Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
Akhirnya yang bahagia (ending)


__ADS_3

Setelah satu minggu dalam masa pemulihan akhirnya Fani dan baby twins diperbolehkan untuk pulang.Mereka disambut dengan begitu meriah di mansion milik Fero.Mansion itu didesain begitu indah untuk menyambut kedatangan baby twins.


"Selamat datang dirumah kita sayang",ujar Fero yang sedang menggendong baby Zayyan.


"Selamat datang cucu cucu Oma",ujar Arini.


"Iya Oma",jawab Fani yang menggendong baby Ziyyan.


"Wah...cucu buyutku, masaallah makin tampan",ujar Nenek mengambil alih baby Zayyan dari gendongan Fero.


"Terimakasih pujiannya Eyang...",jawab Fero menirukan suara anak kecil.


Aliando tak mau ketinggalan ia mengambil alih cucunya satu lagi di dalam dekapan sang menantu.


Baby Ziyyan sedikit merengek namun kembali tenang setelah sang Mami mengecup pipinya.Sepertinya Fero akan dapat saingan,anaknya yang satu itu tak mau jauh dari istrinya.


Tampaknya kedua baby Z menjadi primadona di mansion itu.Tak henti hentinya sang bayi berpindah gendongan membuat bayi itu akhirnya menangis dalam dekapan Erick.


"Rick...Lo apakan anak gue?",ujar Fero menghampiri sang adik iparnya itu dan mengambil baby Ziyyan.


"Sepertinya dia kehausan,Fer",jawab Erick.


"Ck ... sepertinya popoknya penuh",ujar Fero saat menyentuh popok anaknya yang sudah menggembung.


"Oalah...aku pikir tadi dia haus",jawab Erick cengengesan membuat semua orabg tertawa lepas.

__ADS_1


Dengan sigap Fero mengganti popok baby Ziyyan dengan begitu hati hati.Semua orang termasuk Fani tersenyum melihat apa yang dilakukan Fero.


"Kamu beruntung mendapatkan suami seperti dia Nak",ujar Paman Fani.


"Alhamdulillah Paman.Dia suami dan ayah yang baik untukku juga keduanya anak anakku",jawab Fani menatap punggung lebar sang suami yang sedang mengganti popok anaknya.


"Jarang zaman sekarang ada pria yang mau membantu pekerjaan istri dalam mengurus anak mereka.Dan suami kamu pria yang sangat langka", kekeh Paman Fani memuji menantunya itu.


"Ya Paman...",jawab Fani yang tersenyum melihat sang suami begitu meringankan pekerjaannya.


Acara dilanjutkan dengan makan bersama dalam wujud syukur atas kelahiran baby kembar di keluarga itu.Sehingga dengan kehadiran mereka menambahkan kebahagiaan keluarga besar Alexander.


***


Fani mengerjabkan pelan kedua matanya menatap sekeliling kamar yang tampak sudah terang.Ia kesiangan setelah semalaman bergadang karena baby Ziyyan yang tiba tiba terbangun dan rewel.Wanita itu berusaha menidurkan sang putra hingga mendekati subuh barulah bayi itu tidur.


"Pagi Mas...maaf aku ketiduran",jawab Fani menatap boks bayi dengan kedua anaknya yang bedongannya sudah berganti.


"Mas kamu--


"Iya...mareka sudah selesai mandi dan menyusu dari susu yang kamu taruh di kulkas.Aku gak tega bangunin kamu yang semalaman bergadang",ujar Fero.


"Terimakasih ya Mas...sudah menjadi suami dan ayah yang baik untukku dan anak anak kita",jawab Fani.


"Ia sayang...aku harap kamu selalu bahagia selamanya", balas Fero.

__ADS_1


"Tentu...Mas.Kamu meratukan aku di rumah ini,tak ada alasan aku tak bahagia Mas",jawab Fani menatap kedua anaknya yang tertidur pulas.


"Ayo mandi...aku sudah menyiapkan sarapan sehat untuk kamu",ujar Fero.


"Baiklah...",jawab Fani tersenyum manis.


***


Tak terasa waktu terus berlalu baby Zayyan dan Ziyyan kini menginjak usia satu tahun.Kedua anak kembar itu begitu sedang aktik aktifnya.Mau tau mau Fero memperkerjakan dua orang baby sitter untuk mengawasi anak anaknya itu.


Seperti hari ini kedua anak itu sedang bermain di taman belakang mansion ditemani Fani yang duduk memantau kedua anaknya itu.Tiba tiba saja Ziyyan merebut mainan Zayyan membuat batita itu saling berebut mainan dan pada akhirnya Ziyyan lah yang menangis.


Fani menggeleng,ia tak langsung menghampiri sang anak.Ia memilih untuk membiarkan agar kedua anaknya itu tidak menjadi anak manja.


Dan benar saja baby Ziyyan tiba tiba diam saat Zayyan mengusap lembut bahu Ziyyan.Fani tau itu akan terjadi karena walau Zayyan masih sangat kecil tapi ia bisa menenangkan saudara kembarnya itu.


"Ada apa sayang?", tanya Fero menghampiri sang istri.


"Sepertinya Zayyan akan tumbuh menjadi anak yang lebih cerdas dari saudara kembarnya Mas",jawab Fani.


"Kedua anak kita memiliki tumbuh kembang yang berbeda sayang, meski mereka saudara kembar.Zayyan yang lebih tenang dan Ziyyan yang sedikit manja",jawab Fero.


"Kamu benar Mas...",jawab Fani.


Fero menatap kedua anaknya buah cintanya dengan wanita yang dulu tak sengaja ia tolong dibawah guyuran hujan.Pesona dari kesederhanaan Fani membuat pria dingin itu bertekuk lutut.Kini ia begitu bahagia menikmati menjadi seorang ayah untuk kedua anak kembarnya.Dan juga begitu bahagia memiliki wanita yang merupakan ibu dari anak-anaknya itu.

__ADS_1


...*TAMAT*...


Akhirnya kisah ini tamat juga, terimakasih atas dukungan kalian semuanya pembaca setia karyaku ini.🙏🙏🙏🙏


__ADS_2