Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
Bulan madu


__ADS_3

Tak lama Fani keluar dari kamar mandi berbalut handuk.Gadis itu melihat sang suami yang sedang memejamkan matanya diatas tempat tidur.


Fani meraih kopernya yang terletak disudut ruangan untuk mengambil pakaian gantinya.Matanya membola melihat isi kopernya yang berisikan baju kurang bahan semua.


"Masa ia aku pakai ini sih?",gumam Fani mengacak isi kopernya.


"Kamu sudah selesai sayang?",tanya Fero tiba tiba membuat Fani terkejut bukan main karena tubuhnya masih berbalutkan handuk.


"Eh...su-sudah Mas",jawab Fani segera menutup kopernya takutnya Fero melihat pakaian yang ia bawa.


"Kalau gitu aku mandi dulu,kamu siap siap gih sebentar lagi kita berangkat",ujar Fero.


"Eh tapi Mas..."


"Apa?mau menemaniku mandi?",goda Fero.


"Gak Mas...baju aku kayaknya koper aku ketuker deh", ucap Fani.


"Kok bisa sayang?",tanya Fero mengernyitkan keningnya.


"Ya Aku juga gak tau Mas.Gimana dong...",ujar Fani.


"Ya sudah aku akan minta Roby buat belikan gaun untukmu.Tapi ingat jangan membukakan pintu dengan keadaan kamu seperti itu nantinya jika Roby datang.Aku mandi cuma 20menit",ujar Fero.


"Ya Mas...",jawab Fani.


Fani duduk ditepi tempat tidur dengan bermain ponsel.Ia tau ini pasti ulah sahabatnya Kayla.Namun sayang nomor wanita hamil itu tak bisa dihubungi.Sepertinya ia sengaja melakukan ini.


"Ck...awas aja kamu Key...", gumam Fani meremas ponselnya.


Tok tok tok

__ADS_1


"Mas...kayaknya Roby udah datang",teriak Fani.


Sebentar sayang...ini mau selesai", teriak Fero dari dalam kamar mandi.


Tak lama pintu kamar mandi terbuka,Fero keluar dengan bertelanjang dada membuat Fani begitu malu melihat tubuh proporsional milik Fero.


"Kamu masuk ke kamar mandi dulu sayang",ujar Fero.


"Iya Mas...", jawab Fani berlari menuju kamar mandi.


Fero membuka pintu kamarnya setelah memakai jubahnya.Dan tenyata benar Roby tampak berdiri didepan pintu dengan menenteng beberapa paper bag berisi pesanan sang Tuan.


"Ini pesanan anda Tuan",ujar Roby menyerahkan paper bag berisi beberapa helai gaun.


"Terimakasih Roby",ujar Fero.


"Ya Tuan",jawab Roby berbalik badan meninggalkan sang Tuan yang telah menutup pintunya.


Ceklek


Mana Mas?",tanya Fani membukakan pintu kamar mandi.


"Ini...",jawab Fero menyerahkan paper bag itu pada sang istri.


"Terimakasih Mas,ujar Fani lalu kembali menutup pintu kamar mandi untuk berpakaian.


Fero tersenyum lalu melangkah menuju kopernya untuk mengambilkan pakaian gantinya.Ia tak sabar berangkat menuju sebuah pulau pribadi miliknya.


Tak lama Fani keluar dari kamar mandi dengan berpakaian lengkap.Memakai gaun rancangan seorang desainer ternama membuat gadis itu main terlihat anggun dan cantik.


"Kamu cantik sekali sayang",ujar Kevin menghampiri sang istri lalu memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Makasih Mas",jawab Fani tersipu malu.


Cup


Fero mencuri sebuah kecupan dari pipi sang istri.Ia begitu sangat dan sangat mencintai istrinya itu.


"Ayo...!",ujar Fero menarik pergelangan sang istri keluar dari kamar hotel.Ia telah menelfon pihak hotel untuk membawakan kopernya dan sang istri menuju lobi hotel.


"Mas kita kemana?",tanya Fani mengikuti langkah sang suami.


"Kamu ikut saja sayang,aku jamin kamu pasti suka", jawab Fero.


Tak lama mereka sampai disebuah lapangan yang begitu luas.Disana kedua orangtua mereka telah menunggu.Tampak sebuah helikopter telah terparkir di tengah tengah lapangan itu.


"Mom,Dad kami berangkat dulu",ujar Dari pada kedua orangtuanya.


"Ya nak... bersenang senanglah,kami cuma minta satu yaitu cucu",ujar Arini.


"Insyaallah Mom",jawab Fero.


"Bu...kita berangkat dulu",ujar Kevin pada ibu mertuanya.


"Iya...Ibu titip Fani ya",ujar Ibu.


"Iya Bu...",jawab Fero.


"Yuk sayang...",ujar Fero saat barang barangnya telah masuk kedalam heli.


Keduanya berangkat untuk berbulan menuju sebuah pulau pribadi milik pria itu.


...****************...

__ADS_1


Malam pertamanya di bab selanjutnya ya.Mohon dukungan kalian semua reader ku.


__ADS_2