Izinkan Aku Mencintaimu

Izinkan Aku Mencintaimu
Rujak


__ADS_3

"Mas...cari rujak yuk!",ujar Fani.


"Sekarang?", tanya Fero.


"Huummm...yuk!",ujar Fani.


"Ganti baju kamu dulu sayang",jawab Fero.


"Ini saja...",ujar Fani.


"Gak...ganti atau kamu gak ikut cari rujaknya",ancam Fero.


"Huh.. Baiklah...",jawab Fani melangkah menuju walk in closet.


Fero tersenyum tipis jika rasa mual sang istri ternyata hanya sementara.Ia tak bisa membayangkan jika akan tidur disofa malam ini sendiri.


"Ayo Mas...",ujar Fani saat keluar dari walk in closet.


"Ayo...",jawab Fero menggandeng tangan Fani keluar dari kamar.


"Kemana Fer...?",tanya Arini saat Fero dan Fani melewati ruang tamu.


"Cari rujak Mom...",jawab Fero.


"Malam malam begini?", tanya Arini.


"Ya Mom...",jawab Fero.


"Hati hati ya Fan.Soalnya ini sudah malam",ujar Arini.


"Ya Mom...kita berangkat dulu.Mommy mau nitip sesuatu?",jawab Dea.


"Gak...jangan pulang larut",ujar Arini.


"Kita bukan lagi anak kecil Mom",jawab Fero.


"Iya ...tapi istrimu sedang hamil Fero", geram Arini.


"Baiklah Mom",jawab Fero menarik pergelangan tangan Fani.


Fero menjalankan mobil meninggalkan rumah kediaman orangtuanya untuk mencari makanan yang diidamkan sang istri.

__ADS_1


"Kita lihat di taman aja Mas,disana banyak yang jualan",ujar Fani.


"Kamu yakin sayang jam segini masih ada,udah hampir larut loh",jawab Fero.


"Kita lihat dulu aja Mas",balas Fani yang tak sabaran ingin memakan makanan yang kecut itu.


Tring...


"Siapa sayang?",tanya Fero saat ponsel sang istri berdering.


"Kayla Mas...",jawab Fani.


"Angkat dulu,siapa dulu penting!",ujar Fero yang fokus pada jalanan.


"Ya Mas..."


"*Ya Key...ada apa?",tanya Fani meloaudspeaker sambungan teleponnya.


"Kamu dimana?", tanya Kayla.


"Nih lagi diluar cari rujak Key,kamu tumben telfon aku jam segini?",jawab Fani.


"Wah... kebetulan banget aku mau ajak kamu rujakan soalnya Mas Devan gak bisa nemenin aku,sibuk dianya karena pekerjaannya yang menumpuk",ujar Kayla.


"Hooh... buruan",ujar Kayla.


"Iya...bye"


klik*


"Mas kita kerumah Pak Devan sekarang",ujar Fani tampak bersemangat.


"Baiklah sayang...",jawab Fero tersenyum tipis melihat antusias sang istri yang begitu menginginkan rujak.


Tak lama mobil mereka sampai di mansion milik Devan.Fani langsung turun dan berlari memasuki mansion.


"Sayang...jangan lari,ingat kamu lagi hamil",pekik Fero yang gregetan melihat sang istri.


"Hehehe....lupa Mas",kekeh Fani langsung berhenti.


"Jalan pelan aja sayang,Kayla pasti bikin banyak rujaknya",ujar Fero menggandeng tangan sang istri.

__ADS_1


"Ck... mansion ini kebesarannya Mas, sedangkan langkah aku kecil",gerutu Fani.


"Kalau gak besar bukan mansion sayang tapi gubuk",ujar Fero mengacak rambut sang istri.


"Key...",pekik Fani saat menemukan Kayla yang sedang menikmati rujak ditemani maidnya.


"Hai Fan...ayo buruan!",ujar Kayla membuat maid langsung meninggalkan Kayla dan Fani.


Fani segera duduk disebelah Kayla dan ikut menikmati makanan kecut itu.


"Eh Mas Fero mau",ujar Kayla.


"Gak... kalian saja",jawab Fero bergidik ngeri membayangkan makanan kecut itu dicampur saus kacang yang pedas manis.


"Ya sudah kalau gitu",balas Kayla kembali menikmati rujaknya.


"Devan mana Kay?",tanya Fero.


"Diruang kerjanya Mas...",jawab Kayla.


"Sayang...aku ke Devan dulu ya",ujar Fero.


"Ya Mas...",angguk Fani.


"Gimana rasanya hamil Fan?",tanya Kayla.


"Rasanya tuh nano nano Key,mual sama kadang pengennya tiduran mulu",jawab Fani.


"Tapi yang jelas makin disayang paksu dong",goda Kayla.


"Ya itu salah satunya.Apa apa gak boleh apalagi Mommy yang selalu cerewet ngelarang ini dan itu",jawab Fani.


"Nikmati saja Fan...aku juga gitu kok.Nenek juga sama",jawab Kayla.


"Oh ya...gimana katanya kamu gak bisa dan mual berdekatan sama Mas Fero,kok tadi aku baik baik saja", sambung Kayla.


"Tadinya iya Key,gak tau tiba tiba aja gak bisa jauh dari Mas Fero dan mualnya hilang gitu aja",jawab Fani.


"Hahaha...jangan jangan anak anak kamu prank ayahnya tuh",ujar Kayla.


"Bisa jadi Key",jawab Fani mengusap perutnya yang masih rata.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2