Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
merawat


__ADS_3

kyara dan rista kembali kerumah sakit dengan membawa bebrapa makanan dan cemilan. sesampainya di parkiran mereka bertemu dengan fakri, rasya dan vino mereka pun berjalan bersama menuju keruangan alvin sesekali mereka tertawa karena perdebatan antara rasya dan rista entah kapan mereka akan akur setiap bertemu seperti anjing dan kucing. setelah sampai di ruangan alvin, fakri langsung menuju kursi samping tempat tidur alvin karena dita sudah pindah duduk disofa bersama nindy.


"alvin belum sadar juga? " tanya fakri seraya duduk disamping alvin.


" kata dokter itu pengaruh obat bius, satu atau dua jam lagi juga sadar" kata dita menjelaskan dan fakri pun mengangguk paham.


" makanan kalian nih" kata kyara seraya meletakkan belanjaanya di atas meja lalu duduk di samping dita.nindy pun langsung mengambil pizza pesanannya lalu memakannya.


" gue beliin lo burger, lo makan gih dari tadi siang kan belum makan " kata kyara kepada dita, dia sebenarnya kawatir juga dengan keadaan dita.


" perhatian banget sih, makasih" kata dita langsung memeluk kyara karena merasa beruntug memiliki sahabat-sahabat yang sangat perhatian kepadanya. nindy dan rista pun tak mau kalah mereka ikut acara peluk-pelukan itu sedangkan vino,rasya dan fakri pun di buat kagum akan persahabatan mereka, sungguh persahabatan yang luar biasa. alvin pun tersenyum melihat kedekatan mereka, ya alvin memang sudah sadar sejak dita memeluk kyara tapi tidak ada yang menyadarinya terutama fakri yang ada di sebelahnya. alvin pun hanya diam saja menikmati keharuan yang terjadi.


mereka berempat pun melepas pelukan nya.


" pesenan gue yang tadi lo beliin nggak? " tanya dita setelah melepas pelukannya pada kyara.


" ada tuh di plastik putih" kata kyara menunjuk ke arah plastik tersebut.


lalu dita mengambil pesananya dan berjalan kearah meja samping tempat tidur alvin karena pesanan dita tadi adalah bubur dan buah. fakri yang melihat dita berjalan kearahnya pun langsung berdiri tanpa menoleh ke arah ranjang alvin.


setelah menaruh pesanannya dita pun berjalan menuju samping ranjang alvin ,dita melihat kearah alvin dan tanpa sengaja mata mereka saling bertemu dan terkunci beberapa saat sebelum akhirnya dita sadar ternyata alvin sudah bangun.


" lo udah sadar?, gue panggilin dokter ya " kata dita seraya berlalu dari sana tapi terurungkan ketika tangan alvin memegang pergelangan tanganya. ditapun langsung menoleh.


" gue gak papa, nggak usah panggil dokter " kata alvin masih dengan suara lemahnya.

__ADS_1


kyara, rista, nindy,fakri,rasya dan vino yang mendengar alvin sadar pun langsung beranjak berdiri dari sofa lalu menuju keranjang alvin.


" lo udah sadar bro, syukurlah " kata rasya setelah sampai di samping ranjang alvin.


" sorry gue ngrepotin kalian" kata alvin masih dengan suara lemah.


" nggak ada yang di repotin kita kan sahabat " kata fakri seraya memegang pundak alvin.


dita hanya tersenyum haru melihat alvin sudah sadar. merekapun banyak mengobrol dan bercanda tapi dita hanya diam saja di belakang teman-temannya.


" hey, sini dong " kata alvin memanggil dita, lalu dita mendekat kearah alvin.


" makasih ya " kata alvin tulus seraya memandang kearah dita dan dita hanya mengangguk.


" makan dulu ya " tawar dita pada alvin seraya mengambilkan bubur alvin di meja. alvin hanya mengangguk setuju akan tawaran dita.


ditapun sedikit demi sedikit menyuapi alvin dengan tlaten, karena dita sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk merawat alvin hingga sembuh. sahabat mereka yang melihatpun dibuat meleleh akan kemesraan mereka berdua.


" kapan ya gue di suapin gitu " kata rasya seraya membayangkan hal itu terjadi kepadanya.


" nih gue suapin " kata rista seraya memasukan potongan roti secara kasar kedalam mulut rasya yang mangap.


" apaan sih lo kasar banget jadi cewek" teriak rasya setelah rotinya berhasil dia telan.


" salah siapa jadi orang halu " kata rista sambil tertawa.

__ADS_1


" bisa diem nggak sih ribut mulu, ini tu rumah sakit " kata kyara kesal.


lalu merekapun akhirnya diam dan melanjutkan aktivitas masing-masing.


" udah ya gue udah kenyang " tolak alvin saat dirasa dirinya sudah kenyang.


" kan baru berapa suapan kok udah sih,lagi ya biar cepet sembuh " kat dita membujuk alvin namun alvin tetap menolak akhirnya dita mengalah lalu memberikan minum pada alvin.


" lo tadi sakit kan, kenapa maksain ikut pertandingan sih? " tanya dita yang sedari tadi penasaran kenapa alvin tidak istirarah kalo dia sakit.


" gue sehat kok" jawab alvin sambil tersenyum kearah dita.


"nggak usah bohong deh " balas dita manyun karena merasa di bohongi alvin.


" maaf,gue nggak mau buat temen-temen gue kawatir" kata alvin tulus dia tidak mau mengecwakan banyak orang karena dia.


" ya tapi kan lo bisa bilang kalo lo sakit, jadi nggak usah di paksain " kata dita masih marah akan kecerobohan alvin.


"gue nggak papa kok beneran " kata alvin dengan senyum manisnya mencoba meyakinkan dita.


" lain kali jangan gini lagi ya" kata dita sambil menunduk.


" iya nggak kok" kata alvin seraya mengangkat dagu dita.


"senyum dong jangan manyun gitu, jelek tau" goda alvin pada dita sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2