
mereka keluar dari ruangan bersama dita berada di samping alvin seraya memapah alvin yang berjalan masih sedikit pincang ,vino berada di sebelah alvin,kyara,rista dan rasya di belakang mereka.
fakri dan nindy sudah lebih dulu menunggu di parkiran. mereka berjalan dalam hening tak ada yang memulai pembicaraan.
di parkiran fakri dan nindy menunggu di samping mobil masing-masing, mereka memenag tidak satu mobil karena nindy dan ketiga sahabatnya harus sekolah dan fakri dengn kedua sahabatnya lebih memeilih bolos.
" em, kegiatan lo sekarang apa nin? "tanya fakri setelah beberapa saat mereka hanya diam dalam keheningan.
" ya biasa lah sekolah, sesekali latihan karate " kata Nindy tanpa melihat ke arah fakri.
" lo udah punya pacar? " tanya fakri to the point menatap ke arah nindy.
" gue nggak minat pacaran " jelas nindy menerawang ke arah depan.
" kenapa? " tanya fakri masih menatap ke arah nindy.
" ya lagi nggak minat aja, gue mau fokus sekolah dulu " kata nindy menjelaskan, melihat sekilas ke arah fakri yang masih setia menatapnya.
" bisa nggak kita mulai dari awal? " tanya fakri ragu-ragu.
" maksud lo? " kaget nindy lalu melihat ke arah fakri.
" gue mau kita memulai hubungan kita dari awal, maksud gue kita temenan lagi kaya dulu " jawab fakri.
" kalo masalah itu gue mau aja " jawab nindy tersenyum.
" beneran lo mau? " tanya fakri memastikan.
dan nindy mengangguk setuju, fakri pun merasa sangat bahagia mendengar keputusan nindy.
" yes makasih nin " kata fakri menggenggam erat jari jemari nindy, nindy pun tersenyum melihat tingkah fakri.
•••
alvin,dita dan sahabat-sahabatnya baru saja keluar dari rumah sakit dan menunggu mobil. fakri juga nindy yang akan membawa mereka pulang.
" lama banget sih mereka " keluh rista setelah beberapa saat menunggu tapi mobil nindy dan fakri tidak juga muncul.
" iya, ngapain aja sih mereka " kata rasya yang juga ikut kesal.
" iya sih kenapa lama banget, kan kasian alvin kalo berdiri lama gini " kata vino yang melihat alvin mulai kelelahan.
" gue telvon nindy dulu deh " kata dita melihat ke arah alvin yang sudah terlihat kesakitan akibat terlalu lama menunggu.
tut tut tut suara sambungan telvon yang tidak. segera di angkat.
__ADS_1
" lo dimana, kenapa lama banget " cecar dita sebelum sempat nindy mengatakan apapun.
" emang lo dimana, kita masih di parkiran" kata nindy tanpa dosa dari sebrang telvon.
" kita udah di depan rumah sakit, udah hampir setengah jam kita nunggu, cepet kesini" kesal dita langsung menutup telvon nya.
" kenapa?" tanya alvin yang melihat wajah kesal dita.
" ya kesel aja " kata dita dengan nada sinis.
" udah sabar aja " kata alvin menenangkan.
" ya kan kasian kamu pasti sakit kakinya " kata dita menatap sedih ke arah alvin.
" aku gak papa kok " kata alvin seraya tersenyum.
" ya gitu kalo lagi mesra-mesra'an serasa dunia milik berdua " cletuk rasya asal.
" diem aja sih " kata rista menyubit lengan rasya.
" aw,sakit oneng " kata rasya mengaduh sakit seraya mengelus lengannya.
" lo bilang apa ha?" rista melotot ke arah rasya tidak terima di katai oneng.
" ck ,udah debatnya tuh mobil mereka udah sampai " kata kyara menengahi.
" iya gue juga minta maaf " kata fakri menambahkan.
" gak papa kri santai aja " kata alvin tersenyum berbeda dengan dita yang masih menampilkan wajah datarnya.
" yaudah kita cabut yuk " ajak vino lalu membantu dita memapah alvin menuju mobil.
" gue dita ,fakri sama nindy satu mobil aja,terus kalian berempat mobil yang satunya " kata alvin .
" yaudah nih pakai mobil gue " nindy menyerahkan kuncinya kepada vino.
alvin pun masuk mobil dibantu dita duduk di kursi belakang bersama dita,sedangkan fakri duduk di kursi kemudi di temani nindy.
fakri mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah alvin,membelah jalanan yang cukup padat karena bersamaan dengan jam pulang kantor.
didalam mobil yang di kendarai fakri hanya tercipta keheningan ,dita masih setia dengan kebisuan dan wajah dinginnya. nindy dengan rasa bersalahnya sedangkan kedua pria itu hanya diam karena bingung harus memulai pembicaraan dari mana.
" dit " panggil nindy menoleh kearah dita.
dita hanya menatal dingin kearah nindy tanpa berniat menjawab panggilan nindy.
__ADS_1
" dit lo marah ya,maafin gue ya " kata nindy dengan wajah melasnya. dita tetap dalam kebisuannya tak berniat menanggapi nindy.entah kenapa dia bisa semarah ini hanya karena masalah sepele.
" dit " panggil nindy lemah, alvin melihat kearah nindy memberi isyarat untuk diam dulu , alvin akan berusaha mebuat dita mengerti.
fakri yang melihat kecemasan di wajah nindy menggenggam tangan nindy untuk menenangkan dia tersenyum meyakinkan nindy bahwa semuanya akan baik-baik saja.
alvin meraih tangan dita menggenggamnya erat membuat dita kaget lalu menoleh kearah alvin yang hanya tersenyum ke arahnya.
dita menghela nafas berat dia tahu apa arti tatapan alvin kepadanya ini.hingga akhirnya dita membalas senyum alvin .
" gue maafin lo ,tapi jangan di ulangin lagi " kata dita tapi masih dengan nada dinginnya.
" beneran lo mau maafin gue " tanya nindy dengan girangnya.
" ya " jawab dita acuh.
" makasih dit " kata nindy masih dengan bahagiannya
" emang kenapa sih lo sampai marah gitu " tanya fakri yang bingung dengan dita karena masalah sepele dia bisa semarah itu.
" dita itu orangnya on time banget,jadi semenit aja lo telat dia bakal marah banget " bukan dita yang menjawab tapi nindy dia sangat tahu salahnya makanya dia berusaha untuk membuat dita memaafkannya.
" tapi kan lebay aja masalah kaya gitu di besar-besarin " kata fakri yang justru memperbesar masalah.
" lo bilang gue lebay,lo nggak mikir kaki sahabat lo masih sakit dan lo biarin dia nungguin lo hampir setengah jam ,lo yakin lo waras " teriak dita yang membuat nindy kelimpungan karena jika ditaa sudah marah akan sulit untuk di tenangkan.
alvin piun di buat kaget dengan jawaban dita ,ternyata dia sangat mencemaskan dirinya.sedangkan fakri di buat tak bisa bicara lagi karena menyadari kesalahannya.
" lo kira gue gini buat diri gue ,lo nggak perlu mikirin gue kalo gue mau gue bisa pulang sendiri tanpa harus nunggu lo,tapi alvin dia baru aja keluar dari rumah sakit " marah dita semakin menggebu-gebu.
" dit tenangin diri lo " kata nindy mencoba menenangkan dita.
" gue tahu nin gue bukan siapa-siapa tapi nggak seharusnya dia kaya gitu sama gue " kata dita .
" maafin fakri ya dia nggak bermakaud kaya gitu " alvin juga ikut menenangkan dita tapi bukanya tenang dita malah semakin marah.
" dan lo malah belain dia,setelah apa yang gue lakuin buat lo,bagus vin "
" berhentiin mobilnya " teriak dita yang semakin marah.
" lo mau kemana?" tanya alvin panik karena dia salah bicara.
" berhenti atau gue loncat " ancam dita fakri pun memberhentikan mobilnya. dita pun langsung keluar dari mobil tanpa menghiraukan panggilan dari alvin.
" lo mau kemana ?" tanya fakri yang melihat pergerakan alvin.
__ADS_1
" ya gue mau kejar dia lah " kata alvin meninggikan suaranya.
" biar gue aja yang kejar,kalian langsung pulang aja " kata nindy lalu keluar mobil mengejar dita.a