Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
Episode 31: Saran


__ADS_3

...🖤🖤🖤...


...~~...


...🖤🖤🖤...


Rellys tersenyum bahagia mendapat perlakuan dari Virzha. "Ellys, kamu ada masalah ya di Kampus?" Tanya Virzha. Senyum Rellys memudar. Ia menggeleng cepat. "Nggak ada, kan udah aku bilang nggak usah dibahas." Pintanya.


Virzha terdiam sejenak. Ia tampak sedang berpikir. "Jangan bohong." Sahutnya dengan sedikit penekanan. "Aku nggak bohong kok." Bela Rellys. Virzha tersenyum miring. "Gimana caranya kamu mau buktikan kalau kamu nggak ada masalah?" Virzha menantang. Rellys terdiam. Ia menggigit bibir bawah bingung. Ia kembali menatap Virzha yang juga tengah menatapnya.


"Kakak juga nggak punya bukti kalau aku bohong." Rellys menantang balik. Virzha hanya tersenyum kecil. "Aku bisa minta nomor teman laki-laki kamu itu dengan paksa dari kamu, terus aku hubungin dia dan minta dia ceritain masalah kamu." Rellys bungkam sesaat. Ia menatap Virzha yang tengah tersenyum licik.


"Kakak sejak kapan jadi menyebalkan gini sih?" Keluhnya. Virzha mengangkat bahu tak peduli. Ia kembali menyandarkan punggung pada sofa. Sedangkan Rellys terdiam gusar. Ia menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya.


"Aku emang punya masalah sama teman aku." Ucap Rellys terpaksa memberitahu. Virzha tertarik mendengarkan. "Teman aku pajang foto-foto memalukan punya aku di mading." Lanjut Rellys. Virzha mengernyit. "Foto apa?"


Rellys terdiam berpikir. Tidak mungkin ia memberitahu bahwa foto itu adalah fotonya dan Virzha. Bagaimana reaksi Virzha jika mengetahuinya. "Ellys!" Virzha menyadarkan lamunan Rellys. "Mm, ada lah." Rellys memilih merahasiakan.


Virzha manggut-manggut. "Kenapa kamu nggak minta maaf aja?" Virzha memberi saran yang membuat Rellys tersedak ludahnya sendiri. "Minta maaf? Nggak ah, dia yang duluan kok." Tentu saja Rellys menolak.

__ADS_1


"Ellys, minta maaf itu bukan berarti kita yang salah." Virzha menasihati. Ia menatap Rellys dalam. "Nggak mau." Rellys kembali menolak. "Mm, Kamu mau jalan-jalan nggak besok?" Tanya Virzha tiba-tiba. Rellys mengangguk antusias. "Kalau kamu berani minta maaf aku akan ajak kamu jalan besok." Tantang Virzha. Rellys berpikir lama. Sampai akhirnya ia pikir tidak ada salahnya mencoba.


"Ayolah Llys, ini semua demi agar bisa jalan bareng Kak Virzha besok." Yakinnya dalam hati.


Rellys mengangguk setuju. Ya, meskipun sebenarnya sangat berat untuknya meminta maaf pada hal yang menurutnya bukan salahnya. Tapi ya, untuk Virzha kenapa tidak?


"Nah gitu dong." Virzha mencubit hidung Rellys dan mengacak rambutnya. "Jadi beneran setuju nih?" Tanyanya. "Iya, Kak Vir." Rellys meyakinkan yang entah sejak kapan mengubah nama panggilan untuk Virzha.


Rellys tersenyum senang menatap Virzha. Ia tidak percaya akhir-akhir ini hubungannya dan Virzha semakin baik.


"Kak Tessa, bolehkah aku egois?


Setidaknya hanya untuk saat ini. Aku janji akan mengembalikannya saat kakak telah kembali. Tapi, izinkan aku menjaganya dengan cara yang berbeda."


Rellys merogoh ponselnya. Ia melihat nama yang tertera di layar. Ya, Tessa meneleponnya.


"Panjang umur."


Rellys menggeser ikon hijau. Ia lanjut mengobrol panjang lebar dengan kakaknya lewat telepon. Sampai lupa ada Virzha di situ.

__ADS_1


Dalam hatinya Virzha tak yakin bahwa Rellys akan benar-benar meminta maaf besok. Karena sejujurnya ia sendiri tidak serius menyuruh Rellys untuk meminta maaf. Hanya ingin menantangnya saja.


Wah sepertinya Virzha tidak tahu kalau kalimatnya telah dianggap serius oleh Rellys.


...🖤🖤🖤...


...~~...


...🖤🖤🖤...


.


.


.


.


Hai hai hai...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalau kalian suka 😘😘


Mm, kayaknya wajib deh hehe...


__ADS_2