Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
Ancaman Arini


__ADS_3

"Baiklah Tuan Putri", jawab Fero tersenyum hangat.


"Mas...aku gak nyangka secepat ini diberikan kepercayaan oleh Tuhan",ujar Fani mengusap perut ratanya.


"Ya sayang...aku juga gak menyangka",jawab Fero.


"Mas...aku masih boleh kerja kan?",tanya Fani


mendapat gelengan dari Fero.


"Gak sayang, kehamilan kembar itu sangat rentan jadi aku gak mau terjadi sesuatu nantinya pada kalian jika kamu memaksa untuk bekerja", jawab Fero.


"Yah...."


"Fero tersenyum melihat sang istri."Memangnya uang balanja yang aku kasih kurang sehingga kamu ingin bekerja?", tanya Fero.


"Gak Mas...malah lebih,tapi aku bosan jika dirumah sendirian",jawab Fani.


"Gimana selama kamu hamil kita tinggal di mansion Mommy,jadi kamu ada temannya jika aku bekerja",ujar Fero.


"Aku takut Mas,Mommy gak nyaman tinggal bareng aku",lirih Fani yang mengeluhkan ketakutannya.


"Kamu pasti berpikir Mommy kayak mertua yang ada di sinetron ya",ujar Fero membuat Fani mengangguk samar.


"Mommy itu baik kok baby,emang kamu pernah mengalami hal buruk selama menjadi menantu Mommy?",tanya Fero.


"Gak Mas",jawab Fani.


"Lalu kamu kenapa takut?,Mommy pasti senang jika kita tinggal bareng mereka",ujar Fero.


"Aku hanya takut jika Mommy--

__ADS_1


"Mommy baik kok sayang",jawab Fero.


"Ayo bersiaplah...!",ujar Fero.


"Ya Mas...",jawab Fani.


Keduanya berangkat menuju kediaman kedua orang tua Fero sesuai keinginan Fani.


Tak lama mobil mereka memasuki halaman kediaman utama Alexander.Keduanya turun dari mobil memasuki mansion milik keluarga Alexander itu.


"Assalamualaikum Mommy...",ujar Fani setengah berteriak karena Mansion itu sangat luas.


"Ya sayang...",ujar Arini yang datang dari dalam.


"Ayo masuk sayang...", sambung Arini membawa sang menantu masuk.


"Ya Mom..."


"Gimana rasanya hamil anak kembar sayang,pasti sangat berat ya?",tanya Arini menggandeng sang menantu sedangkan Fero berjalan mengikuti kedua wanita yang ia cintai itu dari belakang.


"Jika ada apa apa jangan ditahan ya sayang, langsung katakan pada Fero.Atau jika kamu mengingat sesuatu.Kalau ngidam jangan tangung tanggung sayang.Minta berlian,rumah atau kapal pesiar sekalian.Putra Mommy tidak akan jatuh miskin dengan semua itu",ujar Arini menghasut menantunya itu.


"Mom..."


"Apa sih Fer",jawab Arini.


Fani terkekeh melihat mertuanya yang begitu sangat apa adanya.


"Fan...jangan lupa,jika perlu kuras hartanya agar dia tak berani macam macam sama kamu",ujar Arini.


"Mommy...petuah macam apa itu?,aku takkan macam macam dibelakang Fani Mom.Meluluhkan hatinya saja aku bersusah-payah mana mau aku berbuat bodoh dengan hal seperti itu", sungut Fero.

__ADS_1


Fani tertawa melihat ibu dan anak itu saling cekcok.Ia beruntung mendapatkan mertua seperti Arini.


"Fani jika Fero berani selingkuh,bilang sama Mommy.Mommy sendiri yang akan kebiri dia",ujar Arini.


"Mommy... stop!", teriak Fero yang sedikit merinding mendengar ucapan sang Mommy.


"Hahaha...Mom Mas Fero gak akan selingkuh,aku percaya dia",jawab Fani tertawa kecil.


"Tuh Mom... dengerin!",ujar Fero.


"Huh...awas kamu sakiti putri Mommy ini tak uyeng uyeng terong kamu itu",ujar Arini.


"Sebenernya yang anak Mommy itu aku apa Fani sih?",tanya Fero.


"Kamu memang anak Mommy lahir dari rahim Mommy,tapi Fani adalah anak perempuan Mommy yang mau mencintai dengan sepenuh hati anak laki-laki Mommy", jawab Arini.


"Mom... terimakasih yang anggap aku anak perempuan Mommy",ujar Fani.


"Mommy yang harusnya berterima kasih karena telah mau menikah dengan putra Mommy yang banyak kurangnya ini",jawab Arini.


"Ada apa ini?",tanya Aliando yang baru saja keluar dari ruang kerjanya.


"Eh...ada Fani.Gimana kandungan kamu baik baik saja kan?",tanya Aliando.


"Alhamdulillah baik Dad"jawab Fani.


"Ayo kita keruang keluarga",ujar Aliando.


"Daddy sama anak anak duluan nanti kau susul mau ke dapur minta pelayan buatkan minuman yang sehat untuk ibu hamil",ujar Arini.


"Baiklah...ayo Fan, Fero",ujar Aliando.

__ADS_1


"Bik..."


...****************...


__ADS_2