para ciwi-ciwi yang nyemangatin " kata vino menambahkan.
" gue juga nggak nyangka mereka bisa sebaik itu sama kita" kata alvin sambil menerawang kejadian dulu sebelum mereka dekat.
" ya bersyukur aja lah " kata fakri lalau menuju sofa dan mendaratkan bokongnya di sofa.
" btw vin, lo nggak mau balas perbuatan bagas? "tanya rasya serius menatap kearah alvin.
" kayak lo nggak tahu alvin aja sya " kata vino ikut duduk di samping fakri.
" tunggu aja nanti kalo udah waktunya gue bakal balas perbuatan bagas " kata alvin mantap sambil menatap kearah depan.
" buat sekarang lo fokus sama kaki lo dulu vin " kata fakri.
" iya setelah itu baru kita susun rencana " kata vino menambahkan.
" gue juga mikirnya gitu ,setelah kaki gue sembuh bakal gue cari tuh si bagas " kata alvin .
" emang lo mau cari bagas buat balas perbuatan dia atau karena dia berani deketin dita " tanya fakri tersenyum menggoda kearah alvin.
" ck, apaan sih lo ya karena dia udah jegal kaki gue lah " jawab alvin glagapan mendengar pertanyaan fakri.
" nggak usah grogi gitu lah vin " kata vino juga ikut menggoda alvin.
" btw ya dita itu cantik sih, tinggi langsing siapa juga yang nggak suka, gue aja mau sama dia " kata rasya dengan wajah mesumnya seraya membayangkan dita.
" ngomong apa lo barusan " teriak alvin.
" cie marah dia sya " kata vino sambil tertawa.
" kalo cinta bilang woy " balas rasya yang juga ikut tertawa melihat wajah alvin yang tampak kesal.
" sampe merah gitu pipinya " kata fakri semakin menggoda alvin, dan dengan reflek alvin memegang pipinya sehingga semakin membuat mereka tertawa.
" sialan kalian " kata alvin lalu membaringkan tubuhnya dan menutupnya dengan selimut.
__ADS_1
" malu dia vino " kata rasya tertawa terbahak-bahak.
" bisa diem nggak sih kalian " teriak alvin kesal bercampur malu karena terus di goda ketiga sahabatnya. l