
...🖤🖤🖤...
...~~...
...🖤🖤🖤...
Pagi-pagi sekali, Rellys berangkat ke Kampusnya. Seperti biasa dengan ransel yang ia tenteng di bahunya dan topi yang setia ia kenakan.
Rellys berjalan santai melewati beberapa Mahasiswa dan Mahasiswi yang memperhatikannya yang sedang berjalan. Biarkan saja toh Rellys pikir dirinya memang sudah biasa menjadi pusat perhatian. Secara wajahnya yang sangat memesona itu.
(Narsis sekali)
Tapi kali ini, Rellys merasa ada yang beda dari tatapan orang-orang itu padanya. Ia bingung sendiri. Apakah dia punya kesalahan? Ah tentu saja tidak. Karena dia bukanlah orang yang suka mencari masalah.
Rellys memilih acuh tak acuh terhadap tatapan para mahasiswa dan mahasiswi itu. Ia melangkah melewati mereka. Sampai seorang mahasiswi menghampirinya. "Rellys, kamu udah tau kabar baru tentang kamu belum?" Tanya Mahasiswi yang tidak terlalu akrab dengannya itu.
Rellys mengernyit heran. "Kabar baru tentang aku apa?" Tanyanya. "Kamu lihat aja di mading deh." Pinta Mahasiswi itu dan dengan seenaknya langsung mengajak teman di sebelahnya pergi.
Meskipun heran, namun Rellys tetap memilih menuju mading Kampus. Ia begitu penasaran dengan kabar baru tentang dirinya yang dimaksud oleh Mahasiswi tadi. Rellys mendekati mading Kampus. Ia mengernyit heran. Matanya memelotot sempurna melihat apa yang terpajang di sana.
Ya, foto mesra dirinya dan kak Virzha yang sedang mengobrol di danau semalam. Dengan cekatan, Rellys mencabut foto-foto itu dari mading dan membuangnya ke tempat sampah. "Gila aja. Siapa sih yang majang foto-foto ini?" Sahut Rellys kesal.
Beberapa Mahasiswa dan Mahasiswi datang mengerumuninya di belakang. Mereka tak berkata apa-apa. Hanya menatap Rellys sinis. Rellys tidak peduli. Ia berlalu menuju kelasnya dengan raut murka. Ia tahu jelas siapa pelaku pajangan fotonya itu.
__ADS_1
...🍰🍰🍰...
Rellys berdiri di lorong sedang menunggu seseorang. Ia berdiri dengan tangan melipat ke dada dan kaki kiri yang ia sandarkan di tembok.
"Rellys, kamu ternyata udah punya pacar ya?" Tanya seorang perempuan yang pastinya Mahasiswi yang berlalu di depannya. "Se bangga itu apa sampai harus dipajang di mading Kampus." Sahut perempuan satunya. Rellys memutar bola mata jengah. Malas berdebat.
"Tau nih, Rellys. Siapa sih laki-laki itu, kayaknya kita nggak kenal ya. Bukan dari Kampus ini ya?" Ledek mereka sembari berjalan melewati Rellys begitu saja.
Beberapa menit kemudian, orang yang ditunggu-tunggu akhirnya keluar dari kelasnya. Rellys langsung menatap Tian dan membenarkan posisi berdirinya. "Tian, aku mau bicara sama kamu." Pintanya penuh penekanan. Tian menoleh sebentar. "Guys, duluan aja. Lagi ada urusan nih." Ujar Tian pada teman-temannya. Beberapa dari mereka menggoda Tian dan Rellys. Menuduh mereka sedang berpacaran.
Rellys tidak peduli. Dengan cepat ia menarik Tian menuju taman belakang Kampus. "Ada apa sih, Rellys?" Tanya Tian sesampainya mereka di sana. Rellys menatap Tian dengan tangannya yang ia lipat di dada. "An, aku nggak tau harus ngomong apa lagi ke kamu." Rellys menatap Tian dengan kesal.
"Kenapa?" Tanya Tian singkat. "Aku tau kamu benci sama aku. Aku tau kamu pasti kesal kan sama ucapan aku kemarin di gudang?" Rellys menunggu jawaban dari Tian. Sedangkan Tian mengalihkan tatapannya. "Iya." Sahutnya cepat. Rellys menarik nafas kasar.
Rellys menghela nafas berat. "Kamu kan yang diam-diam ngikutin aku sama kak Virzha dan fotoin kita terus pajang foto kita di mading Kampus?" Ujar Rellys dengan wajah memerah menahan amarah. "Maksud kamu? Aku sama sekali nggak tau tentang itu." Tian membela diri.
Rellys memutar bola mata jengah. Ia menyibak sedikit rambutnya.
"Tian, I know you hate me. I know you want to get back at me. Tapi nggak kayak gini juga, Tian." Rellys menatap Tian lebih dalam.
"Kamu kenapa sih, Rellys. Ini semua nggak ada hubungannya sama kejadian di gudang waktu itu." Tian masih membela dirinya. "Terserah kamu aja deh. I mean, I'm disappointed in you." Rellys melirik ke arah Virzha yang baru sampai dan menunggunya dengan tatapan heran.
Rellys tersenyum tipis melihat Virzha yang terus memandang ke arah mereka seolah penasaran dengan apa yang sedang mereka bicarakan. "Aku duluan deh, Tian. Terserah kamu mau ngaku atau nggak. Aku bilang kayak gini karena kamu satu-satunya yang tau tentang kak Virzha."
__ADS_1
Ya, dengan Ranzy juga.
"Pokoknya aku nggak mau sampai dosen-dosen dan seisi Kampus banyak yang tau. Karena kalau sampai begitu, aku nggak akan maafin kamu, Tian". Bisik Rellys pelan namun penuh penekanan. Selanjutnya ia melangkah menghampiri Virzha yang sudah menunggunya dari tadi. Kasihan juga kan kalau dibiarkan menunggu lebih lama lagi.
Sedangkan Tian hanya menatap kepergian Rellys dengan tatapan yang sulit diartikan.
...🖤🖤🖤...
...~~...
...🖤🖤🖤...
.
.
.
.
Kalau bisa jangan cuman dibaca ya.
Itu tombol like nya nganggur. Selain itu, kalian bisa komen juga.
__ADS_1
Bye, bye😘😘