Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
Kamu masa depanku sekarang


__ADS_3

Fero menatap datar wanita yang berpakaian cukup terbuka itu.Meski sang wanita melebarkan senyumnya pada Fero.


"Kamu Adelia,kan?",tanya Nenek.


"Iya Nek...aku Adelia mantan kekasih Fero",jawab wanita itu dengan nada bicara yang dibuat buat.


"Oh... sudah menikah?",tanya Nenek.


"Be-belum Nek",jawab Adelia tersenyum tipis.


"Oh...",jawab Nenek beroh ria.


Fani mengeratkan genggamannya pada tangan sang suami.Dibanding dirinya wanita itu jauh lebih cantik.Ia merasa insecure pada dirinya sendiri.


Fero yang menyadari ketidaknyamanan sang istri merangkul pinggang sang istri dengan posesif seakan mengatakan jika Fani adalah miliknya.


"Kamu jauh lebih dibandingkan dia", bisik Fero.


"Fero selamat ya...",ulang Adelia mengulurkan tangannya.


"Terimakasih...",jawab Fero datar sembari menyatukan didada.


Adelia tampak mengeraskan rahangnya menahan malu akibat ditolak oleh Fero didepan banyak orang.Dengan wajah kesal ia melangkah turun dari panggung.


"Mas kamu kenapa?--


"Aku menghargai kamu sayang.Kamu rela dia menyentuhku?",tanya Fero.


"Ya enggaklah Mas",jawab Fani.


"Biarkan saja dia masa laluku dan kamu masa depanku sekarang",ujar Fero.


"Selamat bro...",ujar Devan yang menghampiri Fero dengan menggandeng tangan sang istri,Kayla.


"Ya...",jawab Fero.


"Beginilah Fan jika punya suami udah kayak beruang kutub",ujar Kayla pada anak sahabat.


"Ya...kamu benar",jawab Fani membenarkan ucapan Kayla.


"Kami mendengarnya",ujar Devan.

__ADS_1


"Mas...aku bicara realita loh",ujar Kayla.


"Ya kami begini saja para wanita masih saja mendekat,ya gak Dev?",ujar Fero.


"Ya...",jawab Devan.


"Fan... selamat ya...moga cepat diberikan momongan",ucap Kayla mengabaikan ucapan suaminya itu.


"Makasih ya Key...",jawab Fani.


"Kita pamit ya Fan", ucap Kayla.


"Loh kok udah pulang aja Key?",tanya Fani.


"Perut aku gak enak karena kelamaan berdiri nemani Mas Devan menemui kolega bisnisnya Fan",jawab Kayla.


"Oh...semoga baik baik aja ya Key...",ujar Fani.


"Ya...Fan,kita pamit dulu sekali lagi selamat ya.Oh ya siap siap nanti malam digempur habis habisan sama Mr.dingin", bisik Kayla membuat Fani melongo ia lupa jika nanti malam adalah malam pertamanya.


"Hahaha...wajah kamu lucu sekali Fan",kekeh Fani.


Kalian ngomongin apa sih?",tanya Fero.


"Ayo Mas kita pulang",ujar Kayla pada sang suami.


"Ya...Bro gue balik dulu",ujar Devan.


"Ya hati hati",jawab Fero.


Lalu mereka melakukan foto bersama sebelum Devan dan Kayla turun dari panggung.


Resepsi berjalan lancar dengan tamu undangan yang terdiri dari kolega bisnis dan kekaurga besar saja karena mereka melakukan resepsi hanya sampai sore.


Kini sepasang pengantin itu akan turun dari pelaminan menuju kamar untuk bersiap siap berbulan madu.


"Fero...bawa menantu Mama ke kamar ya,biar para tamu jadi urusan Mama dan Papa.Kasihan Fani sebentar lagi kalian akan berangkat bukan?",ujar Mommy Arini.


"Ya Mom...ini juga mau ke kamar",jawab Fero.


Keduanya berjalan keluar dari tempat acara menuju kamar mereka.

__ADS_1


"Sayang...mau aku gendong?",tanya Fero yang kasihan dengan sang istri kesusahan berjalan belum lagi gaun ia Fani gunakan sangat berat.


"Gak usah Mas...aku jalan aja",tolak Fani.


"Kalau begitu copot aja ya heelsnya agar kamu gak kesusahan jalannya?",ujar Fero diangguki oleh Fani.


Fero menarik Fani memasuki lift yang akan mengantarkan mereka menuju kamar.Ia tak ingin ada orang lain yang melihat kaki jenjang sang istri.Sesampainya didalam lift dan menekan tombol lantai yang mereka tuju Fero menyibak gaun yang digunakan oleh Fani.Dengan perlahan ia membuka high heels yang digunakan sebagai istri.


"Makasih Mas...",ujar Fani saat Fero selesai membuka high heelsnya.


"Iya sayang...", jawab Fero memegangi high heels milik sang istri.


Ting


Pintu lift terbuka Fero membantu Fani mengangkat sedikit gaunnya agar Fani mudah untuk berjalan,ia tak perlu kuawatir ada orang yang lewat karena kamar ini khusus untuknya.


Sesampainya dikamar yang dihiasi sedemikan rupa Fero meletakkan sepatu sang istri sembarangan tempat karena tubuhnya juga lelah.


Sedangkan Fani berjalan menuju meja rias untuk menanggalkan satu persatu pernak pernik yang ada ditubuhnya.


Fero yang duduk ditepian tempat tidur memandangi wanitanya itu dari pantulan cermin.


Fani sedikit kesusahan membuka resleting gaunnya karena berada dibelakang.Dengan sigap Fero membantu sang istri agar Fani tak kesusahan.


"Mas..."


"Diamlah sayang...",ujar Fero menarik resleting gaun Fani hingga pinggang.


Fero menelan salivanya saat melihat punggung polos yang istri yang begitu menggoda.Reflek bibirnya mencium tengkuk sang istri dengan lembut membuat Fani terkejut akan tingkah Fero.


"Mashh",bisik Fani.


"Hmmm...",jawab Fero mengusap punggung polos Fani dengan punggung tangannya membuat Fani meremang seketika karena ini adalah hal pertama baginya.


"Mandilah...",ucap Fero karena ia tak mau menerkam istrinya itu sekarang.


"Ya Mas...",jawab Fani berjalan menuju kamar mandi.


"Shitt...",umpat Fero saat sesuatu dibawah sana beraksi.


Fero merebahkan tubuhnya diatas ranjang pengantin yang telah ditaburi kelopak bunga mawar segar.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2