Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
Memperbaiki


__ADS_3

setelah kepergian nindy dan ketiga sahabatnya fakri menatap ke arah alvin yang terlihat jelas kesedihan terpancar dari raut wajahnya.


fakri sungguh menyesali perbuatanya yang membuat sahabatnya bersedih. fakri menatap ke arah sahabatnya yang lain yang sedang melamun mungkin memikirkan masalah tadi. keheningan menyelimuti mereka di samping mobil yang terparkir di pinggir jalan itu.


" gue minta maaf banget vin gue nggak tahu kalo jadinya bakal kaya gini " kata fakri menunduk tidak berani menatap sahabatnya.


" udah lah kri kita cari jalan keluarnya besok " kata alvin merangkul fakri.


" iya kita juga bakal bantuin kok buat deket lagi sama mereka " kata vino dan di angguki oleh rasya.


" buat sekarang kita balik dulu aja tenangin pikiran " kini vino bersikap lebih dewasa di banding sebelumnya.


mereka pun menyetujui ucapan vino,rasya membantu alvin untuk memasuki mobil lalu ikut masuk dan duduk di samping alvin.


" gue aja yang nyetir " kata vino saat fakri akan masuk dan duduk di belakang kurai kemudi,karena mengetahui pikiran fakri yang sedang kalut dan akan membahayakan vino berinisiatif untuk menyetir mobil agar tidak membahayakan mereka.


setelah semua masuk kedalam mobil,vino menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang .


" kita nginep di rumah lo aja ya vin " tanya vino menatap ke arah spion depan untuk melihat ke arah alvin.


" terserah kalian aja " kata alvin acuh.


" yah nggak asik lo vin, jangan galau-galau gitu lah " kata rasya yang sudah malas melihat wajah masam sahabatnya.


alvin hanya diam saja tak berniat menjawab celotehan rasya.


setelah beberapa saat mereka akhirnya sampai di rumah alvin ,rasya membantu alvin untuk ke kamarnya,orang tua alvin belum juga pulang dari luar kota karena perusahaan yang ada disana terjadi masalah jadi harus di slesaikan lebih dulu.


sesampainya di kamar alvin berbaring di ranjangnya,menarik nafas panjang untuk menetralkan rasa sesak di dadanya.


" gue pulang aja ya " kata fakri karena merasakan kecanggungan disana.


" katanya pada mau nginep,main ps atau apalah gue tidur dulu pusing gue " kata alvin lalu membaringkan tubuhnya di ranjang.


" iya sih kri nggak usah pulang disini aja kita main " kaga rasya merangkul fakri mengajaknya duduk didepan ranjang alvin.


"mau main nggak kri ?" tanya vino setelah selesai memasang ps nya.


" nggak kalian aja " kata fakri menyandarkan tubuhnya di tepi kasur.

__ADS_1


pandangannya kosong menatap lurus ke arah atas,entah apa yang sedang di pikirkannya dia hanya melamun dan diam saja bahkan temannya mengajaknya bicarapun tak di dengarkan oleh fakri.


" kri " vino menyenggol lengan fakri.


" ha apa ?" tanya fakri setelah sadar dari lamunannya.


" kenapa nglamun aja sih lo ?" tanya vino heran.


" iya diem aja lo dari tadi " rasya menimpali ucapan vino.


" gak gue ngantuk aja , gue tidur duluan ya kalian lanjut main " fakri membaringkan tubuhnya asal lalu memejamkan matanya.


" biarin aja lah " vino melanjutkan main psnya dan rasya pun mengikutinya.


•••


disisi lain dita dan ketiga sahabatnya tengah berada di kamar dengan nuansa biru muda, dengan ranjang queen size yang cukup besar.


mereka sedang rebahan di atas kasur dengan keheningan , semenjak sampai rumah tadi mereka hanya diam dalam kebisuan masing-masing.


mama dita yang tadi menyapapun hanya di jawab acuh oleh dita, dan mamanya mengertikan itu karena terlihat dari raut wajah putrinya yang seperti sedang ada masalah.


" iya nih gue juga udah laper banget, daripada diem-diem di rumah ngemall yuk ngefreshin otak " rista memberi solusi karena dia merasa bosen di rumah hanya diam saja.


" gue sih gimana dita aja " jawab nindy.


" yaudah lah daripada pusing juga dirumah,gue ganti baju dulu,kalian kalo mau ganti ambil aja " kata dita beranjak lalu masuk kamar mandi.


" nah gitu dong " rista bersorak gembira.


setelah selesai bersiap mereka akhirnya keluar kamar dan turun kebawah sesampainya di bawah mereka berpapasan dengan mama dita.


" mau kemana sayang ?" tanya mama dita melihat putri dan ketiga sahabatnya terlihat rapi.


" kita mau jalan ma,mama kapan pulang " tanya dita mendekat ke arah mamanya.


" tadi sore kata kakak kamu lagi keluar,terus tadi mama sapa kenapa mukanya kusut gitu " tanya mama dita mengelus lembut rambut putrinya.


" biasa mah masalah sekolah "

__ADS_1


" yaudah dita pergi dulu ya mam " pamit dita.


" kita pergi dulu ya tante " ketiga sahabatnya pun ikut pamitan mencium tangan mama dita.


mereka keluar dengan mobil nindy,jalanan cukup padat padahal jam sudah menunjukan pukul 19.30 . jalanan cukup macet membuat orang yang ada di dalam mobil itu bersumpah serapah.


" gila ini mah macet banget nggak tahu apa kalo gue laper lebih menyeramkan dibanding setan " kata rista mulai marah-marah.


" yaelah sabar aja kali " timpal nindy yang ada di samping rista.


" sabar aja lah,gue yang nyetir elo yang marah-marah " kini kyara yang mulai kesal karena rista terus saja berbicara.


" kaya lo nggak tahu gimana crewetnya rista aja " dita tertawa melihat kekesalan kyara yang bisanya sangat sabar menghadapi rista.


" gue kesel aja dit dia udah kelewat crewet kayak nenek lampir " kata kyara .


" lo bilang apa ha,gue kaya nenek lampir,kalo gue nenek lampir lo grandongnya kan " kata rista menongolkan wajahnya di tengah kursi dita dan kyara lalu tertawa keras.


" bodo amat lah lo mau ngomong apa " kyara yang sedang malas berdebat akhirnya mengalah.


setelah setengahjam mereka begelut dengan kemacetan akhirnya mereka samapi juga di mall , setelah memarkirkan mobilnya mereka memasuki mall.


" makan dulu ya laper gue " kata kyara mengelus perutnya yang sudah sangat laper.


" ayolah gue juga laper " kata dita menyetujui.


" dasar lo makan mulu pikiran lo " rista yang masih ingin berdebat dengan kyara.


" udah lah dit nin biarin aja kalo ada orang yang nggak mau makan ,kita ke kfc aja yuk " kyara menggandeng tangan dita dan nindy meninggalkan rista yang tengah marah-marah.


" awas aja lo ya kya , main ninggalin gue gitu aja " rista terus marah-marah seraya berlari mengejar ketiga sahabatnya yang sudah jauh meninggalkannya sendiri.


kyara,dita dan nindy tertawa melihat wajah kesal rista dari kejauhan ,mereka sudah duduk manis di kursi restoran .


" nyebelin emang kalian,apalagi lo kya males gue sama lo " kata rista bersidekap menampilkan wajah kesalnya.


" sini duduk sayangku,udah gue pesenin nih " nindy berkata dengan sok manis.


rista langsung berbinar melihat ayam geprek kesukaanya,dia melupakan rasa keslnya lalu duduk dan ikut makan bersama ketiga sahabatnya.

__ADS_1


__ADS_2