Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
Aku bahagia


__ADS_3

"Fahira..."


"Hai Kakak Ipar,apa kabar?",sapa Fahira menghampiri Fani yang tersenyum padanya.


"Fahira...dibaca itu salam bukan morning",ujar Arini pada putri bungsunya.


"Eh... Assalamualaikum...",ujar Fahira.


"Waalaikum salam...",jawab Fani dan Arini serempak.


"Itu yang benar,kamu ini",ujar Arini.


"Kak...,Kak Fero mana?",tanya Fahira.


"Lagi di didapur Ra,masak",jawab Fani.


"Kak Fero masak?",ulang Fani.


"Ya...kenapa memangnya Ra?",ujar Fani.


"Gak...aneh aja.Biasanya tu orang gak pernah masuk dapur.Virus bucin mah memang beda",ujar jawab Fahira.


Fani terkekeh mendengar ucapan adik iparnya itu.Dia akui Fero memang selalu memanjakannya semenjak mereka menikah.


"Tumben kamu kesini Ra?",tanya Fani.


"Aku ada perlu sama Kak Fani buat tanda tangani berkas ini",ujar Fahira mengeluarkan berkas berisi persetujuan pembelian bahan.


"Maaf ya Ra, merepotkan kamu,butik gimana?.Maaf gak bisa bantu lagi",ujar Fani


"Butik baik baik aja kok Kak.Kak Fero melakukan hal itu demi Kakak juga tak ingin lagi Kakak bekerja banting tulang dan cukup duduk manis sebagai Nona Muda Alexander",jawaban Fahira.


"Kamu benar Ra...",ujar Fero menimpali ucapan sang adik yang baru saja selesai memasak nasi goreng pesanan sang istri.

__ADS_1


"Kakak...kok--Fahira terkekeh geli melihat Kakaknya yang dulunya nggak pernah masuk dapur kini melakukan semuanya demi sang istri.


"Diamlah Ra!",ujar Fero kesal dengan sang adik yang menertawakannya.


"Ini sayang nasi goreng pesanan kamu",ujar Fero.


"Buat kamu aja Mas...aku udah gak mau lagi",jawab Fani.


"Hah?",Fero meneguk ludahnya karena jawaban sang istri.


"Hahaha...."


"Fahira...", tegur Arini.


"Maaf Mom",jawab Fahira mengulum senyumnya.


"Fani...kamu udah datang bulan belum?",tanya Arini pada anak menantu.


"Belum Mom, kenapa Mom?",tanya Fani.


"Kenapa sih Mom,kepo banget sama datang bulannya Kak Fani",ujar Fahira.


"Aish...kamu ini",kesal Arini pada putri bungsunya lalu tersenyum senang.


"Ada apa sih Mom?, kenapa Mommy nanya datang bulannya Fani?",tanya Fero.


"Kamu ini...percuma aja pintar jika hal seperti itu kamu gak tau.Coba cek istri kamu ke dokter kandungan dari keanehan kalian Mommy yakin Fani sedang mengandung",ketus Arini yang kesal dengan kebodohan sang anak.


"Apa?, sayang benaran kamu belum--Fero menghentikan ucapannya karena ia ingat jika ia tak pernah libur menggempur istrinya.


Fani tersenyum kecil karena memang tamu bulanannya sudah terlambat datang yang seharusnya satu minggu yang lalu.


"Sayang...jadi disini sudah ada Fero junior?",ujar Fero beranjak dari duduknya laku duduk bersimpuh dihadapan sang istri sembari mengusap perut sang istri.

__ADS_1


Plak


"Sakit Mom...",keluh Fero saat Arini menepuk lengan Fero.


"Alah...mana ada.Kamu ini Mommy bilang pastiin dulu sana ke dokter kandungan",ujar Arini yang geram dengan kelakuan anak sulungnya itu.


"Ayo sayang kita ke dokter...",ujar Fero pada Fani.


"Tapi Mas...aku takut nantinya--


"Apapun hasilnya kita akan terima sayang.Meski belum kita masih bisa mencobanya lagi,hum?",goda Fero.


"Iya Fani...Fero benar.Pastiin saja dulu",timpal Arini.


Akhirnya Fero dan Fani berangkat menuju rumah sakit untuk mengecek kecurigaan Mamanya jika istrinya sedang mengandung.


Setibanya di rumah sakit kedua langsung menemui Dokter kandungan karena sebelum berangkat Fero telah membuat janji dengan Dokter pilihannya.Apalagi jika bukan dokter wanita tentunya karena ia tak ingin ada pria lain yang menyentuh istrinya.


Fani langsung diperiksa oleh Dokter setelah melakukan sesi tanya jawab lebih dahulu.Dokter itu tampak fokus mengerakkan mengerjakan tugasnya.


"Nah... lihatlah terdapat dua titik disini!",,ujar Dokter itu menunjuk layar monitor.


Fero menatap layar monitor itu dengan seksama.


"Selamat ya ibu memang sedang mengandung, tapi--


"Tapi apa Dok?",tanya Fero.


"Ibu Fani mengandung anak kembar",jawab Dokter itu.


"Mas...jadi benar aku hamil?", lirih Fani dengan mata berkaca-kaca.


"Kenapa sayang...apakah kamu keberatan?",tanya Fero mengusap sisa air mata disudut mata sang istri.

__ADS_1


"Gak Mas...aku bahagia",jawab Fani.


...****************...


__ADS_2