Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
Fani terluka


__ADS_3

"Alvian...",lirih Fani menatap iba pria itu.


"Siapa Kak?",tanya Fahira menghampiri Fani yang tengah menatap pria yang kini tampak kacau.


"Dia mantan kekasih Kakak Ra",gumam Fani.


Security dan beberapa orang tampak mengusir Alvian.Pria itu terlihat menyedihkan dan frustasi.Demi medengarkan kata kata kedua orangtuanya ia kehilangan gadis yang ia cintai.


"Kak...biarkan saja.Itu pilihan hidupnya",ujar Fahira diangguki oleh Fani.


Fani melanjutkan kembali pekerjaannya tanpa menghiraukan kerusuhan yang terjadi di depan.Baginya Alvian adalah masa lalu yang begitu menyakitkan.Keluarga pria itu terlalu dalam menorehkan luka dihatinya.Perbedaan mereka menjadi alasan kedua orangtua Alvian memberi restu.Tak hanya sampai disitu Mama Alvian menghina kedua orangtuanya yang hanya seorang kuli sedangkan saat itu Alvian tak membelanya sedikitpun.Mirisnya pria itu hanya diam saja dan menerima wanita yang telah disiapkan oleh sang ibu.


Fani tak peduli dirinya dihina tapi yang membuatnya sakit adalah kedua orangtuanya ikut dihina itu yang membuat Fani sakit hati sampai saat ini.


Samar samar Fani masih mendengarkan teriakan dari alvian.Gadis itu mengehela nafas panjang dan menagapt layar ponselnya yang terdapat panggilan dari Fero.


Fani: Assalamualaikum Mas...


Fero:Waalaikum salam sayang


Fani:Ada apa Mas?


Fero:Pria itu masih disana?


Fani mengerutkan keningnya dari mana Fero tau jika Alvian berada di depan butik.


Fani:Iya Mas...biarkan saja aku gak peduli


Fero:Sudah sarapan, hum?


Fani:Sudah Mas...kamu sudah sarapan?

__ADS_1


Fero: Mendengar suara kamu sudah membuatku kenyang sayang


Fani:Ehem... jangan menggombaliku pagi pagi ini Mas


Fero:Hehehe...aku ingin bertemu tapi pekerjaanku menumpuk.


Fani: Pekerjaanku juga banyak Mas,belum lagi membuat kebaya untuk pernikahan kita


Fero:Aku sudah menyerahkannya pada adikku Fahira sayang.


Fani:Ya...tapi aku juga ingin turun langsung membuatnya Mas.


Fero:Nanti sore aku jemput kita feeting gaun pengantin di tempat temanku


Fani :Baiklah Mas...selamat bekerja.


Fero:Iya sayang...


Klik


Sementara itu di kantor Fero tampak gelisah karena menurut orang kepercayaannya Alvian masih berada di depan butik tanpa mau beranjak sedikitpun.Ia takut terjadi sesuatu pada calon istrinya itu.


"Ck ...kenapa gue segini takutnya",gumam Fero lalu menghubungi orang kepercayaannya itu untuk membawa paksa Alvian dari sana.


Tok tok tok


"Masuk...!"


"Permisi Pak...ada berkas yang harus anda tanda tangani",ucap karyawan wanita yang merupakan kepala divisi keuangan.


"Hmmmm...",jawab Fero berdehem singkat dengan ekspresi datarnya.

__ADS_1


Karyawan itu memberikan map berisi berkas yang akan Fero tanda tangani.Wanita itu berdiri menatap Fero dengan tatapan penuh kagum."Andai...aku bisa luluhkan hati pak bos, gue akan menjadi wanita paling beruntung dimuka bumi ini",batin wanita itu seraya tersenyum.


"Ini...",ujar Fero memeberikan Mao itu kembali pada wanita itu namun Fero mengernyit pelan karena karyawannya itu sedang melamun menatap dirinya.


"Ehmmm...",Fero berdehem keras membuat karyawannya itu tersadar dari lamunannya.


"Maaf Pak...",ujar wanita itu menunduk karena tatapan tajam Fero.


"Bekerja itu tolong fokus...!',ujar Fero dengan suara datarnya.


"I-iya Pak...",jawab wanita itu segera mengambil map itu dan berlalu dari ruangan bosnya itu dengan muka menahan malu.


"Huffhhh...",Fero mengehela nafas panjang lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


Tring...


Fahira is calling...


Fero:Iya Ra ada apa?


Fahira:Kak...Kak Fani terluka


Fero:Kenapa bisa Ra?


Fahira : Ceritanya panjang Kak,buruan ke klinik dekat butik Kak


Fero:Ya...


Klik


Fero meninggalkan berkasnya begitu saja dan meminta Roby sang asisten menghandle pekerjaannya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2