Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
Resepsi


__ADS_3

Fani begitu cantik dengan gaun pengantin yang membalut tubuh tinggi semampainya.Gadis yang baru beberapa jam berubah status menjadi seorang istri itu manatap pantulan wajahnya di depan cermin.Tim MUA baru saja selesai mendandaninya yang membuat Fani tak mengenali wajahnya sendiri.


"Benarkah ini aku?",gumam Fani.


Tak lama pintu kamar terbuka menampilkan Fero yang kini menatap Fani dari pantulan cermin.Pria itu begitu tampan dengan tuxedo yang membalut tubuh kekarnya.


Semua Tim MUA keluar saat menyadari pengantin pria memasuki kamar itu.Setelah semua keluar Fero menutup pintu kamar dan melangkah menuju Fani yang terlihat gugup.


"Cantik...",bisik Fero mencuri sebuah kecupan dipipi sang gadis yang baru beberapa jam ia halalkan.


"Mas..."


"Apa,hum?",tanya Fero yang menatap Fani ya berkedip.


"Acaranya belum dimulai?",tanya Fani berdiri dari duduknya dengan sedikit kesulitan karena gaun yang ia gunakan cukup berat.


"Mau dimulai sayang...",jawab Fero membantu sang istri.


"Mas...makeup aku ketebalan ya?",tanya Fani yang begitu gugup saat Fero terus memandangnya.


"Gak sayang...pas kok.Jujur aku pangling sama kamu karena kamu cantik sekali hari ini",ujar Fero menatap dalam sang istri.


Tok tok tok


"Siapa Mas?",tanya Fani.


Tok tok tok


"Fani... kamu di dalam kan?",teriak Kayla dari luar.

__ADS_1


"Mas itu Kayla",ujar Fani lalu melangkah menuju pintu namun di tahan oleh Fero.


"Biar aku saja sayang",ujar Fero yang sedikit kesal karena ada aja yang mengganggunya.


Ceklek


"Eh ada Kak Fero...",ujar Kayla.


"Sabar Kak... resepsi dulu, masih siang ini udah ngamar aja",goda Fahira sang adik.


"Ada apa Ra?",tanya Fero yang tak mempedulikan godaan dari sang adik.


"Acaranya mau dimulai Kak,kita mau jemput Kak Fani",ujar Fahira diangguki oleh Kayla.


"Fani ada didalam",ujar Fero dengan ekspresi datarnya.


"Jika Kakak ngapa ngapain Fani itu tak masalah Ra karena dia istri kakak dan halal mau kakak apakan",jawab Fero.


"Ya deh iya yang udah halal",kesal Fahira lalu masuk kedalam kamar menyusul Kayla yang lebih dulu menemui sahabatnya itu.


Fero melangkah menuju ruang resepsi menunggu sang istri disana.Dia bersyukur akhirnya perjuangannya untuk mendapatkan sang gadis berakhir indah.Gadis yang gencar ia dekati sekarang sah menjadi istrinya dan sebentar lagi akan menjadi wanitanya seutuhnya.


"Kak Fani cantik banget, pantasan Kakakku cinta mati banget",puji Fahira.


"Makasih Ra",jawab Fani.


"Ayo...!,kita sudah ditunggu",ujar Kayla yang juga cantik dengan gaun berwarna maroon.


Fani digiring menuju tempat resepsi diapit oleh Kayla dan Fahira.Ketiganya menjadi pusat perhatian membuat Fero dan Devan ketar ketir karena para pria menatap wanita mereka penuh kagum.

__ADS_1


Fani melangkah dengan begitu anggun memegangi buket bunga mawar putih ditangannya.


Fero mengulurkan tangannya pada sang pujaan hati yang disambut hangat oleh Fani dengan senyuman merekah miliknya.


Pesta pernikahan berlangsung lancar semua undangan berdecak kagum akan dekorasi ruangan yang begitu indah dan pasangan pengantin yang tampak begitu serasi.


"Mas..."


"Ya sayang,ada apa?. Capek?"tanya Fero perhatian.


"Gak...tapi wanita disebelah sana terus saja menatap kamu Mas",tunjuk Fani pada seorang wnaita yang sedang memegangi gelas minuman.


"Biarkan saja sayang.Aku tak peduli",jawab Fero menatap wanitanya itu dengan penuh cinta.


"Tapi sepertinya dia--


"Sudah sayang.Ini hari bahagia kita jangan bahas orang lain,oke",ujar Fero.


"Ya Mas...",jawab Fani tersenyum manis.


"Hai... pengantin baru,selamat ya semoga segera diberikan momongan",ujar Nenek dari Devan yang menghampiri sepasang pengantin itu.


"Makasih Nek ucapannya",jawab Fero menyalami punggung tangan wanita tua itu dengan takzim.


"Sama sama sayang",ujar Nenek.


"Selamat Fero...",ujar seorang wanita yang membuat senyuman dibibir Fero luntur seketika.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2