
Fani merebahkan tubuhnya di atas ranjang size milik suaminya.Tubuhnya terasa begitu lemas karena mual yang datang tiba tiba.
Entah kenapa ia merasakan mual karena sebelumnya sang suamilah yang mengalami mual.Dan yang lebih parahnya ia akan merasa mual jika berdekatan dengan sang suami.
Tring...
Kayla is calling
Fani:Ya Key...
Kayla:Hai ...lagi apa?
Fani:Rebahan Key...mual banget
Kayla:Mual?.
Fani:Aku hamil Key....
Kayla: Serius?.Aaaa....selamat ya Fan.Jadi nanti jarak anak kita cuma dua bulan dong.
Fani: Insyaallah...dan aku hamil anak kembar Key.
Kayla:Wah... Alhamdulillah.Di jaga baik baik ya Fan.Hamil anak kembarnya gak mudah loh.
Fani:Iya...Dan aku kasihan sama Mas Fero.Aku mual jika didekatnya Key.
Kayla:Hahaha...aku bisa bayangin kayak apa leceknya wajah Mas Fero..
Fani:Ya...
__ADS_1
Kayla:Ya sudah aku tutup dulu.Lusa aku kerumah kamu ya
Fani:Ya Key
Tut...
Fani melempar ponselnya asal lalu memejamkan matanya.Tubuhnya benar benar lemas.Dan dalam hitungan menit wanita hamil muda itu masuk kedalam dunia mimpi.
Fero memasuki kamarnya dan mendapati sang istri tertidur pulas.Pria itu menatap iba sang istri yang tampak terlihat kuyu.Tapi ia tak bisa berbuat apapun karena sang istri tak bisa berdekatan dengannya.
"Maafkan aku gak bisa berada di dekat kamu disaat rasa mual yang kamu alami my wife", lirih Fero mengusap rambut Fani dengan begitu lembut lalu mengecup pelan pucuk kepala Fani.
Fero menatap wajah pucat dan kuyu Fani dengan tatapan penuh cinta.Ia begitu sangat dan sangat mencintai sang istri.Kehamilan sang istri adalah hal yang ia tunggu tunggu sejak awal pernikahannya.Apapun akan ia lakukan agar sang istri nyaman dengan kehamilannya.Termasuk menjauh dari sang istri agar wanita hamil itu tak lagi merasakan mual.
"Jangan membuat Mami sakit sayang",ujar Fero mengusap perut Fani dengan begitu lembut.
Fero melangkah menunju kamar mandi,jika keadaan Fani begini mungkin ia akan mnienginap.Pria itu membersihkan tubuhnya dan setelah selesai ia berpakaian.Lalu duduk disofa mengecek email yang dikirim oleh Roby.
Fani membuka pelan kedua matanya pelan dan menatap sekeliling kamar.Ia menatap sang suami yang sibuk dengan ponselnya.
"Mas..."
"Sudah bangun?",ujar Fero meletakkan ponselnya lalu tersenyum tipis.Ingin mendekati sang istri tapi takut Fani kembali mual.
"Huummm...",jawab Fani beranjak dari tempat tidur menghampiri sang suami.
"Sayang...stop",ujar Fero.
"Kenapa Mas...?", tanya Fani mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Nanti kamu mual lagi sayang",jawab Fero.
"Jadi aku gak boleh dekat sekat kamu Mas?",lirih Fani dengan mata berkaca kaca.
"Bu-bukan seperti itu sayang.Aku--
"Kamu gak sayang lagi sama aku?.Kamu--
Fero segera memeluk sang istri dan mendekapnya erat."Aku takut kamu mual lagi sayang.Dan aku tak tega melihat kamu muntah muntah karena berdekatan dengan aku",ujar Fero mengecup pucuk kepala Fani berulang ulang.
"Kamu gak sayang lagi sama aku", isak Fani.
"Aku sayang sama kamu,dan aku cinta sama kamu.Aku gak mau kamu merasakan mual lagi sayang",ujar Fero.
"Tapi aku gak mual lagi Mas",jawab Fani menenggelamkan wajahnya di dada bidang Fero.
"Benarkah...?",tanya From tersenyum lebar.
"Iya...",angguk Fani.
"Benar sayang kamu gak mual lagi jika dekat sama aku?",tanya Fero.
"Ya... aku sekarang gak merasakan apapun Mas",jawab Fani.
Fero mengangkat tubuh Fani saking bahagianya.
"Mas...turunin...", pekik Fani.
"Aku udah bayangin jika malam ini akan tidur di sofa karena tak bisa dekat dekat dengan kamu",ujar Fero.
__ADS_1
...****************...