Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
terbiasa


__ADS_3

kamu adalah ketidakmungkinan yang selalu aku semogakan untuk menjadi mungkin. Kamu ibarat pasir semakin kugenggam erat semakin terlepas,tapi aku selalu mencoba untuk menjadi batu yang selalu ada disisi pasir meski kadang keadaanya mengganggu namun aku tetap bertahan.


sudah sebulan semenjak dita berkunjung kerumah alvin,sejak saat itu pula dita tak lagi bertemu alvin . semua kembali seperti dulu menjadi asing lagi.


dita mulai membiasakan diri untuk tak lagi perduli dan mencoba melupakan semua kenangannya dengan alvin.meski terbilang cukup singkat perkenalan mereka tapi itu sudah cukup membekas di hati dita.


Kini dita sedang berada di rooftop,berada di kelas dengan pelajaran sejarah yang hanya akan membuatnya makin pusing. Dita memilih untuk membolos .dita memang bisa di bilang murid yang bandel tapi dita juga cukup cerdas dia juga punya prinsip nakal boleh asal tidak merugikan.


Jadi dita memang sering bolos dan tidur dikelas untuk mengurangi rasa suntuknya.


dita pov


Kupandangi jajaran gedung tinggi dari atas gedung berlantai 3 ini ,banyak gedung-gedung pencakar langit juga awan putih dan langit biru terang yang cukup memanjakan mata. Banyak kendaraan beralalu lalang angi yang cukup kencang membuat rambutku yang tertata rapi mulai berkibar tak beraturan.


Kupejamkan mataku sejenak menikmati semilir angin yang menerpa wajahku kunikmati setiap sentuhan angin yang membelai lembut rambutku membuatku lebih nyaman untuk tetap memjamkan mata.


Tanpa kusadari ternyata ada seseorang yang batu saja memasuki rooftop.


" lo disini juga ?" tanya orang itu.


Deg


Suara itu ,rasanya aku cukup familiar dengan suara itu.kubuka lebar mataku saking kagetnya dengan suara yang tak asing itu. Tapi buru-buru kutepis pikiranku.

__ADS_1


kenapa harus suara itu yang kudengar .kucoba ambil nafas sedalam-dalamnya.


" ck bolos lo ya ?" suara itu lagi apakah disini ada hantu tapi bukannya ini masih siang. Aku tetap diam membisu belum berani menjawab.


hingga kudengar langkah kakinya mendekat dan seseorang tadi langsung mengambil duduk tepat di sampingku .


" kenapa diem aja,lo jadi pendiem sekarang " kualihkan pandanganku kesamping ketempat orang itu berada,seketika jantungku rasanya seperti berhenti berdetak ,banyak rasa yang sulit kuungkapkan . Pria yang selama sebulan ini seakan menghilang tiba-tiba duduk disampingku dia sedang menikmati indahnya ciptaan tuhan didepan sana.


Tiba-tiba dia meboleh kearahku seraya tersenyum konyol . " kenapa kaget,kaya lihat hantu aja tuh muka " ledeknya seraya tertawa.


Kini aku baru yakin dia adalah pria yang selama sebulan ini selalu memenuhi isi fikaranku . " kenapa lo disini ?" dari sekian banyak pertanyaan yang ada diotakku entah kenapa hanya itu yang dapat ku ucapkan,bibirku mendadak kelu ,kubuang muka kutatap kedepan tak ingin lagi menatap wajahnya yang hanya akan memupuk harapanku.


" ini tempat umum kan,gue ganggu lo ya " tanyanya dengan suara yang cukup santai seolah tak pernah terjadi apa-apa di antara kita.


" gue lagi suntuk aja ,tadi habis rapat osis terus kesini ,biar fresh eh taunya ada bidadari disini " dia mecoba mencairkan suasana .


" oh " entahlah aku bingung harus menjawan apa,entah rasanya melihatnya disampingku menghilangkan semua pertanyaan yang sebelumnya ingin kutanyakan saat bertemu dengannya.


" lama ya nggak ketemu,nggak lihat lo juga atau cuma gue aja yang ngrasa gitu ?" tanyanya dengan nada suara yang lirih diakhir kalimatnya.


Mungkin dia sama sepertiku selalu mencoba mencari kesempatan untuk tak sengaja bertemu hanya untuk melihat tapi selama sebulan ini nihil jangankan bertemu melihat dari jauh saja tak pernah.


" gue kira cuma gue yang nganggep lo hilang " jawabku sok acuh.

__ADS_1


" gue sibuk banyak banget kegiatan osis yang terbengkalai karena gue sakit,jadi setelah sembub gue nggak bisa santai gitu aja apalagi tim basket juga banyak pertandingan,tapi gue sempet nyariin lo kok kekelas tapi apesnya nggak pernah ketemu " dia tertawa sumbang.


Aku sempat tertegun mendengar kalimatnya ternyata dia pernah mencariku,seakan bunga dalam hatiku telah disiram kembali kini mulai bermekaran .rasanya aku ingin teriak melampiaskan rasa bahagia ini tapi aku tahan aku harus bisa bersikap acuh,gengsi lah.


"ngapain nyariin ?" tanyaku heran .


"ya mau ngobrol aja,oh ya pacar lo ganteng juga" kata-katanya langsung membuatku melotot kaget apa tadi dia bilang pacar.


" ha pacar ?"


" iya yang lo ajak kerumah waktu itu " jawabnya enteng.


" pffftt lo gila,dia bukan pacar gue dia itu abang gue "jawabku dengan tertawa cukup keras.


" eh bukan ya " tanyanya kaget.


" ya bukan lah gue kan jomblo"


" ah syukurlah "


" ha apa "


" eh gakpapa kok "

__ADS_1


__ADS_2