
"Mas..."
"Ya sayang...",jawab Fero menatap sang istri yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan wajah yang lebih segar dan tentunya begitu cantik.
"Lagi apa?",tanya Fani mendekati sang suami yang sehat menatap layar ponselnya.
"Ini...",Fero menunjukkan foto sang istri yang menjadi layar wallpaper ponselnya.
"Kok--
"Aku sangat dan sangat mencintaimu sayang.Jika aku jauh darimu aku bisa menatap foto ini sebagai pelepas rinduku.Bahkan aku tak lagi sanggup jauh darimu.Kamu...wanitaku pemilik hatiku selamanya",ujar Fero menarik pinggang sang istri merapat padanya lalu mengecup kening sang istri dengan penuh kelembutan.
"Terimakasih telah menjadikan aku wanita beruntung dicintai sedemikian Mas",jawab Fani tersenyum hangat.
"Ya..."
Fani tersenyum menatap kedua manik mata sang suami yang menatapnya begitu dalam.Fani begitu bahagia begitu banyak cinta dimata sang suami untuknya.
"Kenapa, hum?", lirih Fero menatap bibir sang istri yang begitu menggoda.
"Aku mencintaimu Mas...",ujar Fani.
"Apa?.Ulang sayang",jawab Fero.
"Gak..."
"Ayo...",ujar Fero menggelitik pinggang Fani membuat wanita itu tertawa begitu lepas.
"Ampun Mas...",gelak Fani.
"Ulang lagi...",ujar Fero terus menggelitik pinggang sang istri.
"I love you Mas...",ujar Fani.
"I love you to forever my wife", bisik Fero tepat ditelinga Fani yang ia peluk dari belakang.
"Mas..."
"Hmmmm...",ujar Fero berdehem pelan saat mengecup leher jenjang sang istri.
__ADS_1
"Geli Mas...", gelak Fani.
"Geli,hum", ucap Fero kembali mengecup leher sang istri dan menambah jejak kepemilikannya disana.
"Mas...aku lapar",ujar Fani.
"Ayo...kita masak bersama",jawab Fero menarik tangan sang istri keluar dari kamar.
"Aku belum berpakaian Mas",ujar Fani.
"Kayak gini ajak sayang,nanti juga akan di buka lagi",jawab Fero.
"Mesum..."
"Hanya sama kamu sayang", jawab Fero.
"Ada bahan apa saja Mas?",tanya Fani saat Fero membuka lemari pendingin.
"Semuanya ada sayang,kamu mau makan apa?",tanya Fero.
"Apa aja Mas yang penting bisa bikin kenyang",jawab Fani.
Setelah selesai keduanya makan bersama menikmati sunset yang begitu indah.Sesekali Fero menyuapi sang dengan makanan miliknya.Ia sungguh bahagia saat ini karena telah menjadikan Fani wanitanya seutuhnya.Gadis yang mampu menggetarkan hatinya saat pertama kali melihatnya.
"Mas..."
"Ya...mau nambah?",tanya Fero.
Fani menggeleng pelan lalu tersenyum pada Fero.Bangkit dari duduknya lalu duduk diatas pangkuan sang suami dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Fero.
Fero menikmati apa yang ditulis sang istri padanya.Ia gak menyangka Fani begitu berani duduk diatas pengakuannya.
"Ada apa my wife?",tanya Fero menatap wajah cantik sang istri.
"Aku mau--
"Apa, hum?",tanya Fero mendekatkan wajahnya lebih dekat dengan wajah sang istri.
"Aku ingin selamanya seperti ini",ujar Fani bergerak pelan.
__ADS_1
"Jangan bergerak baby,kamu membangunkannya",bisik Fero menempelkan bibirnya pada bibir ranum sang istri yang sedari tadi membuatnya tak lagi fokus dengan ucapan sang istri.
Fani tersenyum tipis membiarkan Fero melakukan apa yang dia mau.
Fero m****** bibir Fani dengan penuh kelembutan.
"Aku menginginkanmu sayang...", lirih Fero dengan suara serak menahan gairahnya.
"Kita sholat dulu Mas...", jawab Fani.
"Iya istri soleha ku...",ujar Fero berusaha menahan hasratnya.
"Ayo kita wudu' dulu Mas",ujar Fani tersenyum nakal.
"Awas aja aku akan buat kamu tak akan bisa berjalan esok pagi my wife",ujar Fero saat Fani lebih dahulu berjalan masuk ke dalam Villa.
"Hahaha...",Fani tertawa lepas.
Keduanya menjalankan ibadah tiga rakaat menghadapi sang khalik.Tak lupa saat selesai sholat mereka berdoa untuk kebahagiaan keluarga kecil mereka dan selalu dilimpahkan kasih sayang.
Fani mencium punggung tangan sang suami setelah usai sholat.Fero mengusap pucuk kepala sang istri dengan lembut.
"Sayang..."
"Ya Mas...",jawab Fani menegakkan kepalanya menatap sang suami.
"Jika aku minta kamu untuk berhijab apakah kamu mau?",tanya Fero.
"Masaallah Mas...", jawab Fani dengan mata berkaca-kaca.
"Bagaimana?", tanya Fero.
"Insyaallah aku mau Mas", jawab Fani.
"Aku ingin keindahan tubuh kamu hanya aku suamimu yang melihatnya",ucap Fero.
"Iya Mas...aku akan memulainya setelah pulang dari sini", jawab Fani.
...****************...
__ADS_1