Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
Baik baik saja


__ADS_3

Fero melajukan kendaraannya dengan begitu cepat.Pria begitu cemas karena beberapa menitan yang kau masih mendengar suara gadisnya itu.


Sesampainya di klinik Fero langsung keluar dari mobilnya dan berjalan dengan begitu tergesa.


Tampak disana Fahira tengah duduk dikursi tunggu.Fero segera menghampiri adiknya itu.


"Ra... bagaimana bisa terjadi?",tanya Fero dengan panik.


"Alvian berusaha mencekal Kak Fani tadi Kak,pria itu mabuk berat hingga saat Kak Fani berusaha melepaskan diri Kak Fani terbentur pintu butik",ujar Fahira.


"Brengsek...disana tidak ada Andi?",tanya Fero geram.


"Kak Andi datang pas Kak Fani udah terluka",jawab Fahira.


"Tapi Alvian sudah diamankan kok Kak",sambung Fahira.


"Huffhhh...",Fero mengusap wajahnya kasar.


Tak lama pintu UGD terbuka terlihat dokter keluar dari ruangan itu.Fero segara menghampiri sang dokter.


"Dok bagaimana keadaan tunangan saya?",tanya Fero.


"Pasien baik baik saja Tuan,hanya sebuah luka robek dibagian kening dan itu tidak terlalu serius.Pasien setelah ini telah bisa pulang dan ini resep obat yang harus ditebus",ujar dokter.


"Huffhhh... syukurlah.Tapi saya boleh bertemu dengan Fani kan dok?",tanya Fero.


"Silahkan Tuan",jawab Dokter itu mempersilahkan Fero.


"Oh ya Ra...kamu urus administrasinya sama ini tolong tebus obatnya",ujar Fero.

__ADS_1


"Ya Kak...",jawab Fani.


Fero segera masuk dan menghampiri Fani yang terbaring di atas brangkar rumah sakit.


"Sayang...",ujar Fero menghampiri Fani.


"Mas...",lirih Fani berusaha bangun.


"Sakit...",tanya Fero menyentuh kening Fani dengan lembut.


"Hanya luka robek kok Mas",jawab Fani


"Aku akan balaskan perbuatannya sayang",ujar Fero.


"Gak usah Mas...aku baik baik saja kok",jawab Fani.


"Maaf aku gak bisa melindungi kamu",sesal Fero.


"Kita pulang sekarang,Fahira sudah mengurus administrasinya",ujar Fero.


"Tapi--ahkkk...turunin Mas",pekik Fani saat tiba tiba Fero menggendongnya ala bridal style.


"Diam sayang...",ujar Fero yang mengindahkan rengekan Fani.


Fero menggendong Fani menuju area parkir,gadis itu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Fero karena malu saat orang orang menatapnya.


Semua orang tampak iri dengan Fani diperlakukan begitu romantis oleh pria sedingin Fero.Bahkan ada diantaranya yang menatap sinis pada Fani.


Fero meletakkan Fani di kursi penumpang tepat disebelah kursi kemudi dengan begitu hati hati dan memasangkan sabuk pengaman.Setelahnya dia ikut masuk dan duduk dikursi kemudi.

__ADS_1


"Kita pulang ya...",ujar Fero pada Fani.


"Ya Mas...",lirih Fani.memejamkan matanya karena ia merasa kantuk mungkin karena efek obat.


Fero tersenyum melihat sang kekasih baik baik saja meski hatinya masih kesal dengan mantan kekasih Fani yang masih saja berusaha menganggu Fani.


Fero melajukan mobilnya meninggalkan pelataran klinik menuju rumah Fani. Sementara itu Fani mulai tertidur membuat Fero tersenyum tipis melihat gadisnya itu.


Tak lama mobil Fero sampai dirumah Fani pria itu turun dari mobil lalu menggendong Fani yang kini masih tertidur lelap.Ibu Fani yang melihat kedatangan calon menantunya sambil menggendong sang putri segera membukakan pintu lebar lebar.


"Apa yang terjadi Nak Fero?",tanya Ibu Fani setelah Fero menidurkan Fani dikamar.


"Maafkan saya yang telah lalai menjaga Fani Bu,tadi ada sedikit insiden butik antara Fani dan Alvian Bu",ujar Fero.


"Jadi laki laki itu masih saja mengganggu Fani?",tanya Ibu Fani pada Fero.


"Ya Bu...maafkan saya yang tak bisa menjaga Fani",jawab Fero.


"Bukan salah kamu Nak,jangan menyalahkan diri sendiri",balas Ibunya Fani tersenyum tipis pada calon menantunya itu.


"Tapi saya tetap merasa bersalah Bu",ujar Fero.


"Ibu mengucapkan terimakasih telah membawa Fani pulang",ujar Ibunya Fani.


"Sudah kewajiban saya Bu",jawab Fero.


"Kalau begitu saya pamit pulang dulu Bu,kalau ada apa apa jangan sungkan telfon saya saja Bu",ujar Fero.


"Ya...Nak",jawab Ibunya Fani.

__ADS_1


Fero melangkah meninggalkan rumah Fani untuk kembali ke kantor.Dia sedikit lega karena sang kekasih baik baik saja.


...****************...


__ADS_2